Uniknya Budaya Makanan Tradisional di Filipina, Udah Tahu Belum?

 

Makanan bukan hanya apa yang Anda makan. Mereka memberikan cerita kepada kita dengan cara yang tidak kita sadari. Mungkin, Anda masih ingat bagaimana bau bibingka (kue beras) membuat Anda bertemu kekasih pertama Anda. Atau lechon (babi panggang) yang ditusuk membuat Anda lebih ramah kepada tetangga.

Makanan Filipina pada dasarnya terkait dengan budaya dan tradisi di Filipina. Orang Filipina membuat setiap acara menjadi istimewa hanya dengan membuat setiap hidangan menjadi istimewa.

 

Pentingnya Makanan bagi Budaya Filipina

Makanan membentuk cara hidup orang Filipina. Selain makanan itu sendiri, ada kenangan tak ternilai yang dibagikan dengan siapa pun mereka, yang membuatnya lebih istimewa. Makanan menyatukan orang asing, teman, dan seluruh keluarga (terlepas dari perbedaan gaya hidup).

Hal ini dapat diamati dalam acara-acara seperti ulang tahun, kelulusan, peringatan, atau hanya kumpul-kumpul sederhana. Nilai ini cukup umum di antara orang Asia tetapi orang Filipina membawanya ke tingkat yang baru. Ketika Anda kebetulan membeli bir dingin dari toko serba ada. Orang tidak akan ragu untuk mendekati Anda dan mengundang Anda ke meja pulutan (sedikit makanan) dan gelas bir.

Orang Filipina secara alami membawakan Anda ke suasana yang nyaman. Mereka bahkan mengundang orang, bahkan orang asing selama pesta, untuk makan bersama mereka di tempat tinggal mereka yang sederhana. Tradisi ini juga dapat menunjukkan status sosial.

Anda akan melihat peralatan makan emas dan sendok garpu di samping piring Anda dengan hidangan yang resepnya diawetkan dari nenek moyangnya. Setelah pesta, tuan rumah bahkan akan memberikan makanan untuk Anda bawa pulang. Sikap sederhana seperti ini menunjukkan bahwa ada beberapa hal yang tidak dapat dibeli dengan uang.

Orang Filipina masih terbelah secara budaya karena mereka tinggal di kepulauan, dan ini juga berlaku untuk makanan. Setiap daerah sangat bangga dengan resep uniknya.

 

baca juga:

7 Pulau Eksotis yang Mungkin Tidak Pernah Anda Dengar

 

Makanan Tradisional di Filipina

 

Terus terang, orang Filipina hanya makan makanan apa saja yang ada di meja tanpa penasaran dengan sejarahnya. Sungguh luar biasa mengetahui bahwa koki berpengaruh mempromosikan penggunaan bahan makanan yang dipanen secara lokal di acara TV.

Menyoroti warisan makanan yang kaya dari budaya asing yang berbeda menjelaskan bagaimana hal itu mengubah kehidupan melalui waktu dan berkontribusi pada kegembiraan dan tawa di banyak acara yang tak terlupakan.

Masakan Filipina menawarkan perpaduan unik rasa Spanyol, Jepang, Cina, Barat, dan Kepulauan Pasifik karena pengaruh dari era penjajahan. Berikut ini beberapa makanan khas Pilipina yang bisa  jadi pertimbangan untuk wisata kuliner jika Anda berkunjung kesana.

 

Tapsilog

Tapsilog adalah hidangan sarapan pokok.

Daging sapi yang diawetkan (tapa) dibumbui dengan saus (campuran kecap, air jeruk, gula merah, bawang putih cincang, dan lada hitam). Nasi bawang putih goreng (sinangag) memiliki aroma yang kuat dan ditaburi telur mata sapi (itlog).

 

Kue Buko

kompas

Daging kelapa dipanggang dengan susu kental manis di dalamnya untuk membuat kue. Beberapa versi menambahkan vanilla, pandan, dan almond.

 

Arroz Caldo

hipwee

Makanan yang menenangkan ini biasanya disantap saat hari hujan. Ini sup ayam dengan nasi dan telur yang membuat bubur kental. Tambahkan jahe, bawang putih panggang, daun bawang, dan lada hitam untuk penyedap rasa. Anda juga bisa menambahkan calamansi dan kecap ikan.

 

Lumpia/ Turon

Makanan ini selalu hadir di pesta-pesta Filipina. Kertas nasi membungkus bahan lumpia tradisional Cina tetapi tanpa telur. Turon adalah lumpia berisi pisang yang dibungkus dengan gula atau saus karamel.

 

Jari Adventure

Informasi tour, travel, dan transportation.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.