Thaipusam: Tradisi Penyembahan Si Dewa Kekuatan

Thaipusam barangkali bisa jadi festival paling menarik yang pernah Anda saksikan ketika mengunjungi Malaysia.

Sebuah perayaan bagi Umat Hindu di mana penyelenggaraannya dilakukan setiap bulan Januari atau Februari.

Sebenarnya diagendakan pula oleh komunitas Tamil di Singapura, Sri Lanka, India, serta Mauritius, tetapi tidak ada yang semeriah Malaysia.

Dijalankan selama bulan purnama dalam kalender Tamil di Thailand, yang artinya Januari atau Februari Masehi,

Thaipusam serta-merta menarik atensi ribuan penyembah dengan keinginan memberi penghormatan kepada Lord Murugan.

 

 Apa itu Thaipusam ?

 

Termasuk festival Umat Hindu yang penuh warna, Thaipusam dibalut suasana mengejutkan. Di mana para penyembah menusuk diri mereka sendiri menggunakan peniti dan paku.

Seolah masih belum cukup, mereka juga menggantung pot serta buah pada dada mereka menggunakan kait khusus. Di lain pihak, kadang kala juga diisi dengan penarikan kereta atau orang yang digantung di tali berat dan diikatkan ke punggung mereka.

Harapan dari perayaan ini yaitu sebentuk manifestasi doa kepada Lord Murugan agar bisa memperoleh keberuntungan di tahun mendatang. Mereka berterima kasih pada-Nya atas permintaan yang terkabul tahun lalu. Kadang kala, itu bahkan merupakan wujud rasa syukur karena mendapat nilai bagus di sekolah.

Peserta dalam perayaan ini memiliki usia beragam mulai dari yang sangat muda hingga paling tua. Anak-anak yang dicukur dan ditindik kepalanya tidak jarang masih berusia 13 tahun, serta mereka yang memasuki rentang 70-an. Tujuan lainnya sebagai bentuk penebusan dosa kepada Lord Murugan karena berbagai kesalahan di masa lalu.

 

Mengenal Lebih dalam Lord Marugan.

Lord Murugan merupakan dewa bagi Umat Hindu, yang sering kali juga dikenal sebagai Kartikeya, Skanda, Subramanian, Shanmuka (Shamuga), Guha, Sentil, Subramanya, Sadhana, Saravana, ataupun Kumaraswamy.

Dia adalah putra dari pernikahan Dewa Siwa dan Dewi Parwati, juga dipandang sebagai simbolis perwujudan sempurna akan keberanian sekaligus kecerdasan. Inilah alasan mengapa terus dipuja hingga sekarang, karena Dia merupakan sekaligus dewa perang dan kemenangan.

Lord Marugan juga perpaduan pemimpin pemberani dari kekuatan dewa yang tercipta atas tujuan menghancurkan setan, di mana itu menyimbolkan kecenderungan negatif pada manusia.

Legenda konon menceritakan bahwa saat Dewa Siwa dan Dewi Parwati menghujani saudaranya, Dewa Ganesha, dengan lebih banyak cinta, Lord Murugan memutuskan untuk meninggalkan kediaman keluarga mereka di Gunung Kailash.

Dia memilih migrasi ke sebuah pegunungan di India Selatan. Meskipun didesak agar bersedia kembali ke rumah oleh ayahnya, Dewa Siwa, Lord Marugan tidak mau berubah pikiran. Inilah alasan terkuatnya mengapa Dia cenderung lebih dipuja di India Selatan bila dibandingkan dengan praktik kepercayaan di India Utara.

Secara penampilan, Lord Murugan memegang vel atau tombak di salah satu tangannya. Tombak tersebut diterima dari ibunya, Dewi Parwati, sekaligus membantu mewujudkan ‘shakti’ atau kekuatan spiritualnya.

 

Peringatan pemberian tombak pada Dewa Murugan.

Diceritakan bahwa Thaipusam menjadi peringatan hari tatkala Dia memberikan tombak kepada Murugan. Tangannya yang lain berada di abhaya mudra atau disebut pula gerakan perlindungan dari rasa takut.

Mudra itu merupakan simbol penghilang rasa takut, sekaligus pemberi kepastian, kebahagiaan, keamanan, serta perlindungan spiritual. Dia menaiki burung merak yang menyimbolkan kesalehan sekaligus penaklukan semua hasrat seksual.

Merak itu sendiri dikatakan mencengkeram ular di cakarnya, yang berarti penghancuran kebiasaan buruk dan semua pengaruh negatif. Karena Lord Marugan merepresentasikan kekuatan, para pengikutnya lantas percaya bahwa Dia mampu membebaskan mereka dari segala penderitaan juga memberikan kekuatan.

Lord Murugan diceritakan lebih lanjut telah berhasil menghancurkan komandan kuat tentara asura bernama Surapadma pada hari ke-7 selepas kelahirannya.

Dengan begitu, Dia dikenal sebagai salah satu yang paling ganas. Terkenal karena keberaniannya sekaligus dijuluki sebagai pelindung Hindu Dharma.

 

Tempat Penyelenggaraan Thaipusam.

Sering kali itu diadakan di Batu Caves dekat Kuala Lumpur, atau alternatif lainnya juga di Penang. Meskipun demikian, tidak terlalu banyak peserta di Penang seperti halnya saat di Kuala Lumpur.

Pasalnya, ketika di Batu Caves dekat Kuala Lumpur, itu dihadiri oleh lebih dari satu juta orang. Mereka beramai-ramai pergi ke Gua Batu, tempat di mana 20.000 orang memilih mengunjungi kuil air terjun di Penang.

Jari Adventure

Informasi tour, travel, dan transportation.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.