Oh Ternyata Ini Pasar Tertua dan Termegah di Dunia, Koleksinya Lengkap!

Sejak peradaban manusia dimulai, pasar sebagai tempat transaksi jual beli kemungkinan besar sudah ada. Itu artinya, pasar sudah eksis sejak berabad-abad silam.

Baik di kota-kota Timur Tengah, Asia, hingga Eropa, pasar sudah ada sejak ribuan tahun lalu.

Nah, tahukah Anda, ada lho pasar yang didirikan pertama kali sebagai pusat ekonomi dan kegiatan bisnis masyarakat? Ya, bukan pasar biasa, pasar ini tepat berada di perbatasan benua Asia dan Eropa.

Satu-satunya pasar yang dikenal paling tua dan pertama di dunia, bernama Grand Bazaar berlokasi di Istanbul, Turki.

 

Pusat perbelanjaan termegah dan pertama di dunia

 

Grand Bazaar adalah pasar indoor atau di dalam ruangan yang berarsitektur sangat megah dan rumit. Di dalamnya ada banyak jalan berliku seperti labirin melalui 61 jalan tertutup.

Arsitektur bangunan yang megah memungkinkan ribuan pedagang mendirikan toko-toko di dalam gapura dan dinding.

Karena struktur bangunan yang bervariasi, pasar tradisional ini membuat pedagang cenderung membuka dagangan secara besar-besaran dan megah. Bahkan, banyak orang yang menyebut bahwa Grand Bazaar adalah pusat perbelanjaan pertama di dunia.

 

Terdapat ribuan toko pedagang

 

Tak kurang dari 4.000 toko yang memenuhi Grand Bazaar tersebar di area seluas 30.700 m2. Pembangunan tahap pertama pasar ini dimulai sekitar musim dingin pada tahun 1455.

Butuh waktu 5 tahun untuk menyelesaikan pembangunannya. Pasar yang antik dan megah ini merupakan perwujudan inisiati pemerintahan Kekaisaran Ottoman yang telah menaklukkan Konstantinopel di Turki.

Harapannya, dengan memiliki pasar yang megah dan besar, ekonomi masyarakat juga akan semakin tumbuh. Benar saja! Dalam waktu singkat, Istanbul menjadi pusat transit utama jalur perdagangan antara Eropa dan Asia.

Para pelancong di seluruh dunia berkomentar bahwa Grand Bazaar memiliki koleksi barang yang lengkap dan kualitas terjamin.

 

Sempat terbakar

 

Beberapa kali Grand Bazaar sempat mengalami kerusakan akibat kebakaran hebat yang terjadi sejak pertama kali dibangun. Selain itu, bangunan berniaga ini juga pernah diguncang gempa bumi.

Bahkan, sejak runtuhnya Kekaisaran Ottoman, Grand Bazaar juga sempat mengalami kemunduran akibat produksi manufaktur yang lebih maju dan berkembang di dunia Barat.

 

Bangkitnya Grand Bazaar

 

Sejak pertama kali dibangun, Grand Bazaar sebenarnya tidak pernah dirancang untuk atraksi turis. Melainkan, dibangun sebagai tempat bisnis formal di mana, antara penjual dan pembeli bisa mendapatkan keuntungan sesuai kebutuhan.

Akan tetapi, karena seiring perkembangan zaman, Grand Bazaar kemudian direnovasi dan dibangun kembali dengan struktur seperti labirin.

Para pedagang tidak lagi dikumpulkan berdasarkan jenis barang yang dijual. Toko-toko dan kios sekarang dikelola dan diatur agar bisa lebih menarik minat pembeli atau pelancong yang datang berbelanja.

baca juga:

6 Masjid Terindah di Dunia yang Megah, Indonesia Termasuk!

 

Harga bisa dinego

 

Hal lain yang paling terkenal dari Grand Bazaar selain penampilannya yang spektakuler, adalah suara tawar – menawar yang agresif dan barter. Metode perdagangan ini sebenarnya merupakan tradisi yang cukup modern.

Sebab, selama era Ottoman, harga dari pedagang sudah ditetapkan oleh pusat. Sekarang, pelancong bisa mendapatkan harga yang jauh lebih murah dengan cara negosiasi atau tawar-menawar.

Sebaiknya, disarankan ketika berbelanja di Grand Bazaar, Anda membawa seorang pemandu wisata yang fasih berbahasa Turki agar lebih mudah melakukan penawaran harga terbaik.

Biasanya, jika membeli barang dalam jumlah besar, harganya akan lebih miring.

Di hari-hari aktivitas biasa, tidak kurang dari 250.000 pengunjung yang akan memadati Grand Bazaar setiap hari dan menjadikannya sebagai salah satu tempat paling banyak dikunjungi orang di seluruh dunia.

 

Namun, ketika pandemi virus corona melanda atau Covid-19 global, Grand Bazaar sempat ditutup selama beberapa minggu. Kini di era New Normal, Grand Bazaar sudah dibuka kembali untuk masyarakat dan turis Internasional.

Hanya saja, diharapkan para pengunjung tetap mematuhi protokol kesehatan standar yang diberlakukan pemerintah setempat. Seperti memakai masker, mencuci tangan, menggunakan face shield, dan mendesinfektan tangan maupun benda yang sudah disentuh untuk mencegah penularan COVID19.

Semoga saja Grand Bazaar akan kembali dipadati pengunjung dan mengembalikan kejayaannya di masa lampau!

Jari Adventure

Informasi tour, travel, dan transportation.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.