Wisata Kuliner khas Pasuruan, Kroscek 5 Fakta Nasi Punel yang Menggoda

Salah satu kuliner wajib ketika berada di Pasuruan adalah mencoba Nasi Punelnya. Nasi Punel adalah kuliner khas asal Kecamatan Bangil, Kabupaten Pasuruan. Setiap orang yang berwisata ke Pasuruan selalu diberi rekomendasi untuk mencoba nasi punel.

Apa itu nasi punel? Mari kita simak beberapa fakta dari kuliner khas Pasuruan yang satu ini.

1.    Disajikan dengan Beragam Lauk

Namanya juga nasi, tentu kurang lengkap jika disajikan tanpa lauk. Uniknya, menu nasi punel memiliki beragam macam lauk di atas piring daun pisang. Nasi lengket ini biasanya disajikan dengan sambal kacang Panjang mentah, sate kerrang, tahu bumbu bali, serta botokan atau kelapa parut dan udang dibungkus daun pisang dan dikukus. Tak hanya itu, pengunjung bisa memilih lauk tambahan lainnya seperti paru goreng hingga empal.

Salah satu tempat untuk mencoba cita rasa nasi punel adala di Warung Pojok Nasi Punel yang ada di Jalan Diponegoro No. 296. Anda dapat dengan mudah menemukan warung ini karena cukup mencolok dengan warna cat hijaunya serta selambu hijau. Bisa dimakan di tempat atau bisa juga dibungkus.

2.    Bukan dari Beras Biasa

Nasi punel tidak menggunakan beras biasa pada umumnya. Jika dilihat, nasi punel memiliki porsi lebih sedikit dengan tekstur yang lembut dan lengket. Meskipun sedikit, nasi ini sudah mengenyangkan. Cukup satu suap nasi saja, rasa manis sudah terasa di lidah. Ditambah dengan serundeng di atas nasi, terasa nikmat.

Nasi punel bukanlah sembarang nasi. Nasi terbuat dari beras khusus bahkan tanpa campuran beras ketan. Beras yang digunakan merupakan beras jawa khusus nasi punel yang berasal dari daerah Pandaan, Pasuruan. Menurut penjual nasi punel, beras harus dipesan terlebih dahulu. Bukan sembarang beras karena menanamnya saja 8 bulan lamanya.

3.    Menanak Menggunakan Tungku

Meskipun sudah berada di jaman modern, menanak nasi punel harus menggunakan tungku. Tidak boleh pakai magicom karena caranya tidak sembarangan. Beberapa penjual bahkan menggunakan tungku api yang bahan bakarnya adalah kayu yang dicari sendiri.

Proses memasaknya mengunakan cara tradisional sehingga cita rasa manis dari nasi ketika dipadukan dengan lauk menjadi kuat. Apalagi ditambah dengan kikil yang lembut sehingga menyempurnakan menu tersebut. Membayangkannya saja sudah ngiler, ya!

4.    Warung Pojok sudah berusia 40 tahun

Seperti yang telah kita bahas, Warung Pojok yang terkenal akan cat hijaunya yang terang membuat warung ini mudah ditemukan. Bahkan, warung ini sudah ada sejak 40 tahun lalu dan masih mempertahankan proses memasak yang tradisional. Katanya, nasi tidak akan meajdi punel dan rasa manisnya menjadi terganggu dengan aroma mesin jika menggunakan rice cooker. Penggunaan daun pisang masih diteruskan hingga kini agar resep turun temurun terjaga keasliannya.

Baca juga:

Luar Biasa, Inilah 5 Kuliner Khas Thailand Terlezat di Dunia

 

5.    Harga Murah

Untuk harga, tidak perlu terlalu serius. Untuk seporsi nasi punel lengkap dengan beragam lauk dan nasi yang lembut hanya dibandrol seharga 23 ribu rupiah saja. Itupun bisa Anda tambah dengan lauk lainnya. Di Warung Pojok tersedia minuman Es Teh dan Teh Hangat yang harganya Cuma 2 ribu rupiah saja. Jika ditotal hanya 25 ribu rupiah. Cukup 25 ribu saja, Anda bisa menikmati menu nasi punel beserta minumnya.

Nasi punel sangat khas dengan Pasuruan. Itulah mengapa Anda wajib mencobanya ketika berkunjung ke Pasuruan. Nasi punel tradisional dengan harga murah dan cita rasa yang unik akan memanjakan lidah sekaligus mengenyangkan perut ketika berlibur. Masih banyak wisata kuliner lainnya yang bisa Anda coba di Pasuruan. Bagaimana? Penasaran untuk mencoba?

Jari Adventure

Informasi tour, travel, dan transportation.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.