Libur Lebaran Keluarga, Yuk Bertualang ke Boon Pring Malang

Butuh tempat liburan keluarga yang unik setelah lebaran? Bosan di rumah melulu?

Bagi keluarga yang menyukai petualangan, ada baiknya mencoba menyambangi Boon Pring Malang. Dikenal sebagai Kampung Bambu, tempat ini menawarkan kesejukan dibalut nuansa misterius. Beragam jenis tanaman bambu tumbuh kokoh di sepanjang area wisata, mulai dari yang batangnya hijau pekat hingga kuning keemasan.

Istilah Boon Pring sendiri diadopsi dari bahasa Inggris dan bahasa Jawa, dimana boon berarti anugerah dan pring berarti bambu.

Intinya, merujuk pada keberadaan bambu sebagai anugerah untuk masyarakat sekitar. Tidak bisa dianggap berlebihan karena faktanya memang demikian.

Sungai di kawasan ini diberdayakan sebagai lahan konservasi ikan endemik Jawa Timur, sekaligus sumber mata pencaharian. Bambu-bambu tersebut tidak jarang diolah menjadi kayu bakar.

Telah disediakan papan denah untuk memudahkan petualangan. Tidak jauh dari pintu masuk, pengunjung akan menemukan persimpangan.

 

Kolam renang dan taman rindang

Jika ingin berenang, sebaiknya ambil jalur kiri menuju kolam. Tertarik menjelajahi seluruh arena wisata, kalian hanya perlu berjalan lurus hingga tiba di kawasan Pasar Rakyat. Di sini merupakan pusat oleh-oleh dan aneka makanan.

Stan-stan berjajar menawarkan dagangan. Banyak tersedia bangku-bangku berbahan dasar bambu dan kayu di pinggir sungai.

Tidak perlu khawatir tercebur karena ada pagar pembatas, juga pepohonan rindang tumbuh di sekitarnya. Beranjak dari sini, ada sebuah musala sejauh 10 meter. Ada sumber air berupa bendungan yang dipasangi pipa-pipa kecil untuk tempat membasuh muka.

Bertumpu pada bendungan, ada jembatan penyeberangan di sebelah kiri jika kalian ingin melewati sungai.

Usahakan berhati-hati karena jembatannya hanya terbuat dari kayu papan dilengkapi pegangan bambu. Jangan lupa, sempatkan untuk berfoto karena pemandangannya terbilang estetis.

 

Hutan bambu Boon Pring ala Arashiyama Jepang

Setelah melewati penyeberangan, kalian akan memasuki hutan bambu yang sesungguhnya. Udaranya terasa lembab, cahaya matahari sedikit terhalangi oleh dedaunan.

Tekstur tanahnya agak lunak, tetapi masih aman untuk dijelajahi. Sensasi berada di pedesaan terasa kuat ketika kalian menginjakkan kaki di sini.

Disarankan untuk tidak buru-buru pergi karena kalian akan disajikan beragam wahana permainan. Ada istana balon, trampolin di atas air, perahu bot, flaying fox, pacuan kuda, hingga panahan.

Semua tiketnya hanya dibanderol seharga Rp10.000-20.000. Lokasi wahana-wahana tersebut berdekatan sehingga sayang bila dilewatkan.

Untuk menunggang kuda, kalian akan dituntun oleh penjaga menyusuri jalan setapak sejauh 100 meter. Selain itu, trampolin hanya bisa dimainkan maksimal tiga orang dewasa dalam satu waktu. Istana balon dikhususkan untuk anak kecil. Pengunjung juga bisa mengelilingi sungai menggunakan perahu bot.

Setelah menikmati wahana permainan, kalian dapat meneruskan perjalanan hingga tiba Pulau Putri. Di sini banyak ditumbuhi tanaman selain bambu.

 

baca juga:

Sejuta Pesona Himalaya, 5 Destinasi Favorit di Nepal

 

Banyak spot Instagramable

Ada jalan-jalan setapak yang tampak instagramable. Disediakan pula bangu, gazebo, dan kanopi untuk beristirahat. Keluar dari Pulau Putri, kalian kembali lagi ke titik awal.

Bagi pengunjung yang ingin menjelajah tapi malas jalan kaki, bisa menyewa viar.  Nantinya akan dibawa mengelilingi seluruh penjuru hutan.

Boon Pring berlokasi di Jalan Kampung Anyar, Desa Sanankerto, Kecamatan Turen, Kabupaten Malang. Sejauh 40 kilometer dari pusat Kota Malang dan dapat ditempuh kurang lebih selama 1 jam.

Beroperasi setiap hari pada pukul 09.00-16.00 WIB. Tarif tiket masuk dibanderol seharga Rp5.000-10.000 dengan sewa parkir terpisah.

Tidak ada angkutan umum khusus yang menuju kawasan Boon Pring, calon pengunjung hanya bisa menyewa bus pariwisata atau menggunakan kendaraan pribadi.

 

Lokasi, harga, dan fasilitas penginapan

Jika berpatok pada Kantor Walikota, kalian akan melewati Kampung Warna Warni Jodipan, Stasiun Malang Kota Lama, Daerah Gadang, Bululawang, Taman Wisata Sumber Alam, Masjid Tiban, sebelum akhirnya tiba di lokasi tujuan.

Kelompok Sadar Wisata selaku penggagas ekowisata ini telah menyediakan homestay. Fasilitasnya berupa kamar mandi, lemari, kasur, serta welcome drink dan snack. Lingkungannya tenang, nyaman, juga asri.

Terletak di Jalan Purwantoro Barat No. 2, Desa Snankerto. Hanya membutuhkan waktu 5 untuk menuju ke Boon Pring.

Tarif permalam berkisar Rp170.000-200.000. Informasi lengkapnya dapat kalian temukan pada papan informasi yang terpasang persis di samping denah wisata.

Jari Adventure

Informasi tour, travel, dan transportation.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.