Selain Indonesia, 8 Negara Ini Juga Punya Tradisi Lebaran Menarik

Lebaran merupakan momentum paling mengharukan sekaligus menyenangkan bagi masyarakat muslim. Pasalnya, kita bisa merayakan hari kemenangan usai menahan diri dengan berpuasa selama satu bulan lamanya.

Tentu, ada aturan tersendiri yang diajarkan oleh Rasulullah dalam praktiknya. Hanya saja, setiap kelompok masyarakat di berbagai belahan dunia ternyata punya tradisi yang khas.

Jika di Indonesia kita biasanya berlomba mudik, berbagi makanan, dan saling mengunjungi, maka agaknya negara lain juga punya kebiasaan menarik.

Berikut ini sejumlah tradisi di berbagai negara di belahan dunia yang perlu diketahui sebagai tambahan wawasan.

 

  1. China.

Walau muslim menjadi komunitas minoritas, tetapi masyarakat di China ternyata memiliki perayaan hari raya Idul Fitri yang tak kalah meriah.

Xinjiang dan Yunnan merupakan dua wilayah yang paling kental suasananya karena merupakan pemukiman masyarakat muslim terbesar di negeri Tirai Bambu.

Mereka biasanya akan silaturahmi dan makan bersama dengan keluarga serta tetangga terdekat usai pelaksanaan salat Idul Fitri. Setelah itu, mereka lantas berziarah ke makam tokoh muslim atau leluhur.

 

  1. Maroko.

Masyarakat muslim Maroko akan mencicipi makanan tradisionl dalam balutan nuansa serba mewah setelah mendirikan salat Idul Fitri.

Makanan yang disajikan biasanya merupakan menu tradisional seperti biskuit, teh mint, dan pancake yang memiliki cita rasa khas.

Tidak jauh berbeda dengan Indonesia, anak-anak di sini juga akan memperoleh uang dan hadiah dair orang dewasa.

 

  1. India.

Penduduk India yang beragama Islam umumnya akan menyiapkan makanan spesial dalam rangka memeriahkan lebaran.

Ada sajian khusus yang memang sering kali ditemukan saat memasuki hari raya Idul Fitri seperti halnya di Indonesia. Ada makanan manis yang dinamakan sheer kurma, serta semacam sohun nasi yang dinamakan servai.

Pada malam takbiran, masyarakat berlomba mengunjungi bazar serta menghabiskan waktu untuk berbelanja. Di samping itu, para wanita kerap kali menempelkan hiasan cantik berupa pacar di tangan mereka, serta tak lupa mengenakan pakaian tradisional terbaik.

 

baca juga:

Beda dari Indonesia, Begini Tradisi Lebaran Unik di Negara China

 

  1. Afrika Selatan.

Masih seputar aktivitas saling menyambangi antara sanak keluarga, Afrika Selatan tampaknya juga tak melepaskan tradisi satu ini.

Hanya saja, keunikannya terletak kepada masyarakat muslim yang kerap berkumpul di satu titik lokasi demi menyaksikan hari terakhir bulan Ramadan, yakni di Gree Point, cape Town. Kunjungan ke sanak keluarga dan tetangga terdekat baru dijalankan sepulang dari sana.

 

  1. Arab Saudi.

Dikenal sebagai negara pusat penyebaran Islam pertama kali, Arab Saudi tak terlepas dari tradisi hari raya Idul Fitri. Di tempat ini, perayaan lebaran sarat akan suasana seni, di mana kita dapat menonton beragam pertunjukan memukau.

Jenis pertunjukannya sangat variatif, mulai dari parade musik, tari, pembacaan puisi, hingga pagelaran teater, dan bahkan masih banyak lagi.

Di samping itu, setiap penduduk yang turutu merayakan lebaran akan menghiasi rumahnya hingga tampak heboh sekaligus cantik.

Dari segi makanan, mereka juga memeiliki ciri khas tersendiri yakni, daging domba dengan campuran sayur tadisional serta nasi.

 

  1. Australia.

Kita dapat menyaksikan festival besar berisi bazar berbagai budaya di Australia sebelum pelaksanaan hari raya Idul Fitri.

Umat dari agama lain juga kerap memeriahkan acara musiman ini, jadi tidak sebatas pada masyarakat yang beragama Islam saja. Menjembatani siapa pun untuk berkunjung, baik dari kalangan masyarakat biasa, bahkan para pejabat tinggi negara.

 

  1. Mesir.

Tidak jauh berbeda dengan negara kita tercinta, Mesir ternyata juga memiliki tradisi saling mengunjungi selama momen lebaran.

Hanya saja, mereka tidak menerapkannya kepada tetangga sekitar, hanya terbatas di lingkungan sanak saudara semata.

 

  1. Turki.

Turki punya festival bernama Seker Bayrami, di mana masyarakat akan memilih permen dalam rangka merayakan momen akhir Ramadan.

Biasanya berlangsung selama 3 hari di Kota Istanbul. Bersamaan dengan itu, masyarakat mendapatkan kesempatan berlibur dari rutinitas sekolah dan pekerjaan. Mereka berlomba membuat kue, membersihkan rumah, dan berpenampilan menawan.

 

Itulah sederet tradisi yang tetap lestari di setiap negara dengan ciri khas berbeda.

Jari Adventure

Informasi tour, travel, dan transportation.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.