Citarasa Pedas-Gurih Ayam Panggang Gandu “Bu Setu”, Wisata Kuliner Magetan Yang Nagih

Bila kebetulan lewat atau memang sengaja berwisata ke Magetan, Anda bisa mampir ke sebuah desa kecil di Kecamatan Karangrejo yang menjadi sentra wisata kuliner Magetan, Ayam Panggang, yaitu Desa Gandu. Sesuai dengan nama desanya, Ayam Panggang produksi desa itu dikenal dengan sebutan Ayam Panggang Gandu. Di desa ini, ada sekitar 15 rumah yang dijadikan tempat makan, salah satu yang wajib dicoba adalah rumah makan Ayam Panggang Gandu Bu Setu di Jalan Cokroaminoto 165, Magetan.

Ayam Panggang Gandu Bu Setu

Bu Setu memulai bisnis kulinernya di tahun 1990 dengan cara berkeliling ke desa-desa sekitar tempat tinggalnya. Selama lima tahun, tak kurang dari 20 desa dikunjungi setiap harinya untuk menjajakan ayam panggang. Di tahun keenam, Bu Setu mulai membuka warung kecil di rumahnya yang khusus menjual ayam panggang. Kejadian menarik pernah dialami beliau saat rombongan pegawai sebuah pabrik dari Ngawi bermaksud makan di tempat sedangkan Bu Setu tak memiliki nasi yang cukup.

Alhasil, pembeli harus rela menunggu beliau menanak nasi dan memasak sambal untuk makan siang. Sejak saat itu, Bu Setu tak hanya menyediakan ayam panggang saja tapi juga pelengkapnya seperti nasi, sambal dan lalapan.

Empuknya Daging Ayam Panggang

Ayam Panggang Gandu Bu Setu memiliki citarasa yang khas. Daging ayam kampungya empuk, rasa bumbunya yang menggigit serta aroma bakaran yang sangat menggugah selera. Meski tempat makannya hanya berupa warung lesehan yang sederhana, pengunjung dari berbagai penjuru tak henti-hentinya memenuhi warung beliau. Selain menikmati ayam panggang yang lezat, mereka juga bisa merasakan suasana pedesaan yang kental di warung ini, sesuatu yang sangat disukai warga kota besar untuk melepas penat sembari menikmati hidangan wisata kuliner Magetan ndeso yang spesial.

Cara Mengolah Ayam Panggang

Bu Setu dibantu sedikitnya 20-an karyawan untuk menjalankan bisnisnya. Saat melongok ke dapurnya, nampak kesibukan para karyawan menyiapkan pesanan pelanggan. Bu Setu memilih ayam kampung utuh yang berukuran sedang sebagai bahan utamanya. Ayam-ayam ini kemudian dibelah dadanya, dibentangkan dan ditusuk dengan menggunakan batang bambu. Agar dagingnya benar-benar empuk dan kesat, ayam setidaknya melalui lima kali proses pemanggangan. Pada proses pemanggangan akhir inilah bumbu baru ditambahkan.

Ayam tidak dibiarkan bersentuhan langsung dengan api melainkan dipanggang di atas semacam kuali yang diletakkan di atas tungku pembakaran tradisional dari tanah liat. Bahan bakarnya pun masih menggunakan kayu. Cara menanak nasinya pun masih tradisional yaitu dengan menggunakan kukusan dan dandang. Cara-cara trasional yang tetap dipertahankan ini diyakini dapat mempertahankan kualitas masakan dan bisa menghasilkan aroma ayam panggang yang khas.

 

Baca Juga : Berburu Nasi Pecel Khas Madiun, Jawa Timur

 

Pilihan Menu Ayam Panggang

Pelanggan bisa memilih dua varian rasa Ayam Panggang Gandu Bu Setu, yaitu pedas dan gurih. Untuk yang versi pedas, ayam panggang dibalur dengan bumbu berwarna merah yang lebih dikenal sebagai bumbu rujak. Bumbu rujak ini dibuat dari campuran cabai, kemiri, bawang merah, bawang putih, tomat, dan kacang tanah goreng yang dihaluskan.

Sementara Ayam Panggang yang bercitarasa gurih dibuat dengan campuran bumbu yang lebih sederhana, yaitu kunyit, bawang putih dan garam. Bu Setu memilih ayam kampung yang masih muda karena dagingnya yang tidak alot dan ayampun harus dalam kondisi sehat.  Pemilihan bahan yang serampangan akan berpengaruh terhadap citarasa makanan.

Ayam Panggang Gandu Bu Setu disajikan bersama sambal terasi atau sambal bawang serta lalapan segar yang berupa timun, kol, kemangi dan selada. Ada juga trancam semaca urap tapi menggunakan sayuran segar. Agar mudah dinikmati, ayam panggang utuh khas wisata kuliner Magetan ini terlebih dulu harus dipotong-potong.

Harga tarif ayam panggang

Dalam sehari Ayam Panggang Gandu Bu Setu bisa menjual 200 sampai 300 ekor ayam kampung pada hari biasa dan 500 sampai 700 ekor pada hari libur. Harga per –ekor ayam panggang dipatok sebesar 50 ribu hingga 70 ribu rupiah. Sedangkan paket nasi wakul  untuk 4 orang dan 1 ekor ayam panggang serta lalapan, dibanderol kisaran 100 ribu rupiah.

Sentra wisata kuliner Magetan ayam panggang

Meski di Desa Gandu tedapat banyak tempat makan yang menjajakan menu spesial ayam panggang, sebagai wisata kuliner Magetan, mereka tetap bisa bekerja berdampingan. Para pemilik rumah makan di sini percaya bahwa rejeki sudah ada yang mengatur dan tak bakalan tertukar. Masing-masing rumah memiliki pelanggannya masing-masing.

Tak begitu mudah mencapai sentra wisata kuliner Magetan, Ayam Panggang Gandu Bu Setu sebab lokasinya agak masuk ke dalam perkampungan penduduk. Saat melewati Jalan Raya Madiun-Solo , Anda mungkin bisa menemukan papan petunjuk arah ke lokasi.

Jika masih bingung, Anda bisa bertanya ke penduduk sekitar di mana lokasi wisata kuliner Magetan, Ayam Panggang Bu Setu. Selamat mencoba!

Jari Adventure

Informasi tour, travel, dan transportation.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.