6 Tradisi Unik Rayakan Hari Kemerdekaan Indonesia

 

Momentum 17 Agustus adalah tanggal yang spesial bagi seluruh rakyat Indonesia untuk merayakan Hari Kemerdekaan.

Sejumlah kegiatan tradisional diadakan di setiap lingkungan dan desa untuk merayakan hari kebebasan yang bersejarah ini.

Kegiatannya antara lain pengibaran bendera merah putih dari setiap rumah, upacara pengibaran bendera skala nasional maupun regional, lomba permainan tradisional, bakti sosial dan kunjungan taman patriot.

Namun demikian, meski merayakan euforia yang sama, ternyata enam daerah di Indonesia di bawah ini juga memiliki tradisi khas daerahnya masing-masing.

 

  1. Reli Perahu Layar, Batam

kompasiana

 

Batam memanfaatkan lokasinya yang berdekatan dengan sungai untuk menjadwalkan kompetisi perahu layar setiap tanggal 17 Agustus.

Biasanya panitia rapat umum membagi peserta menjadi beberapa kelompok yang terdiri dari tiga, lima, atau dua belas orang.

Ini adalah pemandangan yang menakjubkan dari sungai penuh warna-warni layar dari perahu peserta. Selain Batam, Kota Banjarmasin juga mengadakan lomba dayung di Sungai Martapura dengan jumlah anggota 5 – 10 orang per kelompok sebagai Tradisi Hari Kemerdekaan.

 

  1. Lomba Relay Obor, Semarang

Tribun Jateng – Tribunnews.com

 

Di Semarang, lomba lari ini sudah menjadi rutinitas warga selama tiga puluh dua tahun di Hari Kemerdekaan Indonesia.

Para peserta membawa obor saat perlombaan pada malam 17 Agustus karena penduduk setempat percaya obor melambangkan semangat para veteran perang yang berjuang untuk Kemerdekaan Indonesia.

 

  1. Barikan, Malang.

detik

 

Barikan adalah tradisi yang diadakan pada malam sebelum hari kemerdekaan Indonesia. Masyarakat di Kota Malang melakukan tradisi ini dalam rangka mengungkapkan rasa syukur kepada Tuhan atas berkah yang telah diberikan kepada mereka.

Setelah itu, masyarakat sekitar akan berkumpul untuk mendengarkan sambutan resepsi, menyanyikan lagu kebangsaan, dan mengirim doa untuk kebaikan bangsa ini. Acara diakhiri dengan pesta rakyat.

 

baca juga:

11 Kota Rahasia di Italia, Yuk Kunjungi Sebelum Diserbu Turis

 

  1. Peresean, Lombok.

LINE Today

 

Peresean adalah lomba tradisional yang berasal dari Suku Sasak di Lombok, Nusa Tenggara Barat. Menurut sejarah, para raja dan prajurit mereka mengorganisir tradisi ini sebagai kegiatan selepas perang.

Tradisi tersebut melibatkan dua pihak, yang dikenal sebagai pepadu (pejuang) dan pakembar (wasit). Penduduk setempat menganggap tradisi Peresean mewakili kelincahan dan ketangguhan para peserta dalam sebuah pertempuran. Selain itu, Peresean sering diadakan sebagai ritual doa memohon hujan.

  1. Parade Mobil Hias, Medan.

antarafoto

Sama halnya dengan Jakarta yang menggelar parade sepeda hias, warga Medan juga menggelar parade dengan mobil hias. Ini adalah perlombaan yang memprasyaratkan para kontestan untuk menghiasi mobil mereka sendiri dengan warna dan dekorasi campuran.

Sering kali 50 peserta dari berbagai institusi mengikuti pawai ini. Ada juga pertunjukan seni dan drum band di acara tersebut. Intinya, suasana selama acara berlangsung sangat heboh dan meriah, di mana Anda akan menemukan aneka pernak-pernik eksentrik.

  1. Telok Abang, Palembang.

antaranews

Telok Abang adalah telur rebus yang dicat merah. Adat khas Palembang ini sangat mirip dengan tradisi Paskah menghias telur. Telok berarti telur dan Abang dalam bahasa Palembang berarti merah.

Mendekati 17 Agustus, banyak pedagang kaki lima Telok Abang terlihat menjajakan barangnya. Pemandangan itu menarik atensi penduduk setempat dan pengunjung lainnya. Kebanyakan dari mereka memasukkan telur ke dalam gabus berbentuk mainan. Mainan yang dijual itu berupa miniatur kapal, pesawat, dan mobil.

Jika Anda sedang berada di Palembang bertepatan dengan perayaan Hari Kemerdekaan Indonesia, jangan lupa untuk mampir menyaksikan parade unik ini. Bagaimanapun juga, pemandangan pedagang kaki lima yang menjajakan produk special edition cukup menggelitik rasa penasaran.

kompas

 

Beberapa tradisi berbagai daerah yang berbeda pada hari kemerdekaan Indonesia di atas merupakan salah satu cara untuk mengungkapkan rasa terima kasih kepada para pendiri bangsa. Selain itu, juga berguna untuk mengenang para pahlawan nasional yang telah berjuang untuk kemerdekaan negara kita.

Biasanya, tradisi tersebut rutin dilakukan setiap tahunnya. Namun sayang sekali, sejak pandemi merebak selama dua tahun terakhir, banyak kegiatan publik yang dibatasi demi kebaikan bersama.

Meski demikian, virus tentunya tidak akan membunuh semangat kemerdekaan, dan seharusnya justru semakin membuat kita terdorong untuk taat kebijakan pemerintah demi Indonesia yang lebih baik.

Jari Adventure

Informasi tour, travel, dan transportation.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.