Pulau Panaitan, Surganya Peselancar yang Tersembunyi di Pandeglang, Banten

Pulau PanaitanMungkin nama Banten sudah tidak lagi asing bagi para pecinta traveling. Sebuah provinsi di Tatar Pasundan dengan wilayah berada di paling barat Pulau Jawa ini memang menyimpan banyak obyek wisata alam yang menarik, antara lain Gunung Karang, Pulau Dua/Burung, Pulau Umang, Gunung Krakatau, Rawadano dan Taman Nasional Ujung Kulon.

Nah, di dalam wilayah taman konservasi alam utama di Indonesia ini juga terdapat beberapa pulau kecil yang memiliki pesona alam yang eksotis, salah satunya adalah Pulau Panaitan. Pulau yang secara administratif masuk dalam wilayah Kabupaten Pandeglang, Banten ini mempunyai ombak yang besar hingga begitu digilai oleh para pecinta olahraga surfing. Pemandangan alam Pulau Panaitan juga indah jadi sangat sayang bila dilewatkan begitu saja. Penasaran dengan pulau kecil nan eksotis yang juga diterima sebagai Situs Warisan Dunia UNESCO ini? Langsung saja simak ulasannya berikut ini ya…

Letak Pulau Panaitan

Pulau Panaitan merupakan sebuah pulau yang terletak di sebelah barat Laut Jawa, dekat dengan Ujung Kulon. Terdapat sebuah selat yang memisahkan antara pulau ini dengan Pulau Jawa yang disebut dengan Selat Panaitan. Di dalam pulau terdapat bukit-bukit yang diselimuti oleh hutan dan menjadi habitat berbagai hewan liar seperti monyet, babi hutan, rusa, ular phyton dan juga beragam jenis burung. Selain itu, di kawasan pulau juga ditemukan jenis buaya air tawar dan kadal raksasa yang tentu saja sangat menarik untuk diamati.

Tak hanya itu, di salah satu bukit tinggi yang populer dengan sebutan Gunung Raksa juga terdapat patung-patung Hindu purba yang bertengger di puncaknya dan menyimpan kisah masa lalu tersendiri. Patung batu Ganesha dan Siwa yang diperkirakan sudah ada sejak abad pertama ini memiliki nilai historis yang cukup tinggi dan menjadi salah satu pertanda bahwa di Pulau Panaitan pernah ada peradaban. Setidaknya, ada yang menyebutkan bahwa pulau ini pernah menjadi tempat persinggahan para pelayar yang melintas Selat Sunda pada zaman dahulu. Sayangnya, para wisatawan yang berkunjung ke Gunung Raksa tak lagi dapat melihat Arca Siwa sebab patung ini kini disimpan di Museum Sri Baduga Bandung setelah pernah hilang dicuri. Sedangkan arca Ganesa masih dapat dijumpai pengunjung di Pulau Panaitan.

Favorit Para Peselancar

Selain wisata sejarah dan juga keberagaman fauna, Pulau Panaitan ternyata paling populer sebagai tempat selancar yang asyik. Ombak yang sangat tinggi dan menggulung-gulung menjadi daya tarik tersendiri bagi peselancar dari seluruh belahan bumi untuk mendatangi Pulau Panaitan. Dari berbagai video di internet yang memperlihatkan keganasan ombak pulau dengan beberapa peselancar bule yang terlihat berusaha menjinakkannya menunjukkan bahwa popularitas pulau ini sudah mencapai taraf internasional. Bahkan salah satu judul dalam video-video tersebut menyebutkan bahwa ombak Panaitan termasuk dalam “Indonesias Best Wave” atau Ombak Terbaik di Indonesia.

Atraksi wisata di Pulau Panaitan

Bagi Anda yang tidak suka berselancar dan takut dengan ombak Pulau Panaitan yang bisa mencapai ketinggian 2 meter, Anda tetap dapat melakukan hal-hal menarik lainnya, seperti snorkeling atau scuba diving karena alam bawah laut pulau juga memukau. Salah satu terumbu karang yang terkenal di kawasan ini adalah Batu Pitak yang berlokasi di dekat Legon Butun. Terumbu karang di Pulau Panaitan merupakan salah satu yang terbaik di taman nasional. Namun, karena dasyatnya arus dan faktor-faktor alam lainnya, menyelam di sekitar Pulau Panaitan memang tidak disarankan untuk taraf pemula.

Anda juga dapat berenang di sepanjang garis pantai yang dihiasi dengan pasir yang sangat luas atau sekedar duduk-duduk santai sambil menikmati hembusan angin laut dan pemandangan laut yang indah. Air laut di Panaitan memang sangat jernih. Tak hanya itu, Pulau Panaitan juga menawarkan kegiatan trekking yang menarik. Beberapa wisatawan memilih menyelusuri beberapa jalur untuk mengeksplorasi pulau.

Untuk mencapai Pulau Panaitan, Anda dapat menempuhnya dengan kapal dari Kecamatan Sumur, Pandeglang. Perjalanan ini membutuhkan waktu sekitar 5 jam. Anda juga dapat menyeberang dengan menggunakan speedboat melalui Pantai Carita ataupun Pantai Tanjung Lesung dengan waktu tempuh hanya satu jam saja.

***

TIPS BERWISATA SERU DI SEKITARAN UJUNG KULON

Seluruh penjuru negeri mungkin sudah pernah mendengar tentang ujung kulon. Yap, ujung kulon biasanya lebih populer sebagai tempat penangkaran satwa langka yaitu badak bercula satu yang konon hampir punah.

Pelestarian hutan untuk keberlangsungan hidup satwa liar dan dilindungi badak bercula satu memberikan banyak manfaat. Termasuk penghijauan kembali hutan-hutan, serta kelestarian lingkungan alam di sekitar kawasan pantai.

