Tetap Amal Meski Ramadan Berlalu, Jangan Kasik Kendor!

Bertemu bulan Ramadan merupakan kebahagiaan tersendiri bagi umat Islam, begitu pula berakhirnya meninggalkan kesedihan dalam benak.

Begitu banyak keutamaan dan balasan yang dijanjikan oleh Allah kepada muslim selama Ramadan berlangsung, tetapi tidak ditemukan pada bulan-bulan lainnya. Inilah kenapa kehadiran Ramadan begitu dinantikan setiap tahunnya.

Sayangnya, ketika bulan penuh berkah itu telah berakhir, tidak jarang kita temukan diri dan orang lain kembali melakukan kelalaian-kelalaian tertentu.

Sedikit menyedihkan memang, tetapi fakta tersebut tidak dapat dimungkiri. Sebagai contoh kecil, jika orang-orang cenderung menghindari bergosip selama Ramadan, maka bulan selainnya justru dilakukan kembali bahkan semakin bertambah parah.

Tentunya, kita atau setiap muslim yang rasional pasti menyadari bahwa perbuatan demikian kurang baik. Namanya maksiat, kapan pun itu sekuat mungkin harus dihindari.

Oleh karenanya, pada kesempatan kali ini, akan dibahas mengenai amalan-amalan yang semestinya tetap dijaga meski Ramadan sudah berlalu.

 

  1. Merutinkan salat wajib dan sunah.

Merutinkan salat wajib dalam hal ini berusaha agar kualitasnya meningkat, misal dari segi kekhusyukan, serta pelaksanannya diusahakan pada awal waktu. Tidak sengaja menunda-nunda padahal dalam kondisi luang lagi lapang.

Kita mungkin masih bisa memaklumi jika ada seseorang yang sulit mendirikan salat di awal waktu karena sibuk bekerja.

Namun, jika orang tersebut jelas-jelas sengaja menunda tanpa alasan apa pun dan hanya karena dorongan rasa malas, maka tindakan semacam ini tentunya tidak dapat dibenarkan.

Bahkan, sebagai muslim yang berusaha baik, tidak ada salahnya kita mencoba mulai menyempatkan diri menjaga waktu dan kualitas salat di antara padatnya aktivitas.

Di samping salat wajib, ada pun yang perlu diperhatikan, yakni sunah. Seperti namanya, salat sunah bersifat anjuran yang berarti ketika dilaksanakan akan berbuah pahala dan rugi bila ditinggalkan.

Serangkai dengan salat lima waktu, ada baiknya kita mulai membiasakan pula untuk melaksanakan rawatib dua hingga empat rakaat sesuai ketentuan.

Jika dikalkulasikan waktu yang dibutuhkan untuk melaksanakan wajib dan sunah sekaligus, maka diperkirakan paling tidak menghabiskan 10 sampai 15 menit saja.

Durasi khusus yang terbilang cukup singkat untuk menyembah kepada Sang Pencipta. Di samping rawatib, masih ada lagi ssalat sunah seperti duha dan tahajud.

Masing-masing memiliki keutamaan tak ternilai dan berharap semoga menjadi berkah saat kita mampu merutinkan semuanya.

 

  1. Menyisihkan penghasilan untuk sedekah secara berkala.

Saat bulan Ramadan kita mengenai istilah zakat yang memang bersifat wajib sesuai syarat dan ketentuannya.

Berbeda dengan sedekah biasa, di mana seseorang atas inisiatif pribadi berusaha menyisihkan sebagian hartanya kepada yang membutuhkan.

Kita bisa menemukan banyak lembaga sosial dengan misi menjembatani antara pihak pemberi sedekah dan penerimanya.

Kecanggihan teknologi bahkan memungkinkan kita berbagi secara instan dan cepat. Sedekah juga memiliki beragam keutamaan, di mana Allah akan lipat gandakan hartanya serta memudahkan urusannya.

Selain bisa membuat hati kita lebih bersih, Sedekah menjaga diri dari perasaan serakah. Sedekah ibarat kata berpotensi menumbuhkan keikhlasan jiwa secara perlahan.

Mungkin kita merasa berat pada awalnya, tetapi itu akan segera mereda dan berangsur membuat kita lega saat berbagi.

Sesungguhnya, sedekah memberikan kesempatan kepada jiwa untuk belajar menyadari bahwa ada hak orang lain dalam setiap harta yang kita peroleh. Tak hanya itu, sedekah juga mengajarkan manusia agar mudah menerima dan melepaskan sesuatu jika memang sesuatu itu harus diambil dari kita.

 

  1. Puasa Syawal selama 6 hari dan Senin Kamis.

Di luar bulan Ramadan, kita tetap punya kesempatan berpuasa, yakni di antaranya setiap Senin Kamis dan enam hari Syawal.

Puasa melatih kita untuk menekan segala keinginan duniawi sebagaimana ketentuan yang berlaku sampai waktunya berbuka. Barangkali, kesabaran dan ketabahan juga bisa perlahan terbentuk dalam diri.

Seiring padatnya aktivitas kita setiap hari, memang bukan hal aneh bila merasa kesulitan menjalankan ibadah.

Jangankan yang bersifat anjuran, mempertahankan konsistensi atas kewajiban bahkan tidak jarang kita harus tertatih. Namun, selama kita bersabar, balasanya pasti berbuah manis.

Jari Adventure

Informasi tour, travel, dan transportation.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.