Tinutuan, Kuliner Khas Pemersatu Masyarakat Manado

Tinutuan – Bila menyebut nama Menado atau Manado pastilah akan terbayang indahnya alam bawah laut di Pulau Bunaken yang menjadi surga bagi pecinta selam dan juga snorkeling. Taman Nasional Bunaken yang oleh sebagian orang disebut sebagai salah satu taman laut terindah di dunia ini telah menjadi andalan pariwisata Manado bahkan Provinsi Sulawesi Utara dalam kurun waktu dua dekade terakhir. Saat Anda berwisata ke Manado tak lengkap rasanya bila tak mencicipi salah satu kuliner khas kota terbesar kedua di Sulawesi setelah Makassar ini. Namanya Tinutuan. Jika dibandingkan dengan makanan dari daerah lain di Indonesia maka cita rasa kuliner asli Sulawesi Utara ini tidak kalah nikmatnya. Penasaran seperti apa kuliner Tinutuan hingga terpilih menjadi salah satu hidangan tradisional terpopuler di Indonesia? Yuk ikuti ulasan lengkapnya berikut ini!      

Bubur khas Manado

Tinutuan atau dikenal juga dengan sebutan Bubur Manado merupakan makanan khas Indonesia dari Manado, Sulawesi Utara. Namun, ada juga beberapa orang yang menyebut bahwa hidangan ini merupakan makanan khas Minahasa, Sulawesi Utara. Tinutuan dapat berfungsi sebagai makanan pergaulan antar kelompok masyarakat di Manado sebab makanan ini bebas dari kandungan daging. Tinutuan sendiri merupakan bubur yang dibuat dari campuran berbagai macam sayuran yang biasa disajikan sebagai menu sarapan. 

Sejarah Tinutuan

Bila dilihat dari segi sejarah, belum dapat diketahui secara pasti kapan sebenarnya Tinutuan dipilih sebagai makanan khas kota Manado. Kata Tinutuan pun belum diketahui dari mana asalnya. Beberapa sumber mengatakan bahwa bubur Manado ini mulai ramai diperdagangkan di beberapa tempat di Manado sejak awal 1970-an. Namun ada juga yang menyebut makanan ini mulai ada sejak 1981. Nama Tinutuan semakin dikenal setelah Wali Kota Jimmy Rimba Rogi dan Wakil Wali Kota Abdi Wijaya Buchari periode 2005-2010 mengganti moto Kota Manado Berhikmat menjadi Tinutuan. Sejak 2004/2005, kawasan Wakeke, Kecamatan Wenang, Kota Manado, ditetapkan sebagai lokasi wisata makanan khas Tinutuan.

Baca Juga: Wisatawan Bisa Lakukan Hal Menarik Ini Di Labuan Bajo

Berbahan sederhana

Berdasarkan cerita yang dituturkan dari mulut ke mulut, kuliner Tinutuan atau bubur Manado ini muncul berkat kreatifitas masyarakat yang tertekan secara ekonomi pada zaman penjajahan kolonial Belanda. Dengan kondisi yang memprihatikan akibat kekurangan pangan, masyarakat Manado akhirnya membuat suatu makanan yang bahan-bahannya mereka peroleh dari pekarangan rumah atau kebun, seperti singkong, labu, ubi, kangkung, daun pepaya, gedi, jagung, kemangi dan mencampurnya dengan sedikit nasi. Setelah diolah hidangan yang berisi aneka sayuran ini pun akhirnya dikenal sebagai bubur Tinutuan. Rasanya pun sangat disukai sehingga akhirnya menjadi makanan khas Manado.

Kuliner yang enak ternyata dapat dibuat dari bahan-bahan yang sederhana, seperti bubur Tinutuan ini, misalnya. Dengan mencampur bermacam-macam sayuran yang diperoleh dari kebun dan dibumbui dengan garam, gula pasir serta penyedap jika suka sudah dapat dibuat suatu masakan yang nikmatnya luar biasa. Paling enak, Bubur Tinutuan disajikan dengan bahan pelengkap yang berupa ikan asin, sambal dabu-dabu, irisan cabe rawit serta bawang merah dan juga tomat. Perasan jeruk nipis ditambahkan pada makanan untuk sedikit memberikan rasa asam yang menyegarkan pada bubur.

Cara penyajian Tinutuan

Di Manado, bubur Tinutuan biasanya disajikan dengan perkedel nike, sambal roa (rica roa, dabu-dabu roa), ikan cakalang atau tuna asap dan juga perkedel jagung. Hidangan ini juga biasa disajikan dengan dicampur mie atau dengan sup kacang merah yang disebut dengan brenebon.

Untuk sajian Tinutuan yang dicampur mie biasanya dikenal dengan sebutan midal. Akhiran dal pada kata Midal tersebut berasal dari kata pedaal yang merupakan nama lain untuk Tinutuan khusus di wilayah Minahasa Selatan yang menjadi wilayah sub etnis Tountemboan di Minahasa.     

