Tadabbur Alam Ramadhan, Ikuti 6 Tips Mendaki Gunung Saat Berpuasa

Ketika berpuasa, banyak orang yang memilih untuk berdiam diri dirumah sambil menjaga tubuh agar tidak kelelahan.

Banyak orang yang berpikir bahwa dengan aktivitas berlebih, puasa akan terganggu. Namun, ternyata itu hanyalah asumsi orang saja.

Kegiatan di luar ruangan tentu masih bisa Anda lakukan meskipun sedang berpuasa. Salah satunya adalah mendaki gunung.

Semua orang pasti tahu bahwa mendaki gunung akan sangat melelahkan bahkan membutuhkan kondisi tubuh yang prima.

Namun, tidak ada salahnya Anda mendaki gunung meskipun sedang berpuasa. Ini bisa menambah pengalaman yang berkesan.

Bagi Anda yang hobi mendaki, puasa bukanlah halangan. Oleh karena itu, simak beberapa tips mendaki gunung saat Ramadhan berikut ini :

1.    Pilih Waktu Mendaki di Pertengahan Ramadhan

Kenapa memilih waktu pertengahan bulan Ramadhan? Kenapa bukan saat awal Ramadhan? Itu karena ketika pekan pertama bulan Ramadhan, tubuh Anda masih dalam tahap beradaptasi dengan puasa harian yang mungkin sudah lama belum Anda lakukan.

Ketika memasuki pekan kedua atau ketiga, Anda bisa mendaki Bersama teman atau kerabat. Tubuh pasti sudah biasa dan beradaptasi dengan kebiasaan berpuasa setiap harinya.

Namun, pastikan tubuh Anda sedang dalam kondisi fit. Siapkan fisik yang prima seperti latihan dan olahraga ringan saat sepekan sebelum berangkat mendaki. BIsa jogging atau bersepeda.

2.    Pilih Jalur Pendakian yang Tidak Terlalu Berat

Setelah menyiapkan waktu dan hari yang tepat, maka saatnya Anda memilih jalur pendakian yang Anda inginkan.

Untuk di bulan Ramadhan, sebaiknya Anda memilih jalur dengan rute yang lebih mudah. Pilihlah gunung yang tidak terlalu tinggi dan aman seperti Gunung Gede, Gunung Prau, Gunung Andong, serta Gunung Papandayan.

Rute di gunung-gunung itu memang terkenal mudah, namun Anda harus tetap waspada dan siap menerima segala kondisi. Jangan membuat tubuh terlalu Lelah sehingga terpaksa untuk tidak puasa.

3.    Pilih Waktu Mendaki Saat Malam

Berpuasa tentu membutuhkan tenaga yang lebih agar terhindar dari kelelahan atau dehidrasi. Untuk lebih menghemat tenaga, Anda bisa memilih waktu pendakian di saat malam hari.

Mendaki ketika pagi atau siang hari dibawah teriknya matahari bisa membuat tenaga terkuras lebih cepat.

Waktu sore hari juga bisa Anda pilih. Saat berada di tengah perjalanan dan tiba waktu berbuka, Anda dan kerabat bisa berhenti sejenak sambil berbuka.

Berbuka puasa di lereng gunung tentu memberikan pengalaman yang berbeda. Bisa juga untuk memilih waktu pendakian seusai shalat Tarawih.

Apalagi jika Anda memilih rute yang singkat, maka Anda bisa tiba di puncak saat sahur. Setelah itu, Anda bisa turun di saat sore hari keesokan harinya.

4.    Ajaklah Teman yang Juga Berpuasa

Mendaki Bersama teman yang sedang tidak berpuasa tentu akan membuat godaan untuk membatalkan puasa lebih kuat.

Dikala mereka kelelahan dan haus, mereka bisa minum dan makan, sedangkan Anda tidak bisa sampai waktu berbuka tiba.

Oleh karena itu, pilihlah teman mendaki yang juga sama-sama berpuasa agar sama-sama berjuang pula.

5.    Minum Multivitamin Saat Sahur

Ketika sahur, sebaiknya Anda mengonsumsi multivitamin tambahan agar tubuh menjadi lebih fit dan tidak mudah terserang penyakit.

Tubuh akan semakin bersatmina apalagi ketika beraktivitas di luar ruangan.

6.    Bawa Logistik yang Efektif dan Efisien

Sebelum mendaki, pilah kembali barang yang akan Anda bawa. Di bulan puasa, pastikan Anda membawa barang yang tidak berlebihan alias efektif.

Dengan membawa barang yang kurang penting, tentu tas akan semakin berat dan kelelahan akan berlipat ganda.

Salah satunya adalah pilihlah sleeping bag atau matras dengan bahan yang ringan agar tidak terlalu berat. Celana berbahan parasut yang quick dry juga sangat membantu.

Daripada membawa kamera DSLR, bawa saja smartphone dengan kamera yang berkualitas agar tidak ribet dengan lensa-lensa tambahan. Cara packing juga akan mempengaruhi barang bawaan Anda.

Dengan tips di atas, pendakian akan semakin lebih mudah dan lancar. Tentu saja dengan didukung kondisi fisik dan mental yang baik pula.

Jangan lupa untuk mengecek cuaca, medan perjalanan, hingga kondisi yang ada di tempat pendakian agar Anda aman sampai ke puncak. Jadi, tertarik untuk mendaki gunung saat puasa?

Jari Adventure

Informasi tour, travel, dan transportation.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.