Rice Paddy Art, Upaya Merevitalisasi Inakadate di Jepang

 

Inakadate termasuk salah satu desa di kawasan Aomori yang berada di ujung utara daratan Honshu di Jepang. Kabarnya, tempat ini telah berhasil direvitalisasi lewat penciptaan bentuk seni lanskap yang unik pada area persawahan.

Hingga kini, seni padi itu sukses mengundang lebih dari 200.000 pengunjung setiap tahunnya, di mana mereka berbondong ke desa kecil yang hanya diisi populasi sebesar 8.000 orang.

Secara turun-temurun, warga di Inakadate memenuhi kebutuhan nafkah mereka melalui kegiatan pertanian. Berbanding terbalik dengan jumlah populasi yang relatif kecil, Inakadate justru memiliki lahan untuk bertani yang sangat luas di mana mencakup lebih dari setengah wilayah seluruh desa.

Berkat kesuburan tanahnya, sudah sering kali selama beberapa tahun terakhir ini Inakadate berhasil memperoleh hasil panen padi paling tinggi di antara semua desa dan kota di Jepang.

 

Wisata bertani padi.

bbci.co.uk

Sejalan dengan situasi tersebut, sebagai bentuk usaha mereformasi produksi beras yang melimpah menjadi sumber daya tarik wisata, dinas pariwisata setempat memutuskan untuk menyediakan  “wisata bertani padi” sejak tahun 1993.

Tur itu menawarkan kesempatan kepada setiap peserta agar bisa merasakan semua rangkaian proses pertanian padi tradisional mulai dari menanam hingga menuai hasil panen. Dalam rangka mempromosikan tur, kantor pariwisata memberikan gambaran karakter besar dengan warna berbeda pada sawah di belakang balai kota.

Itulah awal mula rice paddy art Inakadate yang sampai sekarang telah menjadi acara utama bagi industri pariwisata di desa kecil tersebut. Bagaimanapun, kesempatan untuk merasakan langsung tata cara sebuah proses pertanian merupakan hal yang cukup menarik diikuti, terutama oleh masyarakat perkotaan di mana mereka setiap hari hanya disibukkan oleh rutinitas kantoran.

 

Seni menggambar dengan kanvas sawah.

Seni padi milik Inakadate digambar dengan memadukan berbagai macam tanaman padi berwarna-warni di atas kanvas sawah. Beragam jenis beras secara natural tumbuh dan berkembang dalam warna yang berbeda tanpa adanya tambahan berupa pewarna buatan.

Misalnya, seperti Tsugaru Roman, yang merupakan beras lokal Inakadate, warnanya hijau, sedangkan Yukiasobi dan Beniasobi dipakai untuk menghasilkan warna putih serta merah, dan jenis beras kuno lainnya dimanfaatkan pada  warna ungu dan kuning.

Pada mulanya, seniman di Inakadate mengawali aktivitas melukis itu dengan pola dan gambar sederhana, tetapi seiring berjalannya waktu, polanya menjadi jauh lebih rumit selama bertahun-tahun, karena mereka menjadi cukup terampil untuk membuat gambar yang memiliki kompleksitas tinggi.

 

Menggambar tokoh terkenal.

Wiki Didactic

Kabarnya, bahkan dalam 20 tahun terakhir, mereka berhasil merekonstruksi karya seni klasik. Semacam The Mona Lisa dan Ukiyo-e karya Hokusai Katsushika. Mereka sukses melukiskan sejumlah tokoh sejarah termasuk di antaranya: Marilyn Monroe, Napoleon, serta para pejuang Jepang.

Mengingat seluruh gambar didesain agar dapat diamati melalui dek observasi di bagian atas balai kota. Sehingga, sketsa perlu dilukis secara tepat berdasarkan perspektif tertentu.

Dalam rangka mewujudkan lanskap gambar yang tampak sempurna dari dek observasi. Maka gambar aslinya dirancang berbentuk vertikal. Di mana sekaligus mempertimbangkan sudut pandang pengamat dari area ini.

Bukan hanya itu, guna memudahkan desain yang begitu rumit hanya dengan perantara menanam padi. Maka aktivitas seperti menanam dan menuai hasilnya senantiasa dilaksanakan secara manual.

Memang terkesan merepotkan bagi kegiatan pertanian di negara maju semacam Jepang yang notabene terkenal akan teknologinya.

Tetapi hal itu, rupanya sangat sepadan dengan popularitas Inakadate dalam seni pariwisata di mata pelancong dari seluruh dunia.

 

Berlangsung Juni – September.

Lebih jauh, pembuatan seni padi di Inakadate diawali setiap tahun di bulan Juni serta berlangsung sampai September. Siapa saja dimungkinkan untuk berpartisipasi pada proyek ini dengan mengikuti tur pertanian padi.

Selama beberapa tahun terakhir sejak seni yang unik ini dibentuk. Rice Paddy Art, bukan hanya dipandang sebagai daya tarik wisata yang signifikan bagi masyarakat lokal. Melainkan juga perayaan komunitas.

Dengan kata lain, rice paddy art telah berhasil merevitalisasi desa lewat kedatangan pelancong dari luar. Juga menyatukan sesama warga lokal lewat  keterlibatan tahunan mereka pada proyek tersebut.

Seiring dengan kesuksesan revitalisasi di Inakadate. Beberapa desa dan kota lain akhirnya turut menciptakan dan memamerkan seni padi milik mereka sendiri.

Sampai sekarang, barangkali sudah ada lebih dari 100 tempat yang bisa Anda kunjungi. Jika hendak menyaksikan bagaimana keindahan seni lanskap unik di Jepang itu.

Jari Adventure

Informasi tour, travel, dan transportation.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.