4 Tips untuk Liburan yang Sustainable di Eropa

Dengan krisis iklim yang menjadi topik hangat akhir-akhir ini, istilah sustainability semakin banyak dibicarakan.

Anda barangkali sering melihatnya dipakai sebagai jargon pemasaran bagi mereka yang berkecimpung di industri pariwisata, di mana ingin memanfaatkan tren untuk menawarkan perjalanan ramah lingkungan.

Namun, sustainability sebenarnya bukan hanya tentang hotel yang mengurangi mencuci handuk atau membuang daur ulangnya ke tempat sampah.

Ini juga berarti menyeimbangkan kebutuhan dengan kebutuhan orang-orang di sekitar kita, dan generasi di mana mendatang.

Lebih lanjut, berikut adalah tips untuk liburan yang berkelanjutan.

 

  1. Jangan gunakan penerbangan.

IOL

Dalam hal perjalanan, penerbangan adalah penyebab paling jelas dari kerusakan lingkungan, bertanggung jawab atas sekitar 2,4% emisi CO2 global dan gas rumah kaca lainnya.

Jika Anda berpikir bahwa satu penerbangan tidak akan memberi pengaruh berarti. Coba pertimbangkan bahwa melakukan perjalanan pulang pergi dari London ke LA bisa lebih dari dua kali lipat jejak karbon Anda dibanding mengendarai mobil keluarga rata-rata selama setahun.

 

  1. Jika Anda harus menggunakan penerbangan.

Ada kalanya mengganti perjalanan udara dengan moda transportasi alternatif tidak praktis. Mungkin Anda hanya memiliki jendela liburan dua minggu untuk mengunjungi keluarga di seluruh dunia.

Jadi tidak ingin menghabiskan setengah dari waktu itu melintasi lautan atau berhari-hari melintasi negara dengan kereta api.

Jika memang demikian, Anda sebenarnya masih dapat mengurangi dampak negatif dari mendarat di separuh jalan di seluruh dunia.

Pilih untuk terbang dengan maskapai penerbangan yang menggunakan pesawat baru di mana cenderung lebih efisien, mereka menghasilkan lebih sedikit CO2.

Jika memungkinkan, ambil penerbangan lebih sedikit dan tinggal lebih lama, lalu pilih rute langsung. Lepas landas dan mendarat adalah yang paling banyak menghabiskan bahan bakar.

Jadi meminimalkan jumlah pemberhentian akan mengurangi jumlah CO2 yang dikeluarkan dalam perjalanan ke tujuan Anda.

Anda juga dapat membeli offset karbon. Itu tidak akan mengurangi dampak negatif CO2 terhadap lingkungan. Namun, memasukkan uang tunai ke dalam usaha offset karbon berarti Anda setidaknya akan melakukan sesuatu yang baik di suatu tempat.

 

baca juga:

Bikin Bahagia Lahir Batin, 5 Manfaat Travelling Bareng Keluarga Ini 45% Orang Indonesia Belum Tahu

 

  1. Bepergian dengan kereta api atau bus.

Mungkin tampak suatu pengorbanan untuk melupakan perjalanan ke Fiji yang jauh itu. Namun, bepergian dengan cara lain, seperti kereta api, bus, atau mobil listrik, tidak hanya ramah lingkungan, tetapi juga tidak lebih lambat.

Selain itu, Anda dapat memulai percakapan dengan orang asing yang duduk di sebelah Anda, dan tentunya, bertemu orang adalah bagian dari kesenangan bepergian.

Bepergian dengan kereta api umumnya lebih ramah lingkungan daripada pesawat, terutama di kereta listrik. Jadi, jika Anda merencanakan liburan jauh dari pantai Inggris, misalnya, mengapa tidak memilih rute yang bisa ditempuh dengan kereta?

Sebagai contoh, kabarnya emisi CO2 pada rute London ke Paris bisa sebanyak 4 kg per penumpang, dibandingkan dengan 57,8 kg yang melonjak saat menggunakan pesawat.

Dengan banyak jaringan kereta api Eropa yang menggunakan tenaga listrik, Anda dapat terhubung melalui layanan regional dan melanjutkan perjalanan ramah lingkungan ke tujuan akhir.

Atau mungkin membeli tiket Interrail, yang memungkinkan untuk menjelajahi suatu negara atau beberapa negara, dengan pendekatan hop-on, hop-off.

Untuk kredensial yang lebih ramah lingkungan, bepergianlah menggunakan kereta api di Belanda, di mana kereta penumpang beroperasi sepenuhnya dengan tenaga angin.

Di sisi lain, bus adalah salah satu moda perjalanan paling ramah iklim, mencetak skor lebih tinggi daripada kereta di Inggris (kereta internasional, yang cenderung menggunakan listrik, berada di urutan teratas).

Menurut UK Government’s Department for Transport, mobil yang menggunakan bensin mengeluarkan sekitar empat kali lebih banyak CO2 per penumpang dalam perjalanan dari London ke Glasgow daripada perjalanan yang sama dengan bus, sementara sebuah pesawat akan mengeluarkan lebih dari tujuh kali lipat.

 

  1. Beralih ke kendaraan listrik.

Sekarang, kita dapat memilih untuk menambah jarak dengan alternatif ramah lingkungan. Beralih ke mobil listrik bebas emisi, atau plug-in hybrid yang digerakkan dalam mode listrik, untuk bepergian tanpa merusak lingkungan.

Bahkan berencana untuk menempuh jarak jauh, Anda tidak perlu khawatir kehabisan daya dengan mobil listrik. Banyak model yang lebih baru dapat menempuh jarak lebih dari 200 mil pada sekali pengisian daya, dan jumlah titik pengisian daya di Inggris terus meningkat.

Jari Adventure

Informasi tour, travel, dan transportation.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.