Menjajal Kuliner Khas Suku Osing, Sego Cawuk di Banyuwangi

Kuliner khas Banyuwangi – Berlibur ke Banyuwangi tak lengkap jika hanya menikmati keindahan wisata alam saja. Menjalajah kuliner khas kota yang terletak di ujung paling timur pulau Jawa ini juga pastinya sangat seru untuk dilakukan.

Meski Banyuwangi memiliki kuliner khas yang melimpah ruah, tak ada salahnya menjajal salah satu kuliner khas Banyuwangi yang satu ini. Kuliner khas Banyuwangi ini sangat cocok dipilih untuk memulai aktifitas pagi Anda di kota ini, yaitu Sego Cawuk.

Penasaran dengan kuliner khas Banyuwangi, Sego Cawuk ini? Ayo, simak terus uraian berikut ini:

Sego Cawuk

Merasa asing dengan nama kuliner Sego Cawuk? Penamaan Sego Cawuk berasal dari cara makan suku osing (suku khas Banyuwangi) yang tanpa menggunakan perlengkapan makan seperti sendok dan garpu tapi hanya mengandalkan tangan saja.

Jika Anda berniat untuk mencoba kuliner yang satu ini, seharusnyalah Anda mengikuti tradisi suku osing ini alias makan dengan tangan saja. Sebab,  jika Anda menggunakan sendok atau garpu sensasi makan Sego Cawuk pun akan terasa sangat berbeda.

Sego Cawuk terdiri dari beberapa komponen atau bagian penting. Bagian yang pertama adalah kuah yang terbuat dari parutan kelapa muda yang diberi air matang, dilengkapi dengan jagung muda yang dibakar dan dipadu dengan irisan mentimun.

Bumbu kuah pindang

Kuah biasa dibumbui dengan bawang putih, bawang merah, cabai dan asam. Bumbu-bumbu inilah  yang membikin kuah Sego Cawuk terasa istimewa di lidah dengan sensasi rasa pedas yang segar.

Komponen yang tak kalah penting adalah pelengkap yang berupa lauk, seperti  telur rebus, ikan asin, pepesan ikan laut pedas  atau jika suka Anda bisa juga memilih telur itik rebus.

Hampir semua makanan tak terkecuali Sego Cawuk ini pasti lebih nikmat jika ditambahi dengan sambal terutama bagi pecinta pedas. Sambal yang cocok untuk menemani Sego Cawuk  adalah sambal tomat.

Yang membuat Sego Cawuk ini berbeda dengan kuliner khas Banyuwangi lainnya adalah kuah pindang. Kuah khas ini hanya hanya bisa di buat di Banyuwangi.

Kuah pindang dibuat dari gula pasir yang dimasak gendam sehingga hasil kuahnya bening dan manis.

Penasaran seperti apa cara memasak kuah pindang ini?

Berikut sedikit yang bisa penulis bagikan untuk memenuhi rasa penasaran Anda.

Pertama, ambil gula pasir secukupnya kemudian panaskan di wajan hingga meleleh dan berbentuk pasta. Setelah itu siram dengan air secukupnya dan tambahi dengan bumbu lengkuas, garam, serta daun salam agar beraroma harum.

Berburu kuliner khas Banyuwangi, Sego Cawuk di Banyuwangi tidaklah terlalu sulit sebab Sego Cawuk adalah menu sarapan keseharian orang osing.

Mencari penjual Sego Cawuk menjadi tantangan tersendiri jika Anda memilih menu ini di luar jam makan pagi.

Baca Juga: Hotel di Bali yang Murah dan Terpopuler Bagi Pecinta Wisata Pulau Dewata

Warung Mak Mantih

Salah satu contohya, warung mak Mantih yang ada di desa Perejengan, Kecamatan Rogojampi ini.  Warung ini hanya melayani penikmat Sego Cawuk dari pukul 6 hingga 10 pagi saja.

Menurut si empunya warung, Sego Cawuk memang enaknya di makan sebagai menu sarapan saja sehingga beliau tak melayani pembeli di luar jam tersebut.

Warung ini sangat ramai hingga per harinya bisa menghabiskan sekitar 3 kg ikan laut dan 10 kg telur pindang. Warung ini akan telihat lebih ramai lagi jika musim liburan tiba.

Banyak pengunjung  baik warga sekitar, perantau yang kembali ke Banyuwangi ataupun wisatawan yang ingin menikmati makanan khas Sego Cawuk ini.

Menu andalan

Selain menu andalan Sego Cawuk, warung mak Mantih juga menyediakan menu masakan lain seperti pelasan ikan, dendeng, nus, atau telur di masak pindang. Harga Sego Cawuk di warung ini bervariasi tergantung tambahan lauk yang dipilih. Biasanya, harga yang dipatok sekitar 7000 rupiah hingga 15.000 rupiah saja per porsinya. Masih relatif terjangkau, bukan?

Siap berpetualang di Banyuwangi? Tentu saja, apalagi setelah sarapan dengan menu istimewa Sego Cawuk khas daerah yang berada di kawasan Tapal Kuda ini.

Agar Anda tak kelewatan, usahakan bangun sepagi mungkin demi mendapatkan kuliner khas Banyuwangi ini. Hanya untuk berjaga-jaga saja, siapa tahu kehabisan.

Selamat berlibur di Banyuwangi dan menikmati kuliner-kuliner istimewanya ya…  (Jari Adventure-det)

Jari Adventure

Informasi tour, travel, dan transportation.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *