Asyiknya Mendaki Gunung Sibayak, Sumatera Utara

Gunung SibayakMendaki gunung merupakan salah satu cara mengisi liburan, yang punya banyak manfaat, baik untuk kesehatan tubuh maupun mental kita. Buat rekan traveler yang belum pernah dan ingin mencoba melakukan pendakian pertamanya, dapat mengarahkan pandangan ke kawasan Berastagi di Sumatera Utara, tepatnya di jalur pendakian Gunung Sibayak. Dengan ketinggian 2094 m dari permukaan laut, tempat wisata ini dilengkapi dengan jalan setapak, sehingga pendakian menuju puncak gunung ini dianggap relatif mudah untuk pendaki pemula.

Jalur pendakian Gunung Sibayak

Gunung yang dikenal dengan puncak yang tidak beraturan ini merupakan gunung yang masih aktif, namun memiliki bentuk kawah yang cukup landai untuk dituruni dan tidak terlalu berbahaya. Untuk mencapai lokasi gunung ini, traveler dapat melalui tiga jalur yang umum digunakan, yaitu rute Desa Jaranguda (jalur turis), rute Pemandian Air Panas Sidabu-dabu, dan rute 54.

Karena kemudahannya mencapai puncak gunung, tidak heran jika jalur pendakian gunung ini selalu ramai oleh pengunjung, terutama pada akhir pekan. Pendaki lokal biasanya memulai pendakian pada pukul dua dini hari, demi mengejar pemandangan matahari terbit dari puncak gunung.

Jalur turis

Semua titik awal pendakian dapat dicapai menggunakan angkutan umum dari kota Medan. Bila memilih jalur pendakian dari Kota Brastagi atau jalur Jaranguda, traveler akan melewati jalan setapak yang terletak di belakang Bukit Gundaling, yang akan mengantarkan pengunjung menuju puncak. Namun jika ingin memilih rute tercepat menuju puncak Gunung Sibayak disarankan untuk menggunakan Rute Pemandian Air Panas Sidabu-dabu, yang akan dimulai dari desa Raja Beneh.

Bukan tanpa alasan kenapa Jalur Jaranguda dinamakan sebagai jalur turis. Selain lokasinya yang mudah dicapai dari kota Brastagi, jalur pendakian yang telah disediakan itu pun dapat ditaklukkan dengan mudah. Dari kota, rekan traveler dapat mencapai pos registrasi dalam waktu 15 menit dengan menggunakan motor, atau satu jam dengan berjalan kaki. Setelah melakukan registrasi pendakian dengan membayar biaya empat ribu rupiah, perjalanan dapat diteruskan menuju Pintu Rimba.

baca juga:

Liburan Singkat dan Irit Bujet di Pemandian Air Panas Ciparay

Rute lokasi

Setelah berjalan kaki selama 90 menit atau 30 menit menempuh perjalanan dengan sepeda motor, traveler akan disuguhi pemandangan jalan berkelok, dengan jurang di kanan-kirinya. Sesampainya di Pintu Rimba, Anda juga akan disambut tebing kapur. Di sini tersedia tenda atau kios, yang dimanfaatkan sebagai jasa penitipan sepeda motor.

Dari Pintu Rimba inilah petualangan mendaki yang sebenarnya dimulai. Biasanya pendakian akan memakan waktu sekitar 2 hingga 3 jam, tergantung dari kondisi cuaca dan fisik pendaki. Pertama,  rekan traveler akan diajak melintasi hutan pandan, setelah itu dilanjutkan memanjat tebing kapur, dan melewati jalan setapak yang menanjak di sepanjang lereng bebatuan. Nantinya pendaki akan sampai di jalan yang dikelilingi semak-semak dataran tinggi.

Waspada saat mendaki

Setelah melewati jalur ini, traveler akan dihadapkan dengan kondisi jalan yang mulai berkerikil, sebagai tanda puncak gunung sudah semakin dekat. Sayangnya, jalur yang tersedia makin lama menjadi kurang jelas, walau tidak terlalu tertutupi tumbuhan, sehingga pendaki disarankan berhati-hati dalam melangkahkan kaki.

Di area ini juga akan mulai terdengar gemuruh uap gunung berapi. Setelah kurang lebih 15 menit menyusuri jalan menanjak, akhirnya sampai juga di lereng kawah Gunung Sibayak. Biasanya pada musim penghujan kawah ini akan terisi air dan rekan traveler dapat melihat danau kawah Gunung Sibayak.

Spot istirahat pendaki

Dari kawah Gunung Sibayak, rekan traveler bebas menentukan pilihan jalur untuk menuju puncak, tapi disarankan rute yang lebih aman dengan mengitari bibir kawah sampai di seberang, yang juga dimanfaatkan sebagai lokasi perkemahan. Tempat ini juga sering dijadikan spot beristirahat sebelum melanjutkan pendakian ke puncak, yang akan memakan waktu sekitar 30 menit.

Secara umum tidak ada yang menegangkan dari pendakian Gunung Sibayak. Bahkan rekan traveler akan merasa seperti melakukan wisata trekking biasa. Walaupun begitu, jalur pendakian menuju puncak Gunung Sibayak ini sangat digemari pendaki pemula.  Untuk merasakan sensasi berdiri di puncak gunung dan memandang alam sekitar dari ketinggian. Jangan lewatkan sesi berfoto yang menampilkan latar belakang pemandangan yang indah. Terutama saat langit dihiasi nuansa jingga bertepatan dengan terbitnya matahari.

Buat traveler yang ingin menjajal sensasi mendaki gunung. Beranikan diri untuk menaiki puncak Gunung Sibayak, yang ada di propinsi Sumatera Utara. Selamat berpetualang! (jari adventure-det)

Jari Adventure

Informasi tour, travel, dan transportation.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.