Saqqakhanah, Gebrakan Seni Rupa Modern dari Iran

Bangkitnya budaya Iran di akhir abad ke-8 memicu bangkitnya pula budaya sastra milik Persia. Walaupun memang, pada kenyataannya kini bahasa Persia cenderung lebih bernuansa Arab dan bahkan ditulis dalam aksara Arab.

Lagi pula, dinasti Islam di Persia yang orisinal mulai eksis bersama kemunculan āhiriyah pada awal abad ke-9.

Wilayah ini pasalnya jatuh di bawah pengaruh gelombang berturut-turut oleh para penakluk asal Persia, Turki.

Serta Mongol hingga masa bangkitnya Safawi, di mana mensosialisasikan Dua Belas Shiʿisme sebagai kepercayaan legal, persisnya memasuki abad ke-16.

Kemudian, hingga ratusan tahun berikutnya, bersama kebangkitan ulama Syiah dengan basis pergerakan di Persia.

Sebuah sintesis mulai terbentuk antara budaya Persia dan Islam aliran Syiah yang masing-masing menyimbolkan tingtur lain secara kuat dan mengakar.

 

 Munculnya Qājār pada tahun 1796.

livingintehran

Dalam literatur lain, dengan kejatuhan Safawi pada tahun 1736, pemerintahan lantas berpindah ke tangan sejumlah dinasti berumur pendek, di mana situasi ini memicu kemunculan garis Qājār pada tahun 1796.

Kala itu, pemerintahan Qājār ditandai oleh peningkatan pengaruh kekuatan Eropa dalam urusan internal Iran, serta oleh meningkatnya kekuatan ulama Syiah dalam masalah sosial politik, sementara di sisi lain ada pula pengaruh kesulitan ekonomi dan politik yang menyertainya.

Sejalan dengan hal itu, visualisasi seni pun muncul di tengah masyarakat, dan ini adalah pusat pemahaman kontemporer serta erat kaitannya pada sejarah budaya di Iran.

Salah satu bagian terpenting bagi perkembangan seni rupa modern di negara ini yaitu Saqqakhanah, yang dimulai sejak era 1960-an. Gebrakan tersebut membawa perubahan besar saat awal kemunculannya sampai sekarang.

Pasalnya, karya para artist yang bergabung dalam gerakan Saqqakhanah mengorientasikan diri tak jauh di sekitar pengaruh konstruksi budaya masyarakat tradisional Iran.

Apalagi, ide-de dasar budaya masyarakat ini bersumber pada tradisi Syiah serta kadang kala diadopsi pula dari perspektif Persia sebelum kedatangan Islam.

 

baca juga:

I La Galigo, Teater Kelas Dunia dari Mitologi Suku Bugis

 

Kerajinan seni tradisional paling dihormati.

tanavoli

Dalam sejumlah aspek, seniman dari gebrakan ini dapat dilihat pada zaman yang sama dengan para pengrajin Iran, misalnya illuminator, pembuat miniatur, pelukis kaligrafi, dan bahkan pandai emas.

Bagaimanapun, seniman Saqqakhanah juga kerap mengadopsi bentuk seni serta kerajinan tradisional paling dihormati dan dihargai itu, lalu meramunya melalui kerangka modern berbasis gaya yang artistik.

Kabarnya periode permulaan gerakan ini pada kemunculannya terutama dibuat khusus untuk mengekspresikan pemakaian motif dari seni masyarakat Syiah.

Setidaknya ada dua artist ternama yang berasal dari periode ini yaitu Faramarz Pilaram serta Hossein Zenderoudi, di mana memberdayakan teks dan kaligrafi sebagai titik awal ketika merilis karya mereka.

Namun demikian, seiring berkembangnya gerakan, pemakaian istilah Saqqakhanah semakin luas. Hingga meliputi pelukis, seniman, dan pembuat patung. Mereka memiliki ide untuk menyertakan bentuk seni tradisional Iran melalui representasi wujud apa pun. Sebagai bahan utama pada hasil kerja tangan terampil mereka.

Atas dasar itu pula, keberadaan ragam karya yang menjadi bagian dari gebrakan ini amat variatif. Apakah itu bentuk atau materi, benang merahnya merupakan adanya ketertarikan para seniman untuk mengunggulkan elemen visual budaya populer di Iran.

Secara umum, tujuan mereka yakni untuk mengimplementasikan kembali bentuk-bentuk seni tradisional lalu memadukan simbol dan motifnya agar tampak lebih nyata.

 

Contoh bentuk kerajinan yang dihasilkan.

artnet

artnet

Contoh manifestasi karya kreatif mereka antara lain jimat, alat peraga yang dipakai selama ritual kedukaan, juga artefak semacam panjeh. Bukan hanya itu, ada pula elemen lain berbentuk lukisan, kaligrafi, dan tembikar khas Persia.

Sejumlah artist paling terkenal mewakili ide-ide pada gebrakan ini yang karyanya tergolong representatif.

Antara lain Charles Hossein Zenderoudi, Masoud Arabshahi, Parviz Tanavoli, Nasser Oveisi, Mansur Qandriz, serta Sadeq Tabriz.

Tak kalah penting, gerakan Saqqakhanah memasuki era tahun 60-an membentuk suara yang unik sekaligus kukuh untuk merambah ke sekolah seni nasional. Di mana dilandasi oleh sintesis antara perkembangan masa modern sembari tetap mempertahankan sisi tradisional dan identitas Iran.

Berkat kuatnya pengaruh gebrakan Saqqakhanah, modernitas dalam lanskap konteks seni Iran tidak dipandang sebagai tindakan mimikri atau upaya meniru dari gerakan seni modern asal Barat.

Melainkan lebih melazimkan akomodasi yang mempunyai kompleksitas sangat tinggi atas seni tradisional Iran, juga negosiasinya terhadap kondisi masa modern.

Jari Adventure

Informasi tour, travel, dan transportation.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.