Ternyata, ujung kulon juga mampu menjadi magnet bagi turis asing ataupun luar negeri untuk berkunjung. Maka dari itu, tidak heran jika banyak Agen travel wisata yang menawarkan sejumlah paket-paket wisata menarik dengan harga terjangkau ke Ujung Kulon.

Baca juga: Pantai Nihiwatu, Surga Peselancar Belum Tersentuh

Nah, agar lebih mengetahui tempat-tempat wisata apa saja yang bisa dikunjungi selama liburan ke Ujung Kulon, ini dia tempat-tempat wisata seru di Ujung Kulon yang bisa Anda jadikan alternatif destinasi wisata berikutnya:

Pulau Peucang yang keindahannya sudah sangat populer

Memasuki taman nasional Ujung kulon, Anda akan mengunjungi Pulau Peucang. Dalam daftar Agen travel wisata, biasanya Pulau Peucang memang menjadi tempat persinggahan awal perjalanan wisata. Di Pulau Peucang, fasilitas sudah cukup lengkap. Baik itu penginapan bagi para pengunjung, toko-toko suvenir dan keperluan sehari-hari, pusat informasi dan lain-lain. Mirip seperti pemukiman penduduk pada umumnya. Hanya saja, di Pulau Peucang para pengunjung tidak diperkenankan untuk mendirikan tenda. Maklum saja, kedatangan para pengunjung bisa menambah pundi-pundi pendapatan masyarakat lokal. Tidak ada ruginya kok menginap di rumah-rumah penduduk yang sudah disulap menjadi home stay karena harganya sangat terjangkau.

Olahraga sambil liburan menuju Karang Copong

Bisa dibilang ke ujung kulon akan menambah pengalaman bertualang Anda. Pasalnya, saat menuju ke Karang Copong, yaitu sebuah lokasi bebatuan karang yang indah, para pengunjung harus rela menguras tenaga dan menguji daya tahan fisik  dengan cara menembus hutan tropis agar dapat sampai ke lokasi Karang Copong. Sebaiknya, gunakan perlengkapan seperti baju dan celana panjang, penutup masker, serta losion anti nyamuk agar tidak tergigit serangga-serangga yang hidup di dalam hutan. Selama perjalanan menyusuri hutan, jika beruntung para pengunjung dapat menemui hewan-hewan seperti rusa, monyet hitam, hingga badak Jawa.

Berkano di Sungai Cigenter

Sungai Cigenter berlokasi di Pulau Handeleum. Benar-benar menawarkan petualangan yang menantang nyali. Bagaimana tidak? Selama mendayung kano menyusuri Sungai Cigenter, konon masih banyak buaya-buaya muara yang ukurannya sampai 2-3 meter serta ular sungai. Selama tidak mengganggu mereka, semua akan baik-baik saja. Apalagi Anda bisa mendapatkan seorang pemandu lokal.

TIPS BERWISATA KE UJUNG KULON YANG PATUT DIINGAT

  1. Pastikan Anda sudah memesan segala kebutuhan perjalanan wisata ke Ujung Kulon. Manfaatkan jasa Agen travel wisata yang akan mengakomodir segala persiapan, termasuk menyiapkan transportasi, akomodasi, dan tur di sekeliling Ujung Kulon bersama pemandu wisata. Bila perlu pastikan Anda sudah mengantongi tiket pemesanan di penginapan. Tentu, Anda tidak ingin sesampainya di Ujung Kulon, menjadi terlantar karena penginapan penuh atau tidak mendapatkan kano.
  2. Bayar tanda jadi

Beberapa penginapan di Pulau Peucang bahkan meminta uang muka atau uang tanda jadi untuk memesan kamar. Tidak masalah, demi kenyamanan seluruh keluarga atau rombongan Anda sebaiknya urusan penginapan memang sangat diperhatikan. Selain itu, jika Anda ingin merasakan sensasi berkemah di Pulau Handeleum atau berkano di Sungai Cigenter, lakukan konfirmasi ke pihak petugas pulau terlebih dahulu dan bernegosiasi soal harga.

  1. Datang beramai-ramai atau grup agar lebih murah

Jika dihitung-hitung, total pengeluaran berlibur ke ujung kulon selama beberapa hari bisa mencapai Rp 10 juta sampai Rp 15 juta. Tentu, harga ini bukan harga yang murah bagi sebagian besar pengunjung. Akan tetapi, jika Anda ingin menghemat bujet atau anggaran liburan. Datanglah dengan grup atau rombongan.

Selama Anda datang dengan jumlah orang mencapai 30 hingga 50 orang, biaya yang dikeluarkan akan jauh lebih hemat. Agen travel wisata pun tidak akan segan untuk memberikan diskon harga di awal reservasi. Maka dari itu, ajak serta teman-teman kantor ataupun reuni bersama sahabat lama ke Ujung Kulon dengan paket wisata hemat dari Agen travel wisata. Liburan Anda akan terasa lebih berkesan, hemat dan tidak perlu repot menyiapkan segala keperluan sendiri.

***

Siapa pun tak dapat menyangkal bila Pulau Panaitan menyimpan sejuta pesona. Berbagai macam objek wisata, mulai dari wisata bahari, hiburan atau olahraga air, adventure atau petualangan. Hingga wisata sejarah mengenal berbagai situs-situs peninggalan bersejarah, dapat Anda nikmati di Pulau Panaitan ini.  Selamat berlibur ke Pulau Panaitan Pandeglang, Banten! (jari adventure-det img Island: Panaitan)

Jari Adventure

Informasi tour, travel, dan transportation.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.