12 Kalimat Slang di Thailand yang Perlu Anda Pelajari Sebelum Berkunjung

Apa Anda kesulitan memahami bahasa gaul di Thailand? Berikut ini rangkuman beberapa slang yang kerap digunakan di Negeri Gajah Putih.

Perlu diingat, penggunaan bahasa gaul yang salah berpotensi mengundang pelanggaran. Karenanya, Anda harus berhati-hati. Apabil mengalami keraguan, lebih baik tidak perlu diucapkan.

  1. Goo (I) dan Meung (You)

Goo merupakan kosa kata informal untuk menyebut diri sendiri, sedangkan meung untuk orang lain.

Jauh berbeda dengan kata standar seperti pommer (pria) dan chan (wanita), goo bisa dipakai merepresentasikan orang pertama dari jenis kelamin apa pun.

Namun, ini hanya bisa diucapkan ketika bersama teman dekat, tidak berlaku untuk masyarakat luas.

 

  1. Jaap (cool)

Jaap berarti keren, mengagumkan, atau sangat bagus. Biasanya digunakan untuk mengungkapkan kekaguman atau apresiasi terhadap sesuatu.

Kosa kata yang lebih sering digunakan oleh kawula muda di Thailand.

 

  1. Gig (Lover)

Gig bermakna kekasih kasual seseorang dan dapat digunakan untuk merujuk laki-laki ataupun perempuan. Dalam padanan bahasa Inggris, bisa jadi setara dengan “friend with benefits”.

 

  1. Jaow Chew (Playboy)

Jaow Chew merujuk pada seseorang yang bersifat playboy. Namun, ini tidak selalu berkonotasi negatif. Sangat bergantung terhadap konteks. Kerap kali justru digunakan sebagai bahan lelucon. Jarang digunakan dengan tujuan menghina.

 

  1. Kwai (Buffalo)

Kwai merupakan sebutan kerbau dalam bahasa Thailand. Pemakaiannya sangat bergantung pada konteks. Namun, tidak jarang kosa kata ini diartikan sebagai istilah yang agak mirip dengan orang bodoh.

 

baca juga:

Tinggalkan Phuket, Pulau Bekas Penjara Jadi Alternatif Liburan ‘Tenang’ di Thailand

 

  1. Dek Naew (Hip Young Person)

Dek naew merujuk pada kawula muda yang perlu mengikuti seluruh tren terkini. Umumnya digambarkan sebagai orang yang senantiasa menggunakan fashion mode terbaru, hingga gadget terbaru.

Intinya, bersedia melakukan apa saja agar terlihat keren. Dalam padanan bahasa Indonesia, agaknya istilah ini sedikit mirip dengan latah atau ikut-ikutan.

 

  1. Ting Tong (Mad)

Ting tong biasanya dipakai untuk merujuk kepada seseorang yang dianggap aneh, tidak biasa atau eksentrik. Ini memiliki makna yang luas, baik itu dari segi penampilan, perkataan, sikap, ataupun tindakan.

 

  1. Pa-Sa Dok Mai (Flower Langue)

Pa-sa dok mai secara harfiah  diartikan sebagai bahasa bunga. Jika seseorang dianggap berbicara dengan gaya pa-sa dok mai, artinya setara kata-kata cinta yang lembut dan puitis.

Bisa jadi mirip dengan istilah ‘gombalan’ atau ‘rayuan’ dalam pergaulan kawula muda di Indonesia.

 

  1. High So (High Society)

Diadopsi dari frasa bahasa Ingris, high society. High so dalam bahasa Thailand merujuk kepada orang kaya atau orang dengan latar belakang yang makmur. Intinya, golongan penduduk kelas atas.

 

  1. Mao Moi (To Gossip)

Mao moi merupakan kosa kata gaul yang menggambarkan aktivitas berbicara di belakang punggung seseorang.

Bagian pertama dalam kosa kata tersebut diadopsi dari bahasa Inggris ‘mouth’, yang berarti mulut. Secara sederhana, mao moi sama dengan gosip atau gibah.

 

  1. Tang (Money)

Tang adalah kosa kata gaul sehari-hari yang berarti uang. Ini diadopsi dari kata satang, satuan mata uang Thailand. Mayoritas orang hanya tahu bahwa Thailand menggunakan mata uang bhat.

Pada kenyataannya, satu bhat bisa dibagi lagi menjadi 100 satang. Namun, saat ini satang mulai jarang ditemukan karena memiliki nilai tukar yang rendah.

Di samping itu, bentuknya relatif kecil sehingga banyak toko enggan menerima koin tersebut.

 

  1. Joy (Sad)

Bagi negeri penuh senyuman seperti Thailand, makna joy justru berbanding terbalik dengan kosa kata dalam bahasa Internasional.

Umumnya, Anda pasti akan mengartikan joy sebagai kegembiraan atau keceriaan bila merujuk pada kosa kata Inggris.

Namun, ternyata bahasa gaul Thailand memaknai joy serupa kesedihan. Ini lebih dari sekadar perasaan agak muram saat mood memburuk. Joy di Thailand melukiskan keputusasaan, kesedihan, atau frustrasi.

 

Pada faktanya, manusia itu unik. Setiap wilayah memiliki ciri khas berbeda, baik dari segi budaya, pola hidup, maupun bahasa.

Namun, alangkah baiknya Anda bersikap sesuai tempat di mana kaki berpijak. Apabila Anda tertarik menunjungi Negeri Gajah Putih ini, tidak ada salahnya mempelajari slang setempat telebih dahulu.

Jari Adventure

Informasi tour, travel, dan transportation.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.