7 Stereotip yang Dibenci Semua Orang Indonesia

 

Keanekaragaman dan kecanggihan budaya Indonesia dapat membuat wisatawan bingung. Terkadang pengalaman dan penilaian parsial menghasilkan stereotip.

Mungkin menghambat Anda untuk memahami dan menghargai bangsa tertentu. Berikut stereotip umum yang dibenci semua orang Indonesia.

 

  1. Orang Indonesia memasang perangkap turis di seluruh negara mereka.

Beberapa turis telah meninggalkan Indonesia dengan cerita tentang jebakan atau bahkan penipuan, menyebabkan beberapa orang terpaku pada laporan seperti itu sebagai representasi lanskap pariwisata di sana.

Dan meskipun, sayangnya, itu memang terjadi, ada layanan pariwisata yang jauh lebih tepercaya dan sah daripada Anda memanfaatkan jasa orang luar kota. Bahkan, lebih banyak lagi wisatawan yang puas dengan keramahan penduduk setempat.

Kemudian, ketika Anda menemukan diri berada dalam skenario yang membingungkan, sebagian besar waktu “jebakan” seperti itu dapat dihindari sama sekali dengan mengomunikasikan harga sebelumnya, mengajukan pertanyaan, dan membaca ulasan sebelum memilih layanan.

 

  1. Orang Indonesia sangat konservatif.

Beberapa orang asing mungkin memiliki gambaran mental tentang wanita Indonesia yang mengenakan jilbab dan gaun panjang. Beberapa wisatawan bahkan mungkin merasa harus berpakaian sekonservatif mungkin untuk menghormati budaya lokal.

Dan sementara pakaian sederhana dianggap lebih sopan sebagaimana anggapan di mana pun di dunia ini, tidak ada yang menilai siapa pun karena mengenakan apa pun

Di kota-kota besar seperti Jakarta, Surabaya, Bali, dan banyak lagi, pengunjung akan melihat mayoritas penduduk setempat sering berjalan-jalan dengan celana jeans dan kemeja, bahkan banyak yang memakai merek impor.

Wisatawan juga dapat menikmati kehidupan malam yang semarak di bagian kota tertentu dan bersenang-senang dengan beberapa teman lokal.

 

  1. Orang Indonesia mempraktikkan Islam radikal.

Pertama-tama, perlu dicatat bahwa Indonesia adalah negara sekuler menurut hukum—bukan negara Muslim, meskipun memiliki populasi Muslim terbesar di dunia.

Agama mungkin memiliki pengaruh pada filosofi dan peraturan negara, tetapi dengan pengecualian Daerah Istimewa Aceh, negara diatur oleh prinsip-prinsip demokrasi dan kemanusiaan.

Penting juga untuk diingat bahwa negara secara resmi mengakui agama lain, termasuk Kristen, Katolik, Hindu, dan Buddha.

 

  1. Orang Indonesia itu orang Bali atau Jawa.

Faktanya, setidaknya ada 300 suku bangsa di Indonesia, yang masing-masing memiliki keunikan budaya dan adat istiadatnya.

Bagi wisatawan yang hanya mengunjungi tempat-tempat wisata utama negara, kemungkinan bertemu orang Bali atau Jawa sebenarnya tinggi.

Tetapi jangan jatuh ke dalam stereotip yang akan menghalangi Anda untuk menghargai keragaman negara ini.

 

baca juga:

Ragam Tarian Tradisional Wakatobi

 

  1. Orang Indonesia tinggal di pohon tanpa listrik.

Meskipun masih banyak kelompok etnis yang hidup secara tradisional dengan sedikit atau tanpa teknologi modern, banyak bagian negara yang sekarang berkembang dengan

baik. Indonesia memiliki beberapa kota besar yang padat dengan pusat perbelanjaan, hotel, dan fasilitas modern lainnya. Dan bahkan kota-kota kecil memiliki listrik dan koneksi internet.

Tidak hanya itu, masyarakat Indonesia menjadi bagian terbesar dari netizen global. Menjadi pasar terbesar untuk Instagram di Asia Pasifik dan salah satu pasar paling aktif untuk e-commerce.

Hal ini membuktikan bahwa banyak warga yang paham teknologi.

 

  1. Orang Indonesia tidak berpendidikan.

Citra orang Indonesia yang tidak berpendidikan konsisten dengan stereotip umum bahwa bangsa ini secara luas tradisional, terpencil, dan kurang informasi. Pada kenyataannya, anak-anak Indonesia diwajibkan oleh pemerintah untuk bersekolah setidaknya 12 tahun.

Dan itu hanya minimal, sementara jumlah anak muda yang masuk perguruan tinggi meningkat setiap generasi.

Selain itu, baik lembaga negara maupun swasta menambah program dan fasilitas baru setiap tahun. Kemudian, banyak orang kaya Indonesia sengaja pergi ke Eropa atau Amerika Serikat untuk mendapatkan pendidikan yang lebih berkualitas.

 

  1. Orang Indonesia bilang “wkwkwk”.

Dari semua pesona dan prestasi negara tersebut, netizen global terus menyebut Indonesia sebagai “negara wkwkwk”. Sebenarnya, “wkwkwk” adalah bentuk tawa yang dipertukarkan melalui obrolan atau teks.

Padahal, tidak ada yang benar-benar menggunakannya atau bahkan tahu bagaimana mengucapkannya dalam kehidupan nyata.

Bahkan di antara orang Indonesia, tawa itu dianggap norak. Kebanyakan orang tetap dengan “hahaha” biasa, baik dalam teks maupun kehidupan nyata.

Jari Adventure

Informasi tour, travel, dan transportation.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.