Kuliner Legendaris Malang, Sayang Untuk Dilewatkan!

Bahas tentang makanan Indonesia memang tidak akan pernah ada habisnya. Setiap daerah memiliki kuliner yang luar biasa bahkan ada beberapa yang dilestarikan turun temurun.

Misalnya kuliner legendaris Malang mulai dari makanan utama, hidangan penutup dan jajanan yang menambah semarak aktivitas wisata.

Malang memang terkenal sebagai kota kuliner, tentunya selain sebagai kota pariwisata. Malang sendiri punya kuliner yang berbau tradisional lho, tak hanya kuliner modern saja tentunya.

Nah tak afdol kalau ke Malang tidak mencicipi kuliner khas Malang ini.

Kota berhawa sejuk ini masih tersembunyi jutaan ragam kuliner yang wajib kalian nikmati ketika sedang berlibur disini. Mau tahu apa aja? Yuk mari kuliner bareng.

 

Es Teler Dempo No. 7

Es Teler Dempo No. 7 ini berdiri sejak tahun 1978 dan sekarang dijalankan oleh generasi kedua yang tetap konsisten menyediakan es Teler, es mocca, es campur, es buah, es durian dan kacang ijo. Es Teler Dempo ini pertama kali harganya cuma 350 rupiah, lho!

Es Teler Dempo ini setiap harinya 1.000 mangkok dan masih berlokasi di Jalan Gede. Dinamakan Es Teler Dempo karena tempatnya tepat dibelakang SMA Katolik Santo Albertus atau SMA Dempo Kota Malang.

Walaupun ada beberapa penjual yang menjajakan Ed teler yang sama, kalian jangan salah pilih ya. Yang asli dan otentik adalah Es Teler Dempo No 7.

 

Ronde Titoni

Kota Malang yang memiliki suhu sejuk di malam hari, pasti membuat kita ingin mencari kudapan hangat. Minuman

Ronde yang berisi bola-bola tepung beras disajikan dengan kuah jahe, pas banget untuk disajikan sebagai pencuci mulut setelah makan malam.

Sementara Angsle yang berisi potongan roti, petulo dan kacang hijau lalu disiram kuah santan menjadi hidangan yang menyegarkan.

Cocok disuguhkan ketika cangkruk bareng teman ngobrol ngalor ngidul sambil menikmati sejuknya kota Malang.

Ronde Titoni berjualan sejak tahun 1948! Wah, jelas banget kan kalau minuman ini otentik banget. Apalagi rasanya yang tetap konsisten, membuat jajanan tetap ramai dari tahun ke tahun.

Selain itu, kamu juga harus mencoba ronde kering. Bola-bola tepung beras yang dilumuri bumbu kacang. Kamu juga bisa mencoba kacang kuah, serta mencamil roti goreng dan cakwe khas Malang Titoni.

 

Bakso President

Kalau ke Malang tak lengkap bila tidak mencoba Bakso President yang banyak dijumpai di Malang namun yang paling terkenal adalah Bakso President yang sudah berdiri sejak 1977 yang berada di jalan Batanghari No. 5 Kota Malang.

Ada berbagai jenis bakso yang bisa dipilih mulai bakso urat, bakso goreng, bakso telur, bakso kecil, bakso besar, bakso tulang muda, siomay basah hingga bakso bakar.

 

Pecel Kawi

Menurut cerita Pecel Kawi sudah ada dari 1979 dan selalu ramai pembeli sampai sekarang. Satu porsi pecel Kawi terdiri dari nasi putih, sayuran, lauk pauk dan bumbu kacang kental.

Selain itu kamu bisa memilih lauk sendiri sebagai teman makanmu seperti telur goreng, dadar jagung sampai lele goreng.

Pecel Kawi ini memiliki rasa yang khas pada bumbu kacang yang gurih dan sedikit lebih kental dari bumbu pecel pada umumnya. Kamu bisa menjumpai Pecel Kawi Legendaris ini di jalan Kawi Atas No. 43B.

 

Pos Ketan Legenda

Pos Ketan Legenda ini berdiri sejak 1967 dan merupakan kuliner Malang yang melegenda di kawasan Malang Raya.

Kuliner yang dibuat dari olahan beras ketan ini sudah buka setiap harinya sejak pukul 3 sore sampai 3 dini hari.

Menu yang dijual pun beragam ada ketan bubuk, ketan susu, ketan keju dan yang paling banyak dicari orang adalah ketan durian.

 

baca juga:

4 Bisnis Kue Selebritis yang Bisa Dijadikan Oleh-oleh khas Malang

 

Toko Ice Cream Oen

Tak lengkap kalau ke Malang tidak singgah di Toko Oen. Kelezatan ice Cream ini sudah ada sejak 1930 sehingga tak heran menjadi kuliner melegenda apalagi cita rasa dari olahan ice Cream masih sama tak ada yang berubah.

Itu lah sebabnya Toko Oen masih berjaya hingga saat ini. Apalagi Toko Oen juga menyajikan aneka menu lain seperti aneka steak, nasi goreng, kue kering.

Menurut cerita pada jaman dulu Toko Oen ini menjadi tempat nongkrong orang-orang Belanda pada masa lampau.

Dan hingga kini berada di lokasi Jalan Basuki Rachmad Malang (sekitar Alun alun Malang) dan masih menjadi jujukan wisatawan mancanegara yang sedang berada di Kota Malang.

Suasana Tempo Doeloe terlihat jelas dari arsitektur bangunan yang tak banyak mengalami perubahan seperti pintu dan jendela kaca besar, meja kursi yang terbuat dari rotan dan sebuah piano tua akan membawa suasana klasik masa lalu.

 

Puthu Lanang

Berada di Jalan Jaksa Agung Suprapto nomor 73. Puthu Lanang ini sudah ada sejak 1935. Dan dijual di meja besar tepi jalan dan sering dikerubungi oleh para pembeli.

 

Selain menjual kue putu, Puthu Lanang ini juga menjual kue cenil, klepon dan lupus. Keistimewaan jelas terlihat dari bahan berkualitas hingga kue-kue di Putu Lanang ini dua jam sudah ludes.

Jari Adventure

Informasi tour, travel, dan transportation.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.