Untuk Tinutuan yang dicampur dengan sup kacang merah atau brenebon biasanya juga ditambahkan tetelan sapi. Siapapun yang memakan Tinutuan jenis ini dipercaya dapat menarik “roda” (gerobak). Di kalangan komunitas kristen di Manado, Tinutuan yang dicampur dengan brenebon ini dapat juga disajikan khusus dengan tambahan kaki babi. Menu khusus ini disajikan pada acara-acara penting seperti tumpah makan yaitu pada hari pengucapan syukur di Manado.

Tips-tips penting wisata ke Manado, Sulawesi Utara:

Manado menjadi salah satu kota yang terkenal akan destinasi wisata Bunaken-nya. Selain Bunaken, masih ada beberapa spot-spot menarik lain yang banyak dikunjungi para turis, baik turis domestik maupun mancanegara. Nah, beberapa tips berikut ini pasti akan membuat liburan Anda di kota Manado akan lebih sempurna:

 

Pemesanan tiket

Ada trik yang lebih praktis, jika Anda tidak ingin repot memesan atau menyiapkan segala keperluan perjalanan wisata ke Manado, lebih baik serahkan saja kepada jasa agen travel wisata yang berpengalaman. Kami akan mengatur perjalanan wisata Anda termasuk memesan tiket pesawat sejak jauh-jauh hari agar Anda mendapatkan harga terbaik dan kenyamanan yang Anda dambakan.

 

Rencanakan jadwal kegiatan

Banyak pelaku wisata yang kebingungan setelah sampai di tempat destinasi wisata. Untuk menghindari hal ini, sebaiknya rencanakan sejak sebelum berangkat ke mana tujuan wisata Anda. Pilih beberapa lokasi wisata yang letaknya tidak terlalu jauh. Jika memang lokasinya jauh, cukup jadwalkan satu atau dua lokasi wisata agar Anda tidak terlalu lelah. Agen travel wisata umumnya sudah memiliki jadwal itinerary yang terstruktur, sehingga Anda dapat menikmati seluruh destinasi wisata yang diinginkan dan tidak repot mencari transportasi menuju ke lokasi.

 

Pilih penginapan

Di pusat kota Manado ada beragam jenis penginapan. Mulai dari kelas melati hingga berbintang. Jangan sampai Anda kehabisan kamar ketika peak season liburan. Maka dari itu, dihimbau untuk memesan hotel sejak jauh-jauh hari. Tentu saja, jika Anda mengambil jasa agen travel wisata semua urusan penginapan atau hotel sudah termasuk dalam paket wisata yang berkualitas dan harga terjangkau.

 

Bawa perlengkapan liburan

Cuaca di kota Manado cenderung kering dan panas. Oleh karena itu, sebaiknya bawa perlengkapan untuk jalan-jalan out door seperti topi, kacamata hitam dan juga tabir surya. Aplikasikan tabir surya setiap 2 jam sekali, dan janga lupa untuk mengelap dengan tisu basah setiap kali akan mengoleskan tabir surya.

Satu yang tidak bisa terlewatkan saat liburan ke Manado adalah wisata kuliner. Kota ini punya ragam makanan yang akan membuat lidah Anda bergoyang. Mungkin beberapa jenis makanan akan terasa aneh, tapi bukan berarti tidak boleh dicoba.

 

Icip-icip kuliner

Manado juga memiliki kekayaan ragam kuliner yang sangat lezat. Yang paling populer adalah bubur Tinutuan. Eitss… tetapi bagi para pelaku wisata kuliner yang beragama Islam atau muslim, patut ekstra hati-hati dalam memilih menu dan tempat kuliner. Pasalnya, di beberapa tempat memang menyajikan menu yang non-halal. Tips bagi muslim, lebih aman memilih kuliner Tinutuan yang tanpa brenebon untuk memastikan kehalalannya

Jangan kaget jika di beberapa tempat makan atau warung pinggir jalan ada yang menjual menu dari anjing, babi atau kelelawar. Ini semua merupakan keberagaman daerah Manado yang terdiri dari berbagai macam suku bangsa, agama dan ras.

 

Bunaken

Dan yang paling penting, jangan sampai melewatkan wisata alam bawah laut yang kecantikannya sudah bergema ke seluruh pelosok dunia. Yap, Bunaken. Diving dan snorkeling adalah hal wajib yang dilakukan di Bunaken. Bagi para pelancong yang tidak ingin diving atau snorkeling, masih bisa melakukan island hopping atau berwisata keliling di sekitar pulau seperti menaiki perahu motor menuju Pulau Lambeh hingga Pulau Siladen.

***

Tertarik mencoba menu khas Manado, Tinutuan?    (jari adventure-det img MasakanDapurku.com)

Jari Adventure

Informasi tour, travel, dan transportation.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.