Menginap di Gua Drakensberg ala Manusia Purba, Berani Coba?

Tebing batu pasir Afrika Selatan yang tersusun di pegunungan Drakensberg di Lesotho, tempat Anda dapat merangkul Ibu Pertiwi dalam semua kemuliaannya yang segar dan berembun. Selalu menarik bagi para pendaki dan pecinta alam.

 

Lantas, cara apa yang lebih baik untuk melepaskan diri dari belenggu urban selain bermalam di gua alami, sebagaimana pernah dilakukan nenek moyang kita ratusan tahun yang lalu?

 

  1. Apa yang membuat Drakensberg begitu istimewa?

Pegunungan Drakensberg termasuk dalam situs Warisan Dunia Taman Maloti-Drakensberg. Salah satu kawasan konservasi terbesar dan paling tidak dapat diakses secara komersial di Afrika Selatan. Itu penuh dengan ngarai, tebing yang menjulang ke langit, lembah yang indah dan, tentu saja, banyak gua batu pasir.

 

Satwa liar di daerah tersebut termasuk badak, rusa kutub, dan berbagai pemakan rumput, sedangkan daftar tanaman yang mengesankan menampilkan banyak spesies langka dan endemik.

 

  1. Persiapkan diri untuk bermalam di gua

Ada banyak gua semalam yang dapat dipilih di Drakensberg, lalu ukuran serta pemandangannya berbeda-beda. Meskipun banyak yang harus dipesan terlebih dahulu, beberapa beroperasi atas dasar siapa cepat dia dapat, tetapi umumnya lebih kecil dan jauh dari jalur umum.

 

Untuk mencapai salah satu gua membutuhkan pendakian, dan jangan mengharapkan layanan rumah tangga. Namun, datanglah dengan semua perlengkapan berkemah yang Anda perlukan selama tinggal di sini, serta makanan dan air yang cukup.

 

Membiasakan diri dengan etiket berkemah di gua juga merupakan ide yang bagus. Untungnya, daftar ini tidak terlalu rumit. Intinya adalah tidak meninggalkan apa pun selain jejak kaki Anda. Para pekemah harus membuang semua sampahnya, kecuali yang dapat terurai secara alami dan dapat dikubur.

 

Anda juga harus mengubur kotoran manusia, karena itu tidak ada salahnya untuk membawa sekop kecil. Dilarang menyalakan api. Selain berpotensi membakar semak-semak, asap juga bisa memenuhi gua dan melapisi dindingnya dengan jelaga. Akibatnya, dinding gua tidak bisa lagi dihuni oleh makhluk kecil yang biasa tinggal di celah-celah.

 

  1. Ada beberapa alternatif

Salah satu gua paling populer dan paling mudah dijangkau dalam semalam di Drakensberg adalah Gua Sherman. Jalan setapak dimulai tepat di bawah Cathedral Peak Hotel untuk mengarah ke seberang sungai dan mendaki lereng curam menuju puncak dengan nama yang sama.

 

Anda akan melewati ngarai berhutan dengan kolam alami. Ini membutuhkan waktu sekitar dua jam  sebelum Anda tiba di tempat tujuan, lantas tertidur seperti bayi, seolah terbungkus dalam pelukan bumi.

 

Gua yang dalam memiliki overhang rendah dan bisa menampung 10 pendaki, karena sebagian besar lantainya rata. Sementara itu, atapnya terbilang rendah. Jadi, bersiaplah untuk membungkuk saat melintas di dalam gua. Pemandangan pegunungan di sekitarnya sangat spektakuler. Dijamin Anda akan terpesona.

 

Sebenarnya, masih tersedia banyak gua di area Drakensberg yang menyimpan seni cadas San kuno. Hanya saja, Anda dilarang berkemah di sini. Meski begitu, gua-gua lain siap membawa Anda pada petualangan tak terlupakan.

 

baca juga:

Sebelum Melakukan Perjalanan, Apa Sih yang Perlu Direncanakan?

 

  1. Kemewahan tak terduga di bawah batu

Jika Anda tidak bisa nyaman di kasur berkemah tetapi masih ingin merasakan sensasi tidur di gua, pertimbangkan Antbear Lodge, dengan unit akomodasi cantik yang dibangun di bawah batu. Pintu kaca terbuka ke dek kayu dilengkapi hammock, di mana Anda dapat menikmati pemandangan pegunungan Drakensberg yang spektakuler.

 

Menawarkan kenyaman bernuansa petualangan. Tersedia bathtub spa, perapian, dan seni cadas yang dilukis di dindingnya. Penginapan ini mendukung pariwisata yang berkelanjutan. Makanannya terbuat dari bahan-bahan organik, diikuti perabotan artistik dan inspiratif karya penduduk lokal.

 

Terkesan bagai representasi kehidupan manusia gua yang paling mewah, di mana Anda dapat memanjakan diri dengan pengalaman makan malam pribadi. Ditemani cahaya lilin di dek gua, serta kerlap-kerlip bintang di angkasa.

Menghabiskan semalam suntuk di salah satu gua yang ada di Drakensberg, tampaknya bukanlah pilihan buruk. Bahkan, jika memungkinkan, harus Anda coba paling tidak sekali seumur hidup. Namun demikian, pastikan Anda mengikuti aturan yang berlaku di sana.

Jari Adventure

Informasi tour, travel, dan transportation.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.