Mengenal Museum Seni Rupa dan Keramik Jakarta

Bila Anda sedang menjelajah Kota Tua Jakarta dan mampir ke Museum Fatahillah, tak ada salahnya Anda juga mengunjungi museum yang satu ini. Ya, Museum Seni Rupa dan Keramik memang terletak tak begitu jauh dari Museum Fatahillah. Anda hanya perlu melangkah ke timur Taman Fatahillah di depan Museum Sejarah Jakarta. Gedung bergaya kolonial yang digunakan sebagai Museum Seni Rupa dan Keramik akan segera terlihat. Penasaran dengan sejarah dan koleksi yang dimiliki oleh Museum Seni Rupa dan Keramik ini? Yuk, ikuti penjelasannya berikut ini!

Gedung yang digunakan sebagai Museum Seni Rupa dan Keramik ini didirikan pada 12 Januari 1870. Awalnya dipakai oleh Pemerintah Hindia Belanda untuk Kantor Dewan Kehakiman pada Benteng Batavia (Ordinaris Raad van Justitie Binnen Het Kasteel Batavia). Kemudian pada masa pendudukan Jepang dan perjuangan kemerdekaan Indonesia, gedung ini beralihfungsi sebagai asrama militer. Pada tahun 1967, gedung ini digunakan sebagai Kantor Walikota Jakarta. Setelah dipergunakan sebagai Kantor Dinas Museum dan Sejarah DKI Jakarta untuk periode 1968-1975, gedung ini pun diresmikan oleh Presiden Soharto sebagai Gedung Balai Seni Rupa pada 20 Agustus 1976.

Kurang dari setahun, tepatnya pada 10 Juni 1977, Gubernur DKI Jakarta, Ali Sadikin, meresmikan Museum Keramik yang juga berada di dalam gedung ini. Baru kemudian pada tahun 1990, bangunan itu akhirnya digunakan sebagai Museum Seni Rupa dan Keramik dibawah pengawasan dari Dinas Kebudayaan dan Permuseuman DKI Jakarta.

Museum ini sangat menarik untuk dikunjungi sebab menyimpan koleksi-koleksi seni rupa dan keramik yang sangat beragam dan banyak. Untuk karya seni rupa, museum ini memiliki lebih dari 500 koleksi yang terbuat dari berbagai bahan dan teknik yang berbeda, seperti patung, totem kayu, batik lukis, grafis dan sketsa. Terdapat pula beberapa koleksi unggulan dan sangat penting bagi sejarah seni rupa Indonesia, seperti lukisan yang berjudul ‘Pengantin Revolusi’ karya Hendra Gunawan, ‘Bupati Cianjur’ karya Raden Saleh, ‘Ibu Menyusui’ karya Dullah, ‘Seiko’ karya S.Sudjojono, dan ‘Potret Diri’karya Affandi.

 

Baca Juga : Mengenal Sejarah Prangko di Museum Prangko Indonesia

 

Museum juga menyimpan karya seni berupa patung yang bercirikan klasik tradisional dari Bali serta totem kayu yang magis dan simbolis karya I Wayan Tjokot dan keluarga besarnya. Ada pula totem dan patung kayu karya para seniman modern, seperti G.Sidharta, Oesman Effendi,.disusul karya-karya ciptaan seniman lulusan akademis, sebut saja Fajar Sidik, Kusnadi,.Rusli, Nashar, Achmad Sadali, Amri Yahya, Srihadi S, Zaini, Amang Rahman, Popo Iskandar, Suparto,.Irsam, Mulyadi W, Abas Alibasyah, AS Budiman, Barli, Sudjana Kerton, dan seniman lainnya dari berbagai daerah di Nusantara.

Bagi penggemar keramik, Anda dapat menjumpai banyak sekali koleksi keramik di museum ini, mulai dari keramik lokal hingga keramik asing. Koleksi keramik lokal dikumpulkan dari sentra industri daerah, seperti Aceh, Bali, Bandung, Jakarta,. Malang, Medan, Palembang, Lampung, Lombok, Purwakarta, Yogyakarta, dll. Diantara koleksi-koleksi ini terdapat koleksi keramik yang berharga, antara lain keramik jaman Majapahit dari abad ke-14 yang berupa.periuk, celengan, terakota, pasu, kendi, dan relief. Koleksi keramik dari luar negeri yang dimiliki museum berasal dari beberapa negara, antara lain Cina, Belanda, Timur Tengah, Jerman, Jepang, Thailand dan Vietnam. Koleksi keramik tertua yang dimiliki museum adalah sebuah guci yang berasal dari zaman Dinasti Tang (618 – 969 M). Museum juga menyimpan koleksi keramik Cina yang berasal dari Dinasti Song (960 – 1279 M),.Dinasti Yuan (1280 – 1368 M), Dinasti Ming (1369 – 1644 M) dan Dinasti Qing (1645 – 1912 M).

Selain ruang pameran, Museum Seni Rupa dan Keramik juga dilengkapi dengan perpustakaan yang memiliki buku-buku seni rupa dan keramik. Koleksi ini bisa digunakan sebagai panduan tentang kesenirupaan. Menariknya, museum juga dilengkapi dengan studio gerabah. Yang dipakai sebagai tempat pelatihan membuat gerabah untuk umum.  menggunakan teknik pinching (pijit), cetak, roda putar, dan lainnya. Terdapat juga oven untuk pembakaran gerabah. Bagi Anda yang ingin membeli cindera mata, musuem menyediakan aneka sovenir menarik. berupa kartu pos, buku seni rupa, kerajinan, lukisan, sketsa, keramik lucu dan lain-lain yang bisa Anda beli di toko cindera mata.

Tertarik untuk berkunjung ke Museum Seni Rupa dan Keramik? Datang saja langsung ke lokasi yang beralamat di Jalan Pos Kota No. 2 Jakarta Barat (Taman Fatahilla). Jam operasional museum adalah pukul 09.00-15.00 WIB dari Selasa hingga Minggu. Museum akan tutup di hari Senin dan Hari Libur Nasional. Harga tiket masuknya pun cukup terjangkau, yakni Rp. 5000,- untuk dewasa, Rp. 3000,- untuk mahasiswa dan Rp. 2000,- untuk anak-anak. Bila Anda berkunjung bersama dengan rombongan yang berjumlah minimal 30 orang, Anda akan mendapatkan potongan harga yang cukup signifikan. Selamat berkunjung!    (jari adventure-det)

 

Jari Adventure

Informasi tour, travel, dan transportation.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.