Masjid Pusaka Banua Lawas di Tabalong

Masjid Pusaka Banua Lawas – Identik sebagai wilayah yang religius, Kalimantan Selatan mempunyai banyak bangunan ibadah yang juga menarik sebagai tempat wisata. Sebut saja Masjid Sultan Suriansyah di Banjarmasin, Masjid Agung Al Karomah Martapura di Banjar, Masjid Jami Sungai Banar di Hulu Sunai Utara atau Masjid Keramat Pelajau di Hulu Sungai Tengah. Semunya memiliki keunikan tersendiri hingga sayang sekali bila dilewatkan begitu saja. Bila Anda sedang berada di Kabupaten Tabalong, Anda juga bisa mampir ke salah satu masjid tertua di sana dan juga dikeramatkan. Namanya Masjid Pusaka Banua Lawas. Seperti apa masjid yang menjadi kebanggaan masyarakat Tabalong ini? Yuk simak ulasan tentang Masjid Pusaka Banua Lawas berikut ini!

Ramai di Hari Rabu

Masjid Pusaka Banua Lawas merupakan sebuah masjid tua yang berlokasi di Desa Banua Lawas, Kabupaten Tabalong, Kalimantan Selatan. Masyarakat setempat juga menyebut masjid ini dengan nama Masjid Pasar Arba karena jumlah pengunjung atau peziarah akan meningkat tajam pada hari Rabu (Arba). Masjid Pusaka Banua Lawas tak hanya menjadi tempat ibadah bagi warga muslim yang ada di sana tetapi juga menjadi bukti sejarah atau tonggak masuknya Islam di kalangan suku Dayak Maanyan di Kabupaten Tabalong.

Mungkin Anda bertanya-tanya mengapa Masjid Pusaka Banua Lawas selalu padat dikunjungi peziarah di setiap Rabu. Ya, karena hari Rabu bertepatan dengan hari pasar di Banua Lawas. Selain beribadah seperti sholat sunat tahiyatul masjid dan membaca Surah Ya Sin, masyarakat yang datang ke masjid juga menyempatkan diri untuk berziarah pada hari itu.

Memang, terdapat pekuburan warga setempat yang berada di samping masjid. Pekuburan ini terbilang sudah cukup lama berada di sana. Di salah satu sisinya dapat ditemukan sebuah bangunan atau kubah yang merupakan makam Penghulu Rasyid, pejuang Banjar asal Telaga Itar yang meninggal di Banua Lawas pada 1861. Beliau terkenal akan jiwa patriotismenya untuk membela Kesultanan Banjar dari jajahan Belanda. beliau juga dikenal sebagai salah satu pemimpin Gerakan Baratib Baamal.

Sebagian dari pengunjung yang datang ke masjid tua berarsitektur tradisional beratap tumpang tiga ini terkadang juga mempunyai maksud lain, seperti membayar nazar karena harapannya telah terkabul.

Sejarah

Masjid Pusaka Banua Lawas dibangun pada tahun 1625 Masehi atas inisiatif Khatib Dayan dan saudaranya Sultan Abdurrahman (dari Kesultanan Banjar yang berpusat di Kuin). Mereka kemudian dibantu oleh tokoh-tokoh masyarakat Dayak, beserta Datu Ranggana, Datu Saripanji, Langlang Buana, Datu Kartamina, Taruntung Manau, Layar Sampit, Pambalah Batung, Timba Sagara, dan Garuntung Waluh hingga akhirnya masjid berdiri dengan kokoh.

Keunikan

Sebagai masjid tertua dan juga dikeramatkan, Masjid Pusaka Banua Lawas selalu ramai didatangi peziarah terutama ketika hari Rabu. Tak hanya dari Kalimantan Selatan saja, masjid pusaka juga banyak dikunjungi peziarah dari luar, termasuk Kalimantan Timur. Masjid ini juga menyimpan banyak benda pusaka, diantaranya beduk asli dan petaka sepanjang 110 cm. Selain itu, terdapat dua tajau atau guci tempat penampungan air yang dulunya digunakan oleh masyarakat Dayak untuk memandikan anak yang baru lahir. Meskipun usianya sudah mencapai 400 tahunan, kedua tajau ini masih seperti wujud aslinya dan warnanya tak mengalami perubahan meski setiap harinya terkena sengatan matahari. Tajau-tajau tersebut diletakkan di teras depan Masjid Pusaka Banua Lawas. Banyak peziarah yang datang kemudian membawa pulang air dari tajau-tajau tersebut. Mereka meyakini bahwa air dalam tajau memiliki berkah bila digunakan untuk minum ataupun membasuh muka.

