Manis dan Legit! Nikmati Hidangan Desert Khas Mesir yang Menggoda

Orang bijak mengatakan “good food is good mood”. Kapan saja Anda mengalami hari buruk yang panjang dan melelahkan, dengan menyantap makanan lezat seketika hari berubah cerah hanya dalam satu gigitan.

Tak terkecuali tentang makanan penutup khas Mesir. Di negeri Piramida ini, ada banyak pilihan makanan penutup yang tampaknya tidak ada habisnya.

Makanan pencuci mulut dicampur dengan beragam budaya yang menyatu dalam wilayah Mesir yang multikultur. Orang – orang Mesir juga dikenal jago meracik kuliner yang manis sebagai hidangan penutup.

Oke, baca terus untuk mengetahui lebih banyak tentang makanan penutup lezat khas Mesir untuk memuaskan selera Anda:

Basbousa

Diyar Harraz

Pada awalnya, hidangan penutup yang populer ini berasal dari masa pemerintahan Sultan Ottoman. Pada waktu itu, Muslim mengalami masa kejayaan dan keemasan. Termasuk soal kuliner Basbousa.

Hidangan ini mudah dijumpai oleh para pedagang Mesir yang tersebar ke seluruh dunia. Nama Basbousa pun berubah seiring dengan negara yang didiami.

Misalnya, di Mesir lebih dikenal dengan Basbousa;  ravani (atau revani) di Yunani dan Turki, dan nammoura di Lebanon.

Basbousa dengan sedikit modifikasi juga bisa dijumpai di Yordania, Tunisia, Maroko, dan Kuwait. Meskipun menggunakan bahan – bahan berbeda sesuai wilayah negara lokal, tetapi Basbousa menggunakan bahan dasar yang tak boleh ditinggal yaitu Semolina.

Untuk itulah, Basbousa juga dikenal sebagai kue semolina. Versi khas Mesir, Basbousa dituangi sirup manis, teksturnya lebih lembut di dalam dan di atasnya diberi taburan kacang almond dan krim segar.

Harissa

diningforwomen.org

Sangat mirip dengan Basbousa, makanan penutup Harissa lebih tebal dan sedikit berbeda dari segi tekstur dan rasa.

Di negara lain, Harissa dikenal sebagai pasta cabai merah yang digunakan untuk masakan. Sedangkan, di Suriah, kadang Basbousa juga disalah artikan dengan Harissa.

Para wisatawan bisa menjumpai Harissa di kota terbesar setelah Cairo, Alexandria. Makanan penutup lain yang tak kalah populer di Alezandria adalah Bassima.

Banyak penduduk Cairo yang sangat menyukai hidangan manis ini sebagai oleh – oleh keluarga setelah perjalanan dari Alexandria.

Kunafa

Ayesha’s Kitchen

Salah satu hidangan penutup terpopuler di jazirah Arab adalah Kunafa. Tak terkecuali di Mesir, Levant, Palestina dan Turki.

Setiap negara juga memiliki modifikasi isian yang berbeda – beda. Misalnya di Mesir, menggunakan isian krim.

Sedangkan, di Levant menggunakan Kunafa isian keju. Sementara itu, ada juga Kunafa Nabulsi yang dikreasikan oleh masyarakat Mesir.

Hidangan Kunafa juga sangat populer sebagai sajian penutup saat berbuka puasa di bulan Ramadhan.

Oleh karena itu, memasuki bulan Ramadhan, akan mulai dijumpai para pedagang Kunafa di tepi jalan dengan persaingan yang kompetitif.

Misalnya seperti kunafa mangga, kunafa coklat dan kunafa keju, dan masing-masing pilihan menawarkan cita rasa unik yang memanjakan lidah.

Ubi panggang

galenf.com

Berbeda dengan kuliner kaki lima lain yang umumnya digoreng dan dihindari para vegetarian karena terdapat varian daging, menu ini jelas berbeda.

Ya, ubi manis panggang yang sudah melegenda. Di Mesir, banyak pedagang kaki lima yang menawarkan camilan manis berupa ubi yang dipanggang di atas oven berbahan bakar kayu.

Selanjutnya, ubi yang sudah matang akan dibelah dua dan disajikan di atas kertas koran atau paper bag biasa.

Bahkan, ada juga beberapa penjual ubi jalar yang membuat kreasi ubi jalar dengan es krim, saus karamel, cokelat, dan kacang sebagai topping.

Zalabya

cairo360.com

Menu pencuci mulut Zalabya tidak hanya ada di Mesir. Di beberapa negara Timur Tengah, Zalabya sudah sangat populer.

Di Mesir sendiri namanya juga beragam. Selain disebut Zalabya, ada juga yang mengenalnya dengan nama loukmet el-qadi, yang berarti ‘makanan hakim’.

Sementara itu, di Turki, disebut juga dengan Loukma yang berarti seteguk. Dan di Yunani, ada yang menyebutnya dengan loukoumades.

Zalabya sebenarnya adalah sejenis camilan yang berbentuk bola – bola kecil dari tepung. Kemudian, adonan ini digoreng dan dituangi dengan sirup atau madu.

Ada juga yang menambahkan topping serbuk gula putih untuk menambah rasa manis.

Variasi berbeda, Zalabya juga dicelupkan ke dalam cokelat putih atau cokelat hitam. Makanan ini sangat cocok dijadikan penutup saat dijasikan masih panas sesuai topping pilihan Anda.

Baca juga:

Patah Hati atau Stres Pikiran? 4 Alasan Destinasi Alam Harus Jadi Tempat Berlibur

 

Puding beras

Tidak hanya di Mesir, pudding beras sudah sangat mendunia. Seperti di Turki, India hingga Arab. Pudding beras di setiap negara mungkin berbeda – beda varian topping. Namun, untuk membuatnya kurang lebih prosesnya sama.

Yaitu dengan mencampurkan beras, air dan susu. Bahan – bahan pilihan yang ditambahkan termasuk kismis, kacang almond dan kayu manis. Resep bisa bervariasi tergantung lokasinya.

Di Kairo, bahan – bahannya direbus dan dimasukkan dalam lemari es hingga menyatu dan membeku. Topping termasuk es krim, pistachio dan kacang – kacangan.

Puding beras dengan kacang pistachio tidak hanya lezat dan hemat, tetapi juga menyehatkan dan memberikan asupan nutrisi yang tinggi untuk seluruh anggota keluarga.

Jari Adventure

Informasi tour, travel, dan transportation.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.