Perjalanan Budaya Muslim, Jelajah Ramadhan di Marrakesh

Banyak orang mengasosiasikan Kota Marrakesh yang berusia seribu tahun dengan gang labirin dan penjinak ular. Memang benar demikian, tetapi pada waktu yang sama juga tampak kuno dan modern. Tempat yang dijuluki Kota Merah ini menyimpan banyak sekali hal keren dan bersejarah. Dapat membawa para pelancong pada pengalaman autentik tak terlupakan.

Bayangkan, Anda meminum koktail dengan bumbu rempah-rempah di bar bawah tanah, menikmati daging domba yang dimasak lambat, dan menyaksikan pengrajin sedang bekerja. Berikut sederet perjalanan budaya yang bisa Anda jadikan referensi selama menjelajahi Marrakesh.

 

  1. Menikmati panorama dan budaya luar biasa di Heritage Museum

Anda bisa menghabiskan beberapa jam menjelajahi tempat eklektik ini, butuh lima menit berjalan kaki dari alun-alun Jemaa el-Fna. Heritage Museum bertempat di dalam riad abad ke-17 di jantung kota, menampilkan penyebaran artefak antik Maroko yang menawan dari keluarga Alouani Bibi.

 

Saat menelusuri ruang pameran, Anda akan menemukan beragam pajangan menarik, mulai dari tembikar kuno hingga perhiasan suku. Dilengkapi sebuah kafe rooftop bernuansa tenang sehingga patut dikunjungi. Anda pun akan disuguhkan panorama keramaian pasar dari atas gedung.

 

  1. Berburu foto Instagramable di Jardin Majorelle

Temukan zen di salah satu kebun raya paling terkenal di Marrakesh, Jardin Majorelle, yang mencakup lebih dari 1 hektare. Taman artistik, berpusat di sekitar bangunan biru elektrik, dibuat selama 40 tahun oleh pelukis Prancis Jacques Majorelle.

 

Dimiliki bersama oleh perancang busana Yves Saint Laurent dan mitra bisnisnya Pierre Bergé selama bertahun-tahun dan yang menyelamatkannya dari penghancuran. Bambu, palem, dan kaktus menjadi perpaduan yang Instagramable.

 

Selain itu, tamannya juga dilengkapi museum yang memamerkan hubungan Yves Saint Laurent dengan Marrakesh. Jika Anda bepergian menggunakan bus kota, hanya perlu berjalan kaki sebentar dari halte Boukar Majorelle.

 

  1. Berpetualang ke masa lalu di Le Jardin Secret

Le Jardin Secret, riad terpencil di jantung Medina di Rue Mouassine. Riad merupakan rumah tradisional Maroko. Memiliki dua taman, museum, butik, dan dua kafe. Bangunan ini sudah ada sejak lebih dari 400 tahun yang lalu, tetapi direnovasi kembali pada pertengahan abad ke-19.

 

Selama bertahun-tahun, dijadikan lokasi penampungan beberapa tokoh politik terpenting Maroko. Naiklah ke menaranya, salah satu yang tertinggi di Medina, untuk menikmati pemandangan membentang hingga ke Pegunungan Atlas.

 

Habiskan waktu untuk berjalan-jalan mengamati keindahan taman. Disarankan berkunjung pada pagi hari saat suasana lebih tenang. Di samping itu, jangan lupa untuk mengikuti tur terpandu guna mempelajari lebih lanjut tentang sejarahnya.

 

  1. Mempelajari kembali sejarah di Bahia Palace

Istana abad ke-19 ini, terletak di atas lahan seluas 2 hektare di tengah Medina. Termasuk salah satu situs sejarah yang paling terpelihara di Marrakesh. Dibangun oleh Wazir Agung Si Musa pada tahun 1860-an dan kemudian diperluas oleh putranya, Si Ba Ahmed, untuk empat istri dan 24 selirnya.

 

Terdiri dari 150 kamar bernuansa Andalusia dan Moor dengan pengaruh marquetry yang rumit. Namun, pièce de résistance adalah Pengadilan Kehormatan, dilengkapi lantai 1.500sqm yang terbuat dari marmer Italia.

 

Baca juga:

Lebih Murah dan Fleksibel, Ternyata Ada 6 Keuntungan Mudik Naik Bus

 

  1. Mencicipi koktail rempah-rempah Maroko di Barometer

Anda pencinta koktail? Pergilah ke Barometer eksperimental, tempat hiburan malam, bar, dan restoran terbaik di Marrakesh. Ditemani menu klasik, bar bawah tanah ini menghadirkan sedikit nuansa Medina dengan minuman beralkohol rempah-rempah lokal. Kunjungi pula Pasar Marrakesh, memadukan wiski bersama kayu manis, jeruk, dan kunyit.

 

  1. Menyaksikan sunset saat makan malam di Nomad

Tersedia beberapa pilihan ketika Anda mengunjungi restoran rooftop kota tua ditemani pemandangan matahari terbenam dari Pegunungan Atlas. Namun, Nomad berada di kelasnya sendiri.

 

Disukai karena menawarkan kesegaran bahan-bahan lokal seperti rebusan daging domba dengan kulit jeruk, jahe, adas bintang, kaki ayam dibalut bumbu aprikot, kurma, dan jahe. Menjadi salah satu bar restoran rooftop terbaik, tak pelak membuatnya sangat populer.

Jadi, pesanlah lebih awal untuk mengamankan meja Anda. Selama bersenang-senang di Marrakesh, tetap pertimbangkan aspek kehalalan makanan jika Anda seorang muslim.

Jari Adventure

Informasi tour, travel, dan transportation.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.