Dahulu tempat pemujaan Suku Manyaan

Menurut kisah yang berkembang di kalangan masyarakat Banua Lawas. Tepat di lokasi Masjid Pusaka Banua Lawas dulunya. Berdiri semacam pesanggrahan atau tempat pemujaan kepercayaan Kaharingan suku Maanyan dalam bentuk yang sederhana. Tempat pemujaan yang sudah ada jauh sebelum agama Hindu dan Islam berkembang tersebut dianggap sebagai tempat yang sakral. Dan memiliki manfaat yang sangat besar bagi suku Manyaan yang tinggal di sana. Suku Maanyan kemudian menyebut daerah lokasi bangunan pemujaan tersebut sebagai Banua Lawas atau Banua Usang. Dari Banua Lawas inilah kemungkinan daerah-daerah lain di sekitarnya mulai berkembang.

Namun, diperkirakan terjadi suatu peristiwa yang besar hingga memaksa penduduk Suku Maanyan untuk meninggalkan kampung halaman mereka. Dan membangun perkampungan baru. Menurut cerita yang berkembang di Banua Lawas, penduduk Maanyan ini menyingkir karena tidak bersedia menerima ajaran Islam. Versi lain juga menyebutkan bahwa perginya mereka dari kampung halaman akibat dari kerusuhan politik di negeri mereka.

Apapun versinya, di Banua Lawas kini berdiri sebuah masjid keramat yang banyak dikunjungi masyarakat baik untuk beribadah dan berziarah ataupun sekedar berwisata.

Baca juga: Soto Banjar, Kuliner Terpopuler Asal Kalimantan Selatan

Tips berkunjung ke Masjid Pusaka Banua Lawas

Berlibur ke tempat wisata religius bagi sebagian besar pelancong menjadi salah satu destinasi wisata yang menarik. Tidak hanya menyegarkan hati dan pikiran, sejarah serta latar-belakang pembangunan masjid yang unik. Terkadang juga memberikan tambahan wawasan baru yang sangat menarik untuk disimak dan diambil hikmahnya. Sebelum Anda berkunjung ke Masjid Pusaka Banua Lawas, mari ikuti tips yang perlu diperhatikan para pengunjung berikut:

  1. Menjaga kesopanan

Tempat ibadah milik agama mana saja, merupakan tempat suci yang sangat dihormati oleh para penganutnya. Termasuk masjid, pura, klenteng atau apa pun jenisnya. Siapa saja yang berkunjung dihimbau tetap menjaga kesopanan baik dari segi perilaku maupun busana. Cobalah untuk memakai pakaian yang tertutup. Atau bawa saja selendang yang bisa dipakai untuk bawahan atau menutupi bagian kepala dan dada dengan praktis. Akan lebih baik lagi jika Anda sudah mempersiapkan diri sejak dari rumah memakai busana yang sopan dan tertutup/tidak menunjukkan kulit.

  1. Menjaga ketenangan

Di dalam maupun di luar Masjid Pusaka Banua Lawas, para pengunjung yang hendak melihat-lihat keunikan Masjid Pusaka Banua Lawas disarankan agar selalu mematuhi tata tertib yang diberlakukan oleh pihak takmir masjid/pengelola Masjid Pusaka Banua Lawas. Dihimbau untuk selalu menjaga ketenangan karena pada hari-hari tertentu Masjid Pusaka Banua Lawas juga dipakai untuk beribadah. Bicaralah dengan sopan dan pelan-pelan. Bila membawa buah hati yang masih kecil, dimohon untuk menjaga si kecil agar tidak mengganggu para pengunjung yang sedang beribadah di dalam masjid.

  1. Menjaga Kebersihan

Para pengunjung yang sudah mempersiapkan liburan ke Masjid Pusaka Banua Lawas sebagai salah satu destinasi wisata religi, mungkin saja juga telah menyiapkan perbekalan berupa makanan dan minuman sejak dari rumah. Demi menjaga kesucian dan kebersihan Masjid Pusaka Banua Lawas, cobalah untuk memastikan tidak ada sampah bekas bungkus makanan atau minuman kita yang tercecer di sekitar lokasi masjid. Kebersihan adalah sebagian dari iman kita. Pastikan agar si kecil atau mungkin anggota rombongan kita juga membuang sampah di tempat yang sudah disediakan.

***

Mengunjungi Masjid Pusaka Banua Lawas akan memberikan penyegaran spiritual dan menambah semangat dalam menjalani hidup. Karena banyak nila-nilai religi yang positif bisa diambil selama perjalanan wisata ke Masjid Pusaka Banua Lawas. Selamat berkunjung ya… (jari adventure-det)

Jari Adventure

Informasi tour, travel, dan transportation.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.