Mengenal Jenis Alas Kaki Tradisional Jepang

Jepang adalah salah satu negara maju yang terkenal masih menjaga budayanya meski zaman terus mengalami perubahan.

Pesatnya kemajuan teknologi dan informasi di wilayah ini tidak lantas membuat masyarakatnya meninggalkan tradisi dan budaya secara penuh.

Karena penjagaan tersebut, Jepang begitu terkenal di mata dunia, khususnya bagi para wisatawan.

Sampai abad ke-20, alas kaki tradisional digunakan secara eksklusif di Jepang selama ribuan tahun. Hingga kini, sepatu klasik ini masih menjadi pilihan terbaik saat mengenakan pakaian tradisional Jepang.

Mulai dari yukata kasual hingga kimono formal. Berikut jenis alas kaki yang paling umum dan kegunaannya.

  1. Waraji.

wikimedia

Waraji adalah sandal yang ditenun dari jerami. Bahan yang paling tradisional adalah jerami padi. Sandal ini juga bisa dikenakan dengan tabi, kaus kaki split-toe tradisional Jepang.

Tali yang terbuat dari bahan serupa akan membungkus pergelangan kaki dan mengikat sol dengan aman ke kaki.

Selama Periode Edo, samurai dan rakyat jelata sama-sama mengenakan sepatu praktis ini. Namun di era modern, waraji hanya dipakai untuk festival, cosplay atau kadang-kadang oleh biksu Buddha.

  1. Geta.

japandeluxetours

Di masa lalu, geta memiliki kegunaan praktis untuk menjaga kimono Anda dari tanah dan jauh dari genangan air, salju, serta kotoran.

Seiring waktu, itu menjadi jenis sepatu tradisional yang lebih kasual dan paling cocok untuk yukata, kimono musim panas yang ringan. Kesamaan semua geta adalah menggunakan alas kayu, tetapi ada puluhan jenis geta dengan varian berbeda.

Ada geta hiyori, bergaya klasik yang bisa dipakai setiap hari. Ini biasanya memiliki alas persegi panjang dan dua sol kayu yang tegak lurus dengan sisi panjang alasnya. Geta rendah ini secara tradisional dipakai dalam cuaca yang baik.

Itu juga dapat dipernis dengan hanao (tali) berwarna atau kayu alami yang belum selesai. Beberapa gaya geta sehari-hari modern tidak memiliki sol sama sekali, hanya alas kayu.

Di sisi lain, masih ada geta taka-ashida mirip dengan geta hiyori. Sandal ini dimaksudkan untuk dipakai saat hujan dan cuaca buruk, jadi kedua solnya sangat tinggi dan tipis.

Dengan keberadaan jalan beraspal saat ini dan saluran air yang meminimalkan lumpur serta genangan air, taka-ashida tidak terlalu dibutuhkan.

Ada pula geta dengan satu sol panjang dijuluki tengu geta, karena iblis tengu dari mitologi Jepang biasanya digambarkan memakai ini.

Dapat dipakai latihan untuk bisa berjalan, dan sebagian besar disediakan bagi aktor, tarian tradisional, festival atau kostum.

Selanjutnya, ada pokkuri geta memiliki potongan dasar yang besar dari sepotong kayu. Bagian dalamnya berlubang dan mungkin berisi bel kecil atau pembuat suara denting sehingga pemakainya diiringi suara saat berjalan.

Pokkuri adalah onomatopoeia untuk suara yang dihasilkan sepatu ini. Itu merupakan geta wanita dan jarang dipakai kecuali oleh maiko. Geta Maiko dikenal sebagai okobo, biasanya dikenakan dengan tabi.

  1. Zori.

matcha-jp

Zori adalah pilihan terbaik untuk kimono, tetapi juga bisa dikenakan dengan yukata. Sandal bulat ini dapat dibuat dari vinil, gabus, brokat atau sejumlah bahan modern.

Secara tradisional, zori rendah tetapi gaya modern dapat memiliki sol dengan berbagai ukuran ketinggian.

Zori yang lebih informal biasanya memiliki thong hitam atau berwarna sedangkan gaya formal berwarna putih. Zori terlihat paling cocok dengan tabi.

 

baca juga:

Kota Paling Cantik di Jepang, Jadi Pengen Berangkat Sekarang!

 

  1. Warazori.

bukalapak

Warazori mirip dengan waraji karena terbuat dari bahan jerami yang sama, tetapi bentuknya lebih mirip sandal jepit. Itu adalah pendahulu dari zori modern.

  1. Jika-tabi.

kcpinternational

Jika-tabi ditemukan dan mendapat popularitas selama tahun 1900-an. Sepatu luar ruangan ini dimodelkan setelah tabi, sehingga disebut “tabi boots” dalam bahasa Inggris.

Sandal ini terkadang dipakai oleh orang-orang yang bekerja di luar, seperti penarik becak yang harus bergerak cepat dan mencengkeram jalan, sesuatu yang sulit dilakukan pada sandal tradisional. Itu juga populer di kalangan pekerja konstruksi.

**

Itulah beberapa jenis alas kaki tradisional di Jepang, apakah Anda tertarik untuk mencobanya? Meski memang sudah jarang digunakan setiap hari. Tetapi masih dapat ditemukan di momen-momen perayaan tertentu, seperti festival.

Saat berlibur ke Jepang, barangkali Anda bisa mengagendakan perjalanan ke sebuah festival untuk mencoba alas kaki tradisionalnya.

Jari Adventure

Informasi tour, travel, dan transportation.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.