Menelusuri Akar Tarian Flamenco dari Spanyol

Memicu antusiasme, membuat diri energik, serta membangkitkan, flamenco termasuk manifestasi seni yang paling memukau untuk diamati, baik dalam bentuk visual ataupun suara.

Membawa evolusi aspek budaya dan sosial hingga puluhan abad, flamenco membentuk kekayaan sejarah luar biasa. Ini terbentang dari setiap hentakan kaki penari, petik gitar musisi, dan tepukan tangan penyanyi.

Tahukah Anda bahwa tarian bersemangat ini berakar pada budaya gipsi Andalusia, di selatan Spanyol?

Meskipun tarian Spanyol saat ini dapat dilihat sebagai identik dengan identitas nasionalnya, akarnya dan jalan menuju popularitasnya sungguh lebih kompleks.

Tidak bisa dielakkan, tidak terdapat satu-satunya alasan atau peristiwa di mana itu mendorong flamenco meraih status pengakuan sebagai tarian internasional bertepatan dengan balet serta hip-hop. Kecuali sejumlah faktor yang mendukung transformasi ini terwujud. Dari kedatangan gipsi di Spanyol, era romantis, hingga kediktatoran Franco.

 

Kedatangan para Gipsi.

antarafoto

Walaupun saat ini flamenco telah menyandang status internasional, tari di abad ke-15, bersama kehadiran Gitanos (gipsy) ke Semenanjung Iberia. Komunitas ini terbentuk usai diaspora khusus, di mana para gipsi bermigrasi dalam waktu lama melewati ragam negara di muka bumi, dan mungkin juga memasuki Iran, India, serta Mesir.

Melalui hal ini, para gipsi mulai mengadopsi berbagai tarian rakyat yang mereka temui selama menaklukan, di mana kemudian digabungkan untuk menciptakan budaya, identitas, dan seni ekspresi mereka sendiri.

 

Era Romantis.

Usai tiga abad mengalami penderitaan akibat sistem monarki, flamenco pada ujungnya mulai menerima pengakuan berbasis kontinental.

Bersama kemunculan era Romantis di kawasan Eropa dari akhir abad ke-18 hingga 19 awal, flamenco perlahan meraih posisi penting dalam seni juga sastra.

Karena Romantisisme memberikan penekanan yang luar biasa pada alam, emosional dan, yang paling penting, cerita rakyat komunal, para senimannya sekarang dirangsang oleh budaya asing dan lebih Bohemia, seperti budaya Andalusia.

Flamenco, pada era itu, termasuk surga artistik untuk penganut romantisis akibat adanya perwujudan atas eksotisme dan orientalis. Pada periode inilah bentuk flamenco modern, yang populer saat ini, muncul. Contoh utama dari fantasi fanatik flamenco dapat dilihat di Carmen karya Prosper Mérimée (1845).

Selanjutnya, komersialisasi flamenco dimulai pada akhir abad ke-19, yang menyebar ke pembukaan kafe-kafe cantantes, konsep kafe dan bar di mana lagu dan tarian flamenco mengiringi pengunjung malam.

Seni Spanyol ini kemudian diperluas ke seluruh Eropa, sedemikian rupa sehingga balerina teater paling bergengsi diubah menjadi ‘Gitanas’.

Balerina semacam Gestiginer atau Taglioni mengambil potret citra gipsi, kemudian meleburkannya bersamaan dengan munculnya opera flamenca. Orang mulai menikmati tontonan flamenco yang diterjemahkan ke dalam bahasa Spanyol.

Disusul kemunculan opera dan balet, hingga kini flamenco secara resmi telah berubah menjadi budaya populer yang dinikmati oleh bangsawan dan elitis.

 

baca juga:

Tempat Mengagumkan di Thailand yang Patut Dipertimbangkan

 

Tahun Diktator Franco.

Yoair Blog

Fase transformasi akhir flamenco dalam bentuk seni yang kemudian diketahui secara luas dan dihargai hingga sekarang, merupakan hasil transformasi dari tarian nasional ide Francisco Franco, seorang diktator Spanyol era 1939 sampai 1975.

Menyadari potensi yang dimiliki flamenco, pemerintah mulai menggunakannya sebagai alat propaganda. Selain itu, film yang memasukkan flamenco menjadi komponen kunci dalam rencana pemerintah untuk menarik lebih banyak turis ke Spanyol.

Tentunya film-film serupa Los Tarantos (1963) turut membuat flamenco populer di antara khalayak umum sebagai bagian dari seni Spanyol, dan kemudian itu disebarkan kepada masyarakat Eropa yang lain.

Dengan begitu, selepas kepergian Franco era 1975, flamenco telah memiliki posisi khusus di bidang musik dan tari sebagai bentuk budaya sekaligus seni yang lumayan menonjol, juga serupa identitas bangsa Spanyol.

 

Geografis Spanyol Sebagai Pendukung.

everysteph

Spanyol, negara dengan letak geografis di ujung barat daya Eropa ini mengisi sekitar 85 persen dari Semenanjung Iberia, di mana berbagi dengan tetangganya yang lebih kecil Portugal.

Spanyol merupakan negara dengan keberadaan kastil batu bertingkat, luasnya monumen, pegunungan bersalju, hingga perkotaan maju.

Di mana seluruhnya menghasilkan daya tarik menawan bagi para pelancong. Negara ini secara geografis dan budaya sangat beragam. Jantungnya adalah Meseta, dataran tinggi tengah di mana luasnya setengah mil di atas permukaan laut.

Sebagian besar wilayah secara tradisional diberikan kepada peternakan sapi dan produksi biji-bijian. Latar pedesaan inilah menjadi inspirasi “Don Quixote” karya Miguel de Cervantes. Di mana terlihat, Don Quixote menuju ke arah kincir angin tinggi yang banyak menghiasi lanskap di beberapa tempat.

Di sisi timur laut negara itu Anda akan menemukan wilayah pegunungan Catalonia, luasnya Sungai Ebro, serta bukit berpantai Valencia.

Jari Adventure

Informasi tour, travel, dan transportation.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.