Jangan Dilanggar, 8 Hal Ilegal di Brunei yang Perlu Diketahui Turis

Sementara Kesultanan Brunei mendapat sedikit turis, keindahan alam tak tersentuh dan budaya memesona menunggu mereka yang mau melakukan perjalanan ke sini.

Namun, semua itu disertai dengan beberapa undang-undang dan hukuman keras, mulai dari hukuman cambuk hingga hukuman penjara dalam waktu lama.

Brunei adalah negara kecil dengan seperangkat hukum dan adat istiadat yang tangguh. Beroperasi di bawah hukum Syariah, kesultanan Islam memiliki aturan ketat yang sejalan dengan penghormatan mendalam terhadap agama.

Wisatawan di Brunei diharapkan untuk mengikuti aturan ini secara cermat, dengan beberapa pengecualian bagi pengunjung asing. Untuk membantu kelancaran masa tinggal Anda di negara menakjubkan ini, berikut adalah 11 hal ilegal di Brunei yang wajib dihindari.

  1. Membeli alkohol dan minum di tempat umum.

Hukum syariah yang ketat di Brunei melarang penjualan alkohol. Namun, ada pengecualian bagi non Muslim berusia di atas 17 tahun, di mana diperbolehkan membawa dua liter minuman keras atau 12 kaleng bir ke negara ini setiap 48 jam.

Caranya dengan mengisi formulir bea cukai di bandara dan bawa ke mana pun Anda pergi untuk berjaga jika ada pemeriksaan sewaktu-waktu. Wisatawan dapat boleh minum alkohol di kamar hotel atau tempat tinggal pribadi selama tidak mabuk di tempat umum.

  1. Hukum ‘kedekatan’.

Adalah melanggar hukum di Brunei bagi pria dan wanita yang tidak memiliki hubungan darah atau menikah, untuk berduaan saja. Hal ini sama dengan beberapa negara di Timur Tengah, termasuk Arab Saudi.

Ini hanya benar-benar berlaku untuk Muslim Brunei, tetapi hukuman kadang-kadang bisa keras terutama ketika pihak berwenang mencurigai adanya perzinahan. Hal-hal yang mungkin tampak tidak berbahaya bagi kita seperti berjalan di mal atau duduk di taman bisa jadi ilegal di Brunei.

  1. Zina.

Melakukan perzinahan adalah larangan besar. Ini dianggap ilegal di Brunei dan dapat membawa hukuman kuno seperti rajam sampai mati. Undang-undang ini kemungkinan tidak akan mempengaruhi wisatawan kecuali jika melibatkan warga Brunei atau Muslim.

  1. Pasangan yang belum menikah berbagi kamar hotel.

Baik kedekatan dan undang-undang perzinahan membuatnya ilegal di Brunei bagi pasangan yang belum menikah untuk berbagi kamar hotel. Jika belum menikah, Anda harus menggunakan kamar terpisah. Ini masih berlaku jika Anda berada dalam hubungan jangka panjang dan belum menikah.

Beberapa hotel memeriksa, tetapi sebagian yang lain tidak. Hukumnya bisa tidak jelas dan pengecualian terkadang dibuat untuk turis asing. Jika Anda berada dalam situasi ini, hubungi hotel dan periksa kembali sebelum memesan kamar.

baca juga:

Berbekal Rp 500 Ribu, Ayo Berlibur dan Bersantai di 5 Hotel Paling Hits di Lombok

 

  1. LGBTQ.

Homoseksualitas sangat ilegal di Brunei. Sekalipun konsensual, itu tetap melanggar hukum. Dalam beberapa tahun terakhir, Kesultanan mendapat sorotan karena ingin mengadili mereka yang terbukti bersalah dengan hukuman mati.

  1. Makan di bulan Ramadan.

Selama bulan puasa, di Brunei dilarang bagi siapa pun untuk makan, minum, atau merokok di depan umum. Warga Muslim bisa menghadapi teguran keras karena berbuka puasa tanpa alasan yang meyakinkan.

Undang-undang ini juga berlaku untuk turis non Muslim dan pelanggar dapat membayar denda hingga B$4,000 ($2.932 USD) atau hukuman penjara satu tahun.

  1. Pornografi.

Seperti kebanyakan negara Muslim, kepemilikan dan distribusi pornografi sangat ilegal di Brunei.

Definisi dan kriteria bervariasi tergantung pada siapa Anda bertanya. Bahkan, beberapa orang mungkin berpikir bahwa selfie bikini di Maladewa mungkin dianggap pornografi.

Seluruh konsep seks di Brunei sangat berbeda dengan Eropa dan Barat. Berhati-hatilah, perhatikan gambar Anda di Facebook dan Instagram!

  1. Narkoba.

Sementara hampir setiap negara melarang obat-obatan tertentu, Brunei berada pada tingkat yang sama sekali berbeda.

Kepemilikan atasnya biasanya wajib diganjar hukuman mati. Percaya atau tidak, mengonsumsi obat bebas atau resep setiap hari mungkin juga ilegal di Brunei.

Periksa dua kali dan tiga kali sebelum memulai perjalanan ke sini dengan cara sama persis seperti yang Anda lakukan sebelum mengunjungi Dubai atau Timur Tengah.

Setiap negara tentu memiliki aturan masing-masing. Dan sebagai wisatawan yang baik, sudah semestinya untuk tunduk terhadap ketentuan tersebut.

Jari Adventure

Informasi tour, travel, dan transportation.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.