Semangat Ibadah Syawal, Meski Ramadhan Berlalu

Ramadan telah beralu, kini kita memasuki bulan Syawal. Sebagai muslim, barangkali kita merasa sedih karena bulan penuh berkah tersebut baru akan ditemui kembali pada satu tahun mendatang.

Ini merupakan perasaan yang wajar dimiliki olah orang beragama Islam. Namun demikian, manifestasi rasa sedih tersebut bisa bermacam-macam.

Ada yang melupakannya begitu saja sambil menjalani hari di bulan baru, sebagian mungkin berusaha untuk tetap menjaga semangat ibadah Ramadan sebagai bentuk perubahan baik.

Bahkan, sisanya bisa jadi tidak merasakan apa-apa dan hanya menganggap bulan puasa seperti bulan-bulan masehi lainnya.

Bagi orang yang berusaha menjaga semangat ibadah usah Ramadan bisa jadi mengalami kesulitasn tersendiri. Pasalnya, kita kembali berkutat dengan urusan dunia dan lingkungan sering kali menawarkan kesan berbeda antara selama Ramadan dan setelahnya.

Karena itu, perlu dilakukan sejumlah langkah pasti untuk mengatasi rasa waspada kalau-kalau diri tak mampu konsisten.

 

  1. Tetap menjaga ibadah wajib rutinan

Ibadah wajib rutinan di antaranya adalah salat 5 waktu. Dengan menjaga salat 5 waktu secara kuantitas dan berupaya meningkatkan kualitasnya, maka secara tidak langsung kita sesungguhnya telah selangkah lebih maju mencegah diri dari perbuatan keji dan mungkar.

Sebagaimana yang tertera dalam sejumlah dalil, bahwasanya salat wajib bagaikan sungai, di mana berfungsi membersihkan badan jika kita mandi 5 kali sehari di dalamnya.

Masih seputar keutamaan salat, kita pun akan memiliki pengingat tersendiri dalam rangka memanajemen waktu dan aktivitas.

Saat seseorang telah terbiasa menjadikan salat sebagai kegiatan rutinan bahkan kebutuhan, maka secara otomatis akan terbentuk pola manajemen yang baik pada dirinya.

Dengan catatan, kita termasuk golongan orang yang salat di awal waktu dan bukan malah menunda-nunda hingga mendekati jadwal salat berikutnya.

Tentu,  siapa saja yang berusaha menjaga salatnya, khususnya dari segi kualitas serta kekhusyukan hati, artinya orang tersebut telah merawat tiang agamanya sebaik mungkin.

Dengan demikian, sisanya hanya perlu melengkapi kewajiban tadi menggunakan amalan-amalan yang bersifat anjuran.

 

baca juga:

Catat Jadwalnya! 5 Perayaan Budaya Paling Keren di Indonesia untuk Isi Liburanmu

 

  1. Menata niat agar setiap aktivitas bisa dinilai ibadah oleh Allah

Sejatinya apapun jenis aktivitas seorang muslim memiliki potensi ibadah selama kita memenuhi dua syarat, yakni ikhlas karena Allah dan sesuai syariat Rasulullah.

Ikhlas karena Allah berarti kita menyadari sepenuhnya bahwa ada hubungan erat antara diri dan Sang Pencipta, di mana setiap tindakan dan perkataan akan terekam dalam buku catatan amal malaikat.

Sementara itu, sesuai syariat Rasulullah artinya tiandakan dan perkataan seorang hamba tidak menyelisihi hukum-hukum Islam.

Sederhananya, kita beraktivitas sesuai dengan yang dicontohkan oleh sang nabi Allah tanpa mengingkari satu pun ajaran yang dibawa beliau.

Dengan menjaga niat agar senantiasa terhubung kepada Allah, maka berarti secara tidak langsung kita telah mengingatkan diri untuk terus berbuat baik. Ini memiliki kaitan erat dengan penerapan syariat dalam kehidupan sehari-hari.

Langkah selanjutnya, agar semakin istiqomah menjaga semangat ibadah alangkah baiknya mencari lingkungan yang mendukung.

Baik itu keluarga, teman, atau pasangan sah sebisa mungkin juga punya keinginan serupa. Hal tersebut akan memudahkan kita dalam rangka saling nasihat-menasihati untuk berdiri di atas jalan kebaikan.

Seperti yang tertuang dalam salah satu ayat Alquran bahwasanya manusia sebenarnya berada dalam kerugian kecuali orang-orang yang menetapi jalan kesabaran dan saling menasihati untuk  berlaku baik tanpa menyelisihi syariat.

Tentu, kondisi ideal semacam ini bukan perkara mudah untuk dilakukan, ada saja tantangan yang datang dari berbagai aspek.

Oleh karena itu, selain menanamkan keyakinan kuat dalam diri, kita pun perlu bantuan orang lain untuk senantiasa berbenah.

Dengan begitu, bukan hanya individu yang berpotensi untuk menjadi baik, melainkan lingkungannya juga.

 

  1. Berdoa dengan penuh pengharapan dan ketulusan

Memang ada hal-hal yang bisa manusia kendalikan, tetapi yang tidak bisa dikendalikan dan berada di luar kapasitasnya jauh lebih banyak lagi.

Untuk itu, kita selalu merasa butuh terhadap sosok luar biasa, yang menjadi tempat bergantung dan meminta segala sesuatu, Dialah Allah. Maka, berdoalah kepada-Nya.

Jari Adventure

Informasi tour, travel, dan transportation.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.