Wulla Poddu: Konstruksi Sosial dan Pantangan di Sumba Barat

Potensi wisata paling signifikan di Kabupaten Sumba Barat memang umumnya berkaitan dengan alam. Dari segi topografi, wilayah ini terdiri dari perbukitan dan pegunungan kapur yang terjal.

Tak heran, nuansanya terasa begitu nyaman sekaligus menenangkan.

 

Konstruksi Sosial.

ntt-news.com

Dari segi atmosfer, dianggap tropis dan memiliki curah hujan yang tinggi. Selanjutnya, sebagian besar penduduk di sana menganut ajaran tradisional yang disebut Marapu. Namun, ada juga yang beragama Islam, Katolik, atau Protestan.

Orang-orang ini juga hidup dengan cara tradisional dan tetap mempertahankan warisan budaya mereka secara turun-temurun, yang merupakan kabar baik bagi wisatawan atau pengunjung.

 

Atraksi di Kabupaten Sumba Barat layak dikunjungi.

kitaberitau

Tentu, pertama dan paling utama tak lain adalah hadirnya tradisi lokal yang menarik. Karena Sumba Barat terdiri dari banyak desa bersejarah dan unik seperti Bulu Peka Mila, Watu Karagata, dan Kadung Tana.

Bagi wisatawan, jangan lewatkan kesempatan untuk mengunjungi tempat-tempat tersebut dan menyaksikan kekayaan budaya lokal di sana. Di antara desa-desa itu, yang paling terkenal disebut Tarung di mana wisatawan dapat menemukan batu nisan megalitik yang menampilkan banyak tengkorak binatang dan ornamen suci lainnya.

Daya pikat Kabupaten Sumba Barat selanjutnya adalah tradisi lokal yang disebut Pasola atau latihan perang kavaleri. Penduduk setempat dapat berkumpul di lapangan menunggang kuda mereka dan melakukan pelatihan perang bersama.

Kegiatan ini biasanya terjadi pada bulan Maret, sehingga wisatawan hanya boleh datang pada waktu tersebut jika ingin menontonnya. Selain Pasola, daerah ini juga memiliki tradisi terkenal yang disebut Nyale. Penduduk setempat biasanya berkumpul di pantai saat fajar di momen bulan purnama. Mereka mengumpulkan cacing dan memasaknya bersama.

Bagaimanapun juga, Kabupaten Sumba Barat adalah surganya makanan lokal yang enak untuk dicoba wisatawan. Ini termasuk Manu Pata’u Ni, Nga’a Watary Patau Kabbe, daun bengkuang, Rumpu Rampe, Ka’pu Pantunnu, dan Manggulu.

 

baca juga:

Penuh Kota Kuno Cantik, Yuk Jelajahi Tempat Spesial di Polandia

 

Pesona Alam.

tempo

Dengan sabana bergelombang yang terjal dan perbukitan kapur rendah yang dirajut bersama dengan ladang jagung dan singkong sebagai pengganti padi, pulau Sumba di Provinsi Nusa Tenggara Timur menawarkan kemegahan tersendiri di bagian timur Kepulauan Indonesia.

Tersebar di seluruh wilayahnya desa-desa di puncak bukit dengan rumah-rumah klan tradisional jerami yang berkerumun di sekitar makam megalitik yang unik di mana penduduk desa masih memberi penghormatan kepada leluhur mereka dalam kepercayaan kuno Marapu dan telah mempertahankan sebagian besar budaya dan tradisi asli selama beberapa generasi.

Pulau ini juga dikenal dengan seni tenun ikat paling berharga, dan asal-usul Kuda Sumba atau Kuda Cendana yang kuat dan lincah.

Terletak di antara pulau Komodo dan Sumbawa, serta berhadapan langsung dengan Samudera Hindia, pulau ini juga merupakan surga para peselancar. Barel Sumba besar yang menggelinding biasanya muncul antara Mei hingga Oktober ketika ombak bisa sangat tinggi dan kuat atau sangat datar karena ombaknya langsung terbuka lebar.

Namun, selancar yang kuat semacam ini, meskipun sangat menantang, hanya boleh dilakukan oleh para profesional. Meskipun demikian, sepanjang tahun, gelombang naik dari 3 menjadi 6 kaki.

 

Pantangan dalam Wulla Poddu.

ytimg

Tak kalah menarik, ada pula kebiasaan yang dikenal sebagai wulla poddu di mana wulla artinya bulan dan poddu adalah pahit.

Pada masa-masa ini, masyarakat yang menganut kepercayaan Marapu dilarang melakukan beberapa pantangan. Apabila melanggar, maka akan dikenakan sanksi oleh tetua adat.

Tidak hanya itu, diselenggarakan juga sejumlah upacara ritual demi mengucapkan rasa syukur atas kesuksesan panen dan berharap mencapai kesuksesan yang sama atau lebih baik di tahun-tahun berikutnya.

Biasanya, wulla poddu dilaksanakan selama bulan Oktober hingga November akhir, meskipun secara mendasar, penentuan momennya di bawah kuasa tetua adat.

Beberapa pantangan yang tidak boleh dilanggar antara lain tidak diperkenankan melaksanakan ritual adat, memukul gong, ataupun meratapi orang yang sudah meninggal.

 

Cara untuk ke Sumba Barat.

 

Dari Kota Kupang, dibutuhkan penerbangan dari Bandara Internasional El Tari dan menuju ke Bandara Tambolaka Kabupaten Sumba Barat.

Penerbangan ini hanya memakan waktu sekitar 55 menit. Setelah tiba di bandara, wisatawan dapat langsung menuju ke Kota Waikabubak dan mencari hotel yang bagus sebelum mengunjungi lokasi wisata yang tersedia di dekatnya.

Jari Adventure

Informasi tour, travel, dan transportation.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.