Bon Om Touk dan Sejarah Festival Air Kamboja, Pelajari Disini yuk!

Festival Air Kamboja atau dalam bahasa setempat dikenal sebagai Bon Om Touk, merupakan acara yang diadakan setiap tahun di kawasan perairan Sungai Tonle Sap. Ini diharapkan mampu memberi warga lokal kehidupan, sekaligus mendorong kemakmuran negara.

Pasalnya, di penghujung musim hujan biasanya muncul banyak ikan dan tanah di daerah sekitar sungai menjadi kaya mineral. Selama beberapa abad, hal ini telah mengambil peranan penting sebagai sumber kehidupan masyarakat Kamboja. Tentunya bagi mereka, tidak ada cara yang lebih bagus untuk merayakannya selain dengan festival meriah.

 

Apa itu Bon Om Touk?

gocambodia

Bon Om Touk adalah acara berskala besar dan dijadikan hari libur nasional yang berjalan selama tiga hari, di mana kemeriahan melingkupi seluruh negeri. Tanggal pelaksanaannya bervariasi sesuai siklus bulan, tetapi selalu terjadi pada akhir Oktober atau di awal November.

Perayaan utama diadakan di ibu kota Phnom Penh, juga mantan ibu kota Angkor, Siem Reap. Semua sekolah ditutup di mana pun itu, pekerja mendapatkan liburan, lalu masyarakat berduyun-duyun merayakan festival. Bahkan, kadang kala bisa mencapai lebih dari satu juta orang membanjiri Phnom Penh dalam rangka menonton balapan perahu tradisional yang populer.

Festival ini sekaligus menjadi momen terjadinya fenomena alam paling unik di dunia, yaitu pembalikan aliran Sungai Tonle Sap di penghujung musim hujan.

 

Sejarah dan Perkembangannya.

12go

Bon Om Touk pertama kali diselenggarakan di abad ke-12, persisnya pada masa pemerintahan Raja Angkorian Jayavarman VII. Kala itu, Angkatan Laut Raja membantu mengatur musim penangkapan ikan di Kamboja. Perayaan itu kemudian membuat para dewa gembira sehingga mereka memastikan panen beras dan ikan akan berjalan baik di tahun mendatang.

Dalam versi lain, Bon Om Touk dikabarkan sebagai cara bagi Raja untuk mempersiapkan angkatan lautnya agar bisa optimal ketika berperang. Ini dilihat melalui keberadaan ukiran di Kuil Bayon, di Banteay Chmear yang menunjukkan pertempuran laut di mana cenderung mirip dengan perlombaan perahu dalam festival masa kini.

Seiring berjalannya waktu, kini Bon Om Touk dirayakan di setiap provinsi, tetapi secara khusus banyak warga sengaja melakukan perjalanan dari provinsi ke ibukota, Phnom Penh. Mereka biasanya menghabiskan setidaknya dua hari guna menikmati rangkaian perayaan tersebut.

 

baca juga:

Tarian Tradisional Meksiko yang Layak Diketahui

 

Balapan Perahu Besar .

grantourismotravels

Di Phnom Penh, masyarakat berkumpul demi mengikuti balapan perahu besar, diiringi kendaraan hias yang diterangi cahaya. Ada pula yang dikenal sebagai salam bulan, serta terlibat dalam agenda makan nasi spesial yang dibuat dengan pisang atau air kelapa.

Banyak orang menghabiskan seluruh waktu mereka menonton atau serius mengikuti perlombaan perahu. Acara ini akan membuat Anda sengaja menemukan tempat di sepanjang sungai, membuka tikar piknik, lalu makan dan minum sepuasnya, juga bersorak untuk tim kesukaan.

Peserta lomba perahu, di sisi lain, biasanya datang beberapa hari sebelumnya agar dapat berlatih di sepanjang Sungai Tonle Sap. Agenda ini sering kali disponsori oleh donasi individu serta pejabat pemerintah.

Memasuki waktu malam hari, seusai balapan, Anda akan melihat orang-orang mengapungkan perahu kecil buatan tangan di sungai diiringi ratusan atau bahkan lilin mengambang.

Sejalan dengan hal itu, kementerian di pemerintahan terdorong membuat perahu iluminasi mereka sendiri yang relatif lebih besar. Selanjutnya, disusul pertunjukan kembang api yang indah di mana itu bisa berlangsung sampai 20 menit.

 

Persiapan Sebelum Mengikuti Bon Om Touk.

wtf

Jika Anda ingin mengikuti Bon Om Touk, maka ada beberapa persiapan yang patut diperhatikan. Paling utama, Kamboja terasa panas sepanjang tahun, jadi pastikan untuk membawa pakaian bertekstur ringan dan sejuk, disertai topi dan gunakan tabir surya. Hal ini karena mungkin saja Anda akan berada di luar di bawah paparan sinar matahari langsung dalam waktu lama.

Sebaiknya jangan pula pula untuk membawa air kemasan sebagai cara untuk mengatasi dahaga. Pasalnya, kerumunan yang tercipta bisa sangat besar, jadi sulit menjauhkan diri demi mencari minuman ketika acara sedang berlangsung.

Bon Om Touk sesungguhnya bukanlah perayaan keagamaan, tetapi biasanya orang mengaitkannya dengan kunjungan ke salah satu dari banyak kuil di Kamboja. Atas alasan ini, direkomendasikan membawa sejumlah pakaian yang berfungsi menutupi bahu dan kaki. Di sisi lain, wanita barangkali ingin membawa selendang atau syal ringan.

Jari Adventure

Informasi tour, travel, dan transportation.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.