Aktivitas Selama Puasa Syawal di Rumah Saja untuk Mengusir Kebosanan

Di momen Lebaran era pandemi seperti sekarang ini, kita mungkin mulai merasa bosan karena tidak banyak pilihan yang bisa dilakukan. Terutama, dengan berlangsungnya Ramadan dalam situasi pandemi Covid-19.

Alhasil, banyak muslim yang menghabiskan waktunya hanya tiduran di rumah seharian. Ini tentu bukan pilihan tepat, karena itu ada baiknya Anda menyimak rekomendasi kegiatan untuk membunuh rasa jenuh di bawah ini.

 

  1. Meeting virtual bersama keluarga atau kawan karib

Pandemi memaksa kita untuk berdiam di rumah saja, padahal keinginan untuk berinteraksi secara sosial kadang susah untuk dibendung.

Untungnya, teknologi memberi kemudahan luar biasa dalam kehidupan manusia. Anda hanya perlu memanfaatkan aplikasi perpesanan untuk menghubungi keluarga atau kawan karib.

Apalagi, sekarang meeting secara virtual semakin praktis karena bisa dilakukan berkelompok. Sudah tersedia aplikasi seperti Zoom, Google Meet, dan sebangsanya, tinggal menyesuaikan dengan sumber daya saja.

Jika di tempat Anda jaringannya cukup sulit, maka disarankan untuk menggunakan Zoom. Namun demikian, pastikan topik obrolannya tidak bermuatan gosip.

Karena itu justru berpotensi mengurangi, bahkan membatalkan ibadah puasa Syawal.

 

  1. Membaca novel hingga mengulas secara sukarela

Novel merupakan hiburan paling mudah untuk didapatkan terutama dengan keberadaaan platform baca tulis digital seperti Wattpad, Dreame, Storial, dan sebangsanya.

Di samping itu, jika Anda ingin membaca novel-novel keluaran penerbit mayor, sudah ada aplikasi Ipusnas yang disediakan oleh pemerintah.

Ipusnas merupakan perpustakaan digital yang memang dikelola oleh Perpustakaan Nasional Republik Indonesia. Koleksi bukunya sangat banyak walau tentu tidak selengkap seperti yang aslinya.

Namun, Anda bisa menemukan buku dengan beragam genre, baik karya penulis lokal maupun internasional.

Menyesuaikan momen Ramadan, alangkah baiknya Anda membaca novel-novel bertema religi atau spiritual. Barangkali, ada satu atau dua motivasi bermakna yang dapat diambil usai menyelesaikan bacaan.

Setelah itu, tak ada salahnya melanjutkan aktivitas dengan mengulas secara sukarela.

Ulasan ini bertujuan untuk memberi apresiasi kepada penulis karena pada dasarnya Ipusnas bisa diakses secara gratis. Jadi, paling tidak, penulis bisa menerima feedback dari para pembaca.

Ulasan tersebut dapat disalurkan melalui kolom komentar Ipusnas itu sendiri, situs review berskala internasional semisal Goodreads, atau melalui kanal media sosial.

Mengulas bisa membantu Anda untuk merekonstruksi ulang alur novel dan menjadi lebih kritis karenanya. Banyak manfaat yang dapat diperoleh melalui rangkaian aktivitas ini. Sangat sayang jika dilewatkan begitu saja padahal mudah untuk dijalankan.

Hanya butuh motivasi membaca dan Anda sudah bisa menikmati beragam novel dari penulis amatir hingga ternama.

 

baca juga:

Susun Rencana Liburan, Terapkan 9 Kegiatan Produktif di Rumah Saja!

 

  1. Menulis jurnal harian

Sebenarnya, aktivitas ini lebih bagus dilakukan sejak awal bulan Ramadan. Namun, tak mengapa untuk memulainya dari sekarang.

Buatlah jurnal harian untuk mengabadikan kegiatan Anda dalam bentuk tulisan. Barangkali, itu bisa berguna pada masa-masa yang akan datang.

Media yang digunakan selama menulis jurnal harian bisa sangat variatif, entah melalui buku, blog, media sosial, maupun semisalnya.

Jika Anda seorang penulis, kegiatan journaling ini bahkan bisa menjadi sumber inspirasi. Bagi mahasiswa yang sibuk berkutat dengan tugas-tugas kuliah, menulis jurnal harian cocok jadi ajang refreshing sejenak.

Berikan alokasi waktu tersendiri untuk menuangkan isi hati atau pikiran Anda. Sambil menunggu datangnya waktu buka puasa, setelah salat Asar, misal.

Menariknya, apabila Anda merasa kesal atau marah pada suatu hal, menulis dapat menjadi sarana penyaluran paling efektif.

Daripada Anda mengomel panjang lebar dan berpotensi mengurangi pahala puasa, lebih baik tuangkan saja dalam tulisan dan cukupkan itu sebagai konsumsi pribadi.

 

  1. Memperbanyak ibadah sunah

Tentu, yang paling utama adalah memperbanyak ibadah, mulai dari tilawah, menambah salat sunah, mendengarkan kajian, atau bentuk-bentuk kebaikan lainnya.

Jangan sampai, saking terlalu asyiknya menjalankan aktivitas mubah, kita malah lupa dengan keutamaan bulan puasa.

Pada momen puasa Syawal, memang pilihan terbaik adalah meningkatkan kualitas amalan wajib dan menambah yang sunah.

Semoga puasa Syawal di tengah pandemi ini tidak membuat kita bermalas-malasan. Justru, semakin menambah ketaatan kita kepada Yang Maha Kuasa.

Jari Adventure

Informasi tour, travel, dan transportation.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.