Pusat Belanja Aksesoris Fashion! Ini Daerah Penghasil Perhiasan di Indonesia

Indonesia disebut-sebut memiliki kekayaan sumber daya alam yang luar biasa. Hal ini bukanlah omong kosong belaka jika melihat betapa banyaknya kota penghasil perhiasan di negeri ini. Selain itu, bidang pertambangan memiliki pertumbuhan yang cukup pesat dan menjanjikan dibandingkan sektor lainnya. Berikut deretan kota penghasil perhiasan yang perlu Anda ketahui.

 

Sumbawa

Didapuk menjadi salah satu wilayah dengan sumber mineral paling tinggi, Nusa Tenggara Barat (NTB) membuktikan pencapaian lewat langgengnya pertambangan emas di provinsi ini. Sampai sekarang, sudah ada dua perusahaan besar yang beroperasi di sini.

 

Amman Mineral atau sebelumnya lebih dikenal dengan sebutan Newmont, merupakan salah satunya. Melakukan produksi emas di sekitar wilayah tambang batu hijau, Pulau Sumbawa. Bermula sejak tahun 2000 silam, memasuki 2020 Amman Mineral mencatatkan penambangan emas hingga menyentuh angka 4,12 juta ons.

 

Papua

Sudah menjadi rahasia umum bahwa PT Freeport Indonesia beroperasi di bidang pertambangan sejak tahun 1967. Lokasi pertambangan ada di wilayah Tembagapura, Mimika. Hingga kini, daerah penghasil emas di Indonesia dipegang oleh Papua. PT Freeport meraup sebanyak 240 kg emas murni setiap harinya. Bahkan setelah melewati puluhan tahun. Produktivitas pertambangan di wilayah ini masih menunjukkan angka baik.

 

Martabe

Beranjak ke Provinsi Sumatra Utara, Anda akan menemukan pertambangan emas murni terbesar di wilayah Martabe. Beroperasi sejak tahun 2008 silam, lokasi kerja terletak di Batang Toru. Senantiasa mencatatkan hasil yang terus meningkat, hingga menyentuh angka 350 ribu ons setiap tahunnya.

 

Kecamatan Kotagede, Kota Yogyakarta

Beralih ke perhiasan jenis perak, deretan pertama diisi oleh Kecamatan Kotagede. Sejarah pengrajin perak di sini bermula sejak zaman Belanda, tepatnya pada abad ke-16. Penduduk lokal kala itu dimintai untuk membuat alat-alat rumah tangga bermaterial perak. Sampai sekarang, kegiatan kerajinan tersebut terus mengalami perkembangan hingga menjadi daerah wisata perak di Indonesia.

 

Jenis-jenis perhiasan yang dihasilkan antara lain gantungan kunci, replika Candi Borobudur, cincin, dan masih banyak lagi. Souvenir cantik ini bisa Anda miliki dengan modal kurang dari Rp100.000 per produk.

 

baca juga:

Pekan Raya Sulawesi Selatan, Ada 6 Kesempatan Berharga yang Bisa Dilakukan Pengunjung

 

Desa Celuk, Kabupaten Gianyar Bali

Beroperasi sejak tahun 1976, hampir semua penduduk lokal bekerja sebagai pengrajin perak. Jenis produk yang ditawarkan antara lain perlengkapan makan, patung, perhiasan, dan sejenisnya. Hasil kerajinan setempat bahkan berhasil melakukan ekspansi hingga ke pasar luar negeri. Untuk memiliki salah satu produk yang ditawarkan, paling tidak Anda harus menyiapkan dana sekitar Rp35.000-an.

 

Desa Koto Gadang, Kabupaten Agam

Beroperasi sejak penjajahan Belanda, Desa Koto Gadang sudah dikenal sebagai daerah penghasil perak pada tahun 1911. Disukai oleh wanita-wanita Belanda, jenis produk yang ditawarkan kala itu berupa gelang, kalung, cincin, dan sebangsanya.

 

Poin istimewa yang dimiliki oleh perhiasan di Desa Koto Gadang terletak pada kehalusan bentuk dan penampakannya tidak terlalu berkilauan. Tersedia pula souvenir cantik seperti kendaraan dan miniatur rumah Gadang, harga dipatok pada kisaran Rp10.000-an. Namun, ada pula yang menyentuh angka jutaan per satuannya.

 

Kampung Alfi Jewelry, Martapura, Kabupaten Banjar

Bermula dari sekelompok pemuda putus sekolah pada tahun 2005, mereka lantas membangun usaha pengrajin perak. Proses pengolahannya dilakukan dengan teknik tradisional untuk kemudian dipasarkan secara daring. Produk unggulan di daerah ini adalah cincin perak berlian, kisaran harganya dipatok Rp450.000-an.

 

Kota Kendari

Menawarkan motif kerajinan perak menggunakan teknik filigree, yang mana benang perak halus diuntai ke dalam sebuah bingkai bermaterial perak. Bentuk perhiasannya menyesuaikan keinginan pembeli. Daya tarik utamanya terletak pada komposisi dengan dominasi perak 97%, dan sisanya merupakan tembaga atau kuningan yang dipakai hanya untuk mematri. Kendari Werk beroperasi sejak awal abad 20-an.

 

Itulah deretan wilayah penghasil perhiasan di Indonesia, baik dalam bentuk perhiasan jadi maupun sekadar material dasarnya. Bagi Anda yang sedang jenuh berwisata ke destinasi alam atau wahana bermain, ada baiknya mencoba berkunjung ke wilayah-wilayah tersebut. Selain untuk berburu souvenir, Anda pun punya kesempatan menyaksikan proses pembuatannya langsung.

Jari Adventure

Informasi tour, travel, dan transportation.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.