Nikmatnya Kalakan, Kuliner Khas Pacitan Berbahan Utama Hiu Asap

Tak hanya dikenal sebagai Kota 1001 Goa, Pacitan juga menarik wisatawan karena keanekaragam kulinernya. Berbagai menu makanan serta jajanan enak tersedia di Kota kelahiran SBY ini, salah satunya adalah Kalakan. Kalakan merupakan kuliner khas Pacitan dan sudah sangat terkenal di daerah ini. Kuliner ini menjadi menu favorit masyarakat Pacitan, terutama di wilayah pesisir Pantai Teleng Ria, dan tentu saja sangat digilai oleh wisatawan dari luar Pacitan. Seperti apa sih Kalakan ini hingga begitu terkenal, simak saja uraian berikut ini:

Ketika mampir ke Pacitan, kuliner Kalakan ini paling pas Anda coba karena kuliner ini menawarkan rasa yang berbeda dari makanan berbahan utama sari laut lainnya. Sebenarnya bahan apa yang digunakan untuk membuat Kalakan hingga digemari pecinta kuliner? Ternyata, Kalakan ini dibuat dari daging ikan hiu yang dimasukkan kuah santan dengan rasa yang pedas. Wah, pasti Anda penasaran seperti apa rasanya sensasi memakan daging ikan hiu yang terkenal sebagai predator laut ini.

Tak sulit mencari Kalakan di Pacitan karena kuliner khas Pacitan ini banyak disajikan di mulai dari tempat makan kaki lima sampai hotel bintang lima. Padahal dulunya, menu ini disajikan hanya sebagai menu rumahan saja lho. Tak heran, kalakan kini sudah menjadi salah satu ikon kota Pacitan.

Meski banyak dijumpai di tempat kuliner khas Pacitan, membuat kuliner Kalakan ini tak bisa dikatakan mudah tapi tak juga begitu sulit. Tepatnya bisa dibilang gampang-gampang susah. Sebelum diolah daging ikan hiu terlebih dulu dipotong-potong kecil seukuran ibu jari. Potongan daging yang sudah berbentuk persegi panjang ini kemudian ditusuk dengan lidi dan dicuci setelah itu baru diasap di atas perapian.

 

Baca Juga : Wisata Kuliner di Bali (2) – Kunjungi 5 Tempat Makan Ini

 

Proses pengasapan daging ikan hiu ini terbilang unik karena menggunakan bahan bakar yang berupa tempurung kelapa. Proses pengasapan ini harus dilakukan dengan benar agar menghasilkan Kalakan dengan tampilan ayu dan citarasa yang lezat. Waktu yang dibutuhkan untuk proses pengasapan ini cukup singkat hanya satu menit dan tak boleh lebih dari itu. Untuk proses pengasapannya sendiri bebas-bebas saja mau menggunakan kipas angin atau kipas tradisional. Yang perlu diperhatikan, jangan sampai memunculkan bara api dalam proses ini. Jika sampai terjadi bara api maka segerelah siram dengan cipratan air.

Setelah selesai pengasapan, daging ikan hiu kemudian dimasak dalam kuah santan layaknya sayur biasa. Bumbu-bumbu yang perlu dicampurkan dalam kalakan ini adalah cabai merah keriting, cabai merah besar, bawang putih, bawang merah, kemiri , kunyit dan kencur yang semuanya dihaluskan. Selain itu ada juga bumbu yang tak perlu dihaluskan seperti daun salam, lengkuas, daun jeruk, gula merah, cabe iris, serta bawang merah dan bawang putih iris. Agar lebih nendang, campuran cabe dalam bumbu Kalakan harus berani alias semakin banyak cabe semakin mantap. Tak hanya daging ikan hiu asap, ada juga tahu, tempe dan kulit melinjo yang dicampurkan dalam sayur Kalakan. Setelah matang, sayur Kalakan pun siap untuk disantap.

Kalakan ini biasanya tak disantap sendirian saja tapi ada makanan pendamping lainnya, seperti sayur oseng tahu-tempe, oseng terong, urap daun kenikir, potongan kacang panjang, dan tauge rebus. Meski sudah pedas, menyantap Kalakan akan semakin nikmat dengan tambahan sambal terasi atau sambal bawang yang hot. kuliner khas Pacitan ini akan lebih lengkap disajikan bila ditambah lagi dengan thiwul yang juga merupakan makanan khas dari Pacitan. Thiwul adalah pengganti nasi yang terbuat dari tepung singkong yang dikukus.

JIka sedang plesiran ke Pacitan, pastikan Anda meluangkan waktu untuk berburu Kalakan. kuliner khas Pacitan ini selalu siap menggugah selera Anda dalam segala suasana. Paling pas, Kalakan dinikmati  kala siang dengan sandingan es degan sebagai pelepas dahaga. Jika tak suka degan, Anda bisa memilih es jeruk, es blewah maupun minuman segar lainnya untuk mengusir rasa pedas.

Kalakan yang enak bisa Anda temukan salah satunya di warung makan sari laut Bu Gandos, sekitar satu kilometer dari Pantai Teleng Ria, di jalur bus Pacitan menuju Solo. Selamat mencoba!

 

Jari Adventure

Informasi tour, travel, dan transportation.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.