Trend COVID19 Bertambah, Amankah Liburan Akhir Tahun Mengunjungi Keluarga?

Tidak bisa dipungkiri, liburan akhir tahun merupakan salah satu liburan panjang yang sangat dinantikan keluarga. Apalagi, setelah lockdown COVID19 yang sudah mulai dibuka, membuat banyak keluarga rindu ingin berjumpa dan saling berkumpul melepas kangen.

Akan tetapi, ketakutan karena risiko terpapar virus Corona juga masih membayangi. Terutama, bagi kalangan usia lanjut dan anak-anak maupun ibu hamil yang rentan risiko COVID19.

Lalu, amankah berkunjung ke sanak kerabat selama liburan akhir tahun? Sebelum Anda mempersiapkan tiket atau booking paket wisata tahun baru, yuk simak dulu fakta-fakta berikut.

 

Apa kata Pakar Medis?

Menurut Dr. Sarah Raskin, asisten profesor di L. Douglas Wilder School of Government and Public Affairs di Virginia Commonwealth University, bepergian di saat pandemi memang tidak terlalu aman.

Akan tetapi, dirinya menyarankan daripada terlalu panik berlebihan dan justru makin stres, lebih baik fokus saja pada cara penanganan atau meminimalisir risiko tertular COVID19.

Setidaknya, dengan fokus pada penanggulangan penyebaran virus corona terhadap diri sendiri, Anda juga bisa melindungi orang yang Anda cintai dan orang lain.

 

Bagaimana Meminimalkan Resiko COVID19 Saat Mengunjungi Kerabat

Bagaimana cara dan tindakan preventif apa yang layak dilakukan, harus didiskusikan bersama keluarga.

Sebab, rencana ini turut melibatkan seluruh anggota keluarga. Lakukan percakapan jujur bersama keluarga, mengenai aturan dasar. Misalnya, ketika makan bersama, harus tetap menjaga jarak.

Jadi, ada yang makan di dalam restoran, dan ada yang duduk di luar restoran (outdoor). Kemudian, pastikan untuk tetap memakai masker, mencuci tangan secara teratur dan tidak banyak bersentuhan secara fisik.

 

Hindari perselisihan karena menerapkan protokol kesehatan ini dan semua orang harus merasa nyaman dengan keputusan bersama yang sudah dibuat. Cara lain, Anda bisa memilih melakukan panggilan video atau kunjungan virtual. Namun, ada juga keluarga lainnya yang memilih tetap mengunjungi kerabat di akhir tahun, dengan tetap memakai masker dan hanya berkunjung singkat selama beberapa jam saja.

baca juga:

Staycation Saat New Normal, Alternatif Liburan Aman di Tengah Pandemi

 

Bagaimana Meminimalkan Resiko COVID19 Saat Berwisata

Menurut Dr. Raskin, lima hal teratas yang dapat Anda lakukan untuk meminimalkan risiko saat mengunjungi keluarga selama liburan adalah:

 

  • Bersikaplah konsisten tentang pemakaian masker dan mencuci tangan
  • Hindari wisatawan lain
  • Jalani tes
  • Isolasi mandiri
  • Bersikaplah fleksibel (bersiaplah untuk mengubah atau membatalkan rencana Anda jika panduan baru yang diumumkan atau jika seseorang dalam keluarga Anda mulai mengalami gejala).

 

Ambil langkah apa pun yang Anda bisa selama berkunjung ke rumah kerabat untuk mengurangi risiko.

Contohnya, jika cuaca memungkinkan, adakan makan malam Thanksgiving atau Natal di luar ruangan. Dan buatlah pengaturan tempat dengan jarak 1,5 meter. Jangan lupa, buka jendela / pintu di dalam untuk meningkatkan ventilasi udara.

 

Isolasi Mandiri

Jika memungkinkan, keluarga atau kerabat jauh yang datang dari luar kota harus melakukan isolasi mandiri selama 2 minggu untuk mengurangi risiko penularan COVID19.

Selain itu, ketika Anda pulang liburan atau berkunjung ke luar kota juga harus menjalani tes dan isolasi mandiri. Sebab, ada banyak negara maupun kota yang mewajibkan isolasi atau rapid test setelah melakukan perjalanan ke wilayah tertentu.

 

Tes COVID19

Berbagai kalangan medis tetap merekomendasikan tes COVID19 untuk lebih meyakinkan kondisi Anda dan keluarga selama liburan. Dr. Raskin menyarankan, agar melakukan rapid test maupun swab test.

Jangan ragu mengunjungi pusat kesehatan setempat untuk memastikan kondisi Anda dan keluarga tetap sehat, dan bebas dari COVID19.

Perlu diingat, COVID19 memiliki masa inkubasi 2-14 hari. Oleh karena itu, seseorang mungkin pertama kali dites positif segera setelah 2 hari terinfeksi atau selama 14 hari setelah infeksi. Paling umum orang yang terinfeksi COVID dites positif sekitar hari ke 4 atau 5 terinfeksi.

Menurut Harvard Medical School, meskipun tergolong ampuh tes PCR masih bisa ada risiko tingkat akurasi sekitar 2% – 37%. Sedangkan, rapid test atau tes cepat lainnya, bisa memiliki tingkat akurasi sekitar 50%.

Semoga liburan akhir tahun Anda dan keluarga tetap aman, sehat, dan menyenangkan, ya. Keep safe and healthy!

Jari Adventure

Informasi tour, travel, dan transportation.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.