Warisan Bangsa Romawi, Ternyata 5 Saluran Air Megah Ini Dibangun Pada Abad ke-1

Kegunaan dari saluran air ialah mengangkut air dari sumber menuju lokasi tertentu yang diinginkan mulai dari kota, hingga daerah pertanian yang membutuhkan irigasi.

Saluran air yang paling sederhana serta paling primitif digunakan pada Mesir awal, Babilonia, serta Asiria.

Jika diperhatikan, saluran air terdiri atas sebuah kanal yang terbuka di dalam galian antar sungai dan kota atau lokasi kemana air digerakkan oleh gravitasi.

Saluran air yang paling rumit dikembangkan di kawasan Persia atau Iran modern. Namun masyarakat Romawi membuatnya menjadi arsitektur dengan teknik menakjubkan sehingga bisa bertahan hingga di jaman ini.

Saluran air yang dibangun oleh bangsa Romawi dulunya berfungsi untuk membawa air secara konstan dari kota ke kota, pemandian umum, rumah tangga, serta air mancur.

Saluran air menggunakan kombinasi batu, batu bata, serta pozzuolana semen vulkanik khusus dengan lengkungan yang besar sehingga memberikan kesan indah. Sistem Aqueduct dari bangsa Romawi umumnya mengalir di bawah tanah.

Meskipun saluran-saluran air cantik ini sudah ada sejak era Romawi, ternyata ada beberapa yang masih awet dan indah hingga sekarang. Apa saja? Simak berikut ini.

1.    Acueducto de los Milagros

Saluran ini dibangun untuk memasok air menuju kolonial Romawi di Emerita Augusta di Spanyol yang kini bernama sekarang Merida.

Acueducto de los Milagros sendiri adalah jembatan Aqueduct Romawi yang telah hancur. Kini hanya sebagian kecil dari saluran air yang masih berdiri.

Di antaranya terdiri atas 38 pilar yang melengkung dengan tinggi sekitar 25 meter sepanjang 830 meter. Awalnya, struktur ini membawa air dari reservoir atau Lago de Proserpina menuju kota.

Tempat yang dialiri aliran disebut dengan Las Pardilas, terletak 5 km kea rah barat kaut Merida. Struktur ini sudah dibangun kira-kira sejak abad ke -1 Masehi dengan dua fase bangunan karena adanya renovasi, yaitu sekitar 300 Masehi.

DI abad selanjutnya, penduduk Merida memberikan julukan “Saluran Air Ajaib” pada tempat ini karena membuat banyak orang kagum. Kini saluran air ini dilestarikan dalam bagian Ensemble Arkeologi Merida oleh Situs Warisan Dunia UNESCO.

2.    Pont du Gard

Banunan Pont du Gard melintasi sungai Gardon yang ada di Remoulins, Pranci Selatan. Bangunan ini masuk dalam bagian saluran air Nimes, struktur dengan Panjang 50 km yang dibangun (untuk membawa air dari mata air Uzes menuju koloni Romawi Nemausus) oleh orang Romawi.

Pont du Gard ibnagun di abad ke -1 Masehi dan menjadi jembatan saluran air tertinggi di Romawi dan menjadi terbaik kedua setelah Aqueduct Segovia.

Tingginya mencapai 48,8 meter dan turun 2,5 cm sehingga menjadi indikasi luar biasa dari kecermatan insinyur Romawi di masa itu dengan teknologi yang masih sederhana.

Saluran air ini sangat bermanfaat karena diperkirakan telah membawa 2 juta kubik air setiap harinya ke rumah warga Nimes, pemandian, serta air mancur.

Aqueduct digunakan hingga abad ke -6, namun pada abad ke -4 terjadi kurangnya pemeliharaan sehingga ada penyumbatan oleh endapan minerap dan puing-puing.

3.    Segovia Aqueduct

Bangunan yang satu ini merupakan monument paling kuno dan paling terpelihara di Semenanjung Iberia di Spanyil. Bahkan telah menjadi ikon arsitektur yang sangat penting dan masih beroperasi hingga abad ke -20.

Saluran air ini membawa air dari sungai Fuente Fria menuju kota sejauh 15 km. puncaknya, saluran air ini mencapai ketingian 28,5 meter dengan 167 lengkungan di jalannya.

Bangunannya berasal dari balok-balok granit dengan tiga lengkungan tertinggi yang memberikan tanda dalam huruf perunggu. Tanda itu menunjukkan nama pembangun dan tanggal konstruksi.

Kini, ada dua relung yang terlihat yaitu di setiap sisi saluran air serta lainnya yang memiliki gambar Hercules. Menurut legenda, ia adalah pendiri kota ini.

Ceruk lainnya kini bergambar Vergen de la Fuencisla (Pelindung Segovia) dan Santo Stefanus.

4.    Pont de les Ferreres Aqueduct

Selanjutnya adalah Pont de les Ferreres yang terletak di Catalan atau Devil’s Bridge. Bangunan ini memiliki Panjang 249 meter dam masuk dalam bagian Aqueduct Romawi.

Ini dibangun untuk mengaliri air ke kota kuno Tarraco (Tarragona) di Catalonia, Spanyol dari Sungai Francoli.

Saluran air ini memiliki tanggal konstruksi yang tak pasti, ada yang percaya di bulan Agustus abad ke-1 tepat pada tanggal perluasan kota.

Saluran air ini sempat diperbaiki beberapa kali di abad ke-10, hingga pelestarian bangunan di abad ke-18 dan -20.

Baca juga:

Napak Tilas Sejarah Epik Spanyol, Awas Pesonanya Bikin Kecantol!

 

5.    Valens Aqueduct

Terakhir adalah Valens Aqueduct yang dibangun oleh Kaisar Romawi di akhir abad ke-4. Namanya bahkan diabadikan menjadi nama aqueduct ini.

Awalnya, ia mendapatkan air dari lereng antara Kagthane dan Laut Marmara. Panjang jaringannya melebihi 250 km dengan system purbakala yang membentang ke seluruh negara pegunungan Thrace dan memasok air bagi ibu kota.

Panjang Valens Aqueduct mencapai 971 meter dengan ketinggian 29 meter dan kemiringan konstan 1 : 1000.

Salah satu alasan mengapa bangunan pada era Romawi masih berdiri kokoh hingga kini adalah bangunannya memang terkenal tahan lama dan kuat.

Bahkan beberapa masih berfungsi, jika pun tidak berfungsi, bangunan itu membuktikan kemajuan teknologi di jaman Romawi.

Jari Adventure

Informasi tour, travel, dan transportation.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.