Bakar Tongkang, Festival Bersejarah Etnis Tionghoa di Riau

Riau terkenal akan keragaman budayanya yang menggabungkan berbagai etnis di seluruh Indonesia. Akibat kemajemukkan tersebut, tidak heran bila suatu saat Anda mendapati ada begitu banyak tradisi yang terjadi di provinsi di Pulau Sumatra ini.

Dari peringatan ekstrem hingga potret sejarah mengharukan, semuanya bisa turut Anda saksikan dengan bebas.

 

Tujuan Pelaksanaan Bakar Tongkang.

publiknews

Untuk menghormati nenek moyang dan melestarikan tradisi kuno, etnis Tionghoa di Bagansiapi-api biasanya menggelar Festival Bakar Tongkang setiap tahunnya. Itu diadakan di Bagansiapi-api, ibu kota Kabupaten Rokan Hilir, di Provinsi Riau.

Secara harfiah berarti “Membakar Kapal (terakhir)”, Bakar Tongkang adalah tradisi tahunan untuk memperingati keputusan naas para migran Tionghoa pertama yang meninggalkan tanah airnya dengan kapal dan menetap di Riau di Pulau Sumatera.

Lahirnya keputusan penuh sejarah tersebut lalu disimbolkan oleh pembakaran Kapal (terakhir), yang juga merupakan lokasi melakukan pelayaran. Hingga kini, simbolis pembakaran replika kapal tradisional Tiongkok di puncak festival diadakan setiap tahunnya.

 

Perayaan Go Gek Cap Lak.

Infosiak.Com

Dalam istilah lain, perayaan ini kerap pula disebut Go Gek Cap Lak yang diadopsi dari istilah Hokkien, di mana Go bermakna ke-5, sedangkan Cap Lak artinya ke-16.

Itulah mengapa pelaksanaannya dimulai setiap tahun bulan 5 tanggal 16 berdasarkan kalender rakyat Tionghoa.

Festival Bakar Tongkang termasuk acara populer dan bermassa banyak di Kabupaten Rokan Hilir. Selama festival, ritual dan doa oleh para peserta di kuil utama didahului. Diikuti dengan prosesi budaya, berbagai atraksi oriental yang berbeda seperti Barongsai (Tarian Singa) turut diadakan.

 

Panggung Hiburan dan Kesenian Masyarakat.

genpi

Di samping itu, ada pula panggung hiburan yang disiapkan untuk para pemain asal Medan, Singkawang (Kalimantan Barat), serta dari negara tetangga Malaysia, Taiwan, dan Singapura membawakan lagu-lagu Hokkien.

Ketika penghujung acara, terdapat aksi pembakaran miniatur kapal berukuran besar, dan di sini rakyat merasa khawatir karena harus mengantisipasi tiang utama yang biasanya rubuh.

Penduduk setempat percaya bahwa arah jatuhnya tiang utama (apakah menghadap ke laut atau menghadap ke daratan) akan menentukan keberuntungan mereka di tahun mendatang.

Jika tiang jatuh ke laut, mereka percaya bahwa rezeki sebagian besar akan datang dari laut, tetapi ketika jatuh di darat, maka rejeki untuk tahun itu sebagian besar akan datang dari darat.

Replika kapal ini berukuran panjang hingga 8,5 meter, lebar 1,7 meter, dan berat hingga 400 kg. Kapal itu biasanya disimpan terlebih dahulu kurang lebih semalam suntuk di Kuil Raja Eng Hok.

Tujuannya agar dapat diberkati sebelum dibawa menuju lokasi prosesi atau tempat pembakaran.

 

baca juga:

Sebelum Liburan Naik Kapal Pesiar, Simak 8 Aturan Penting Ini

 

Prosesi Bakar Tongkang.

antaranews

Dalam prosesnya, upacara tongkang turut mempertontonkan atraksi Tan Ki yaitu beberapa pemain menampilkan kehebatan fisik paling luar biasa.

Caranya adalah menusuk atau melukai diri sendiri memakai tombak atau pisau tajam, meski demikian tetap tidak mengalami luka-luka sedikit pun, ini serupa dengan ritual Tatung di Kalimantan Barat, Singkawang.

Sesampainya di lokasi, ribuan lembar kertas doa berwarna kuning akan ditempelkan di kapal membawa doa-doa dari masyarakat untuk leluhur mereka, sebelum akhirnya kapal tersebut terbakar habis.

Ritual itu sesungguhnya sekaligus manifestasi rasa syukur rakyat kepada dewa Ki Ong Ya dan Tai Su Ong sebab telah menyelamatkan perjalanan leluhur mereka hingga mendarat di Bagansiapi-api.

Dewa Ki Ong Yan dan Tai Su Ong mewakili keseimbangan kekuatan antara kebaikan dan kejahatan, kebahagiaan dan kesedihan, serta keberuntungan dan bencana.

 

Bagaimana Cara Menyaksikan Festival Bakar Tongkang?

detik

Kota Bagansiapi-api bisa Anda kunjungi melewati rute daratan selama 6 hingga 7 jam perjalanan. Alternatif lain, bepergianlah sejauh 350 km dari ibukota Provinsi Riau, Pekanbaru. Atau Anda juga dapat mencapai kota ini dari Medan di Sumatera Utara dalam waktu sekitar 10 sampai 12 jam perjalanan.

Ada sejumlah hotel dan penginapan yang dapat memudahkan Anda menginap saat menjelajahi daerah tersebut. Jadi, nikmati waktu sebaik-baiknya sejak kedatangan pertama kali hingga perayaan berakhir.

Festival ini terus diadakan setiap tahun. Orang-orang keturunan Tionghoa di Asia Tenggara sekarang menyempatkan diri untuk menghadiri upacara tersebut dan berduyun-duyun ke festival.

Banyak yang datang dari Thailand, Malaysia, Singapura dan bahkan dari China. Selain itu, tentu saja dari Jakarta, Kalimantan, Sumatera dan pulau-pulau lainnya di Indonesia.

Jari Adventure

Informasi tour, travel, dan transportation.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.