Sebelum Pergi ke Korea Selatan, Catat Tradisi Tak Tertulis Ini

Saat kita berkunjung ke tempat yang asing bagi kita, maka sudah seharusnyalah kita mengikuti, peraturan dan juga tradisi serta adat istiadat yang berlaku di daerah tersebut.

Seperti ada pepatah kuno yang mengatakan, dimana Bumi di Pijak di Situ Langit di Junjung. Maka peraturan apapun yang diberlakukan di masyarakat setempat mau tidak mau harus kita patuhi dan jalani.

Tidak dipungkiri lagi bahwa Negara Korea Selatan adalah salah satu tujuan wisata paling dipilih saat ini. Selain karena demam K-Pop dan K-dramanya, Negara Korea selatan selalu mempromosikan tempat-tempat yang indah melalui Drama ataupun Film yang mereka sajikan. Membuat semua orang ingin sekali berkunjung ke sana.

Namun, seperti semua tempat di muka bumi ini, Negara Korea Selatan Juga memiliki peraturan dan budaya-budaya yang mereka terapkan di Negaranya yang mungkin berbeda dengan Negara kita.

Apa saja sih hal yang Boleh kita lakukan dan Hal yang TIdak Boleh kita lakukan. Meski memang untuk beberapa peraturan ataupun budaya yang sangat umum, sudah banyak orang yang mengetahuinya.

Karena memang Korea Selatan sangat aktif dalam mempromosikan budaya dan adat istiadat mereka melalui film atau drama mereka.

 

1.    Melepaskan alas kaki

Hampir sama dengan Negara Jepang, maka budaya di Korea Selatan juga akan megharuskan kamu untuk melepaskan alas kaki kamu, di tempat-tempat tertentu ataupun saat kamu berkunjung ke tempat atau rumah orang lain.

Di Korea memang tidak semua tempat yang mengharuskan kamu untuk melepaskan alas kaki, selain di rumah mereka ataupun beberapa resto yang bergaya tradisional.

2.    Berteriak di saat memesan makanan

Berteriak saat kita memesan makan kalian akan dinilai tidak sopan jika berteriak kepada pemilik warung makan ataupun pelayan resto.

Namun hal ini di Korea Selatan diperbolehkan. Jadi kita bisa berteriak untuk memesan makanan kita kepada pelayan ataupun pemilik toko, dan hal ini sudah menjadi hal yang lumrah di Korea Selatan.

Tidak akan menimbulkan tatapan-tatapan sinis dari meja-meja di sekitar kita. Tapi juga ingat, tentunya hal ini tidak berlaku untuk Resto-resto mewah bintang 5 ( lima ).

Karena di tempat ini, kalian akan mengikuti tatakramanya. Dan meski kita diijinkan untuk berteriak, hal ini hanya berlaku untuk memesan makanan bukan untuk complain mengenai layanan mereka.

 

3.    Jarang menemukan Garpu

Di Korea Selatan akan jarang bagi kita untuk menemukan garpu. Karena mereka selalu menggunakan sumpit. Sumpit di Korea Selatan agak memiliki struktur yang berbeda dengan Negara-Negara lain yang juga menggunakan sumpit sebagai alat  makan yang umum.

Di Korea Selatan memiliki kepercayaan atau bisa di bilan budaya yang percaya saat kita menusuk makanan adalah satu tindakan yang tidak sopan. Bahkan, mereka percaya bahwa itu akan merusak makan tersebut. Jadi kalian harus berusaha untuk hanya menggunakan sumpit dan sendok, sebelum meminta garpunya.

Baca juga:

Dipuja Traveller Dunia, Semarak Warna Indah Pulau Jeju Korea yang Juara

 

4.    Sangat Jarang menemukan tempat sampah

Di Korea Selatan, kalian akan sangat jarang menemukan tempat sampah. Untuk itu semua sampah yang kalian miliki sepanjang perjalanan, harus kalian simpan terlebih dahulu.

Setidaknya sampai kalian bisa melihat atau menemukan tempat sampah,. Biasanya tempat sampah terdapat di sudut-sudut pemukiman warga, apartment dan juga pemberhentian bus. Kalian juga harus memilah sampahnya dan buang sesuai dengan jenis sampahnya.

Berlibur di Korea Selatan akan menjadi lebih mudah bagi kalian jika kalian menunjukkan bahwa kalian bisa menyesuaikan diri dengan kebudayaan yang mereka miliki.

Misalnya dengan hal kecil seperti sapaan, Orang Korea akan sangat menghargai jika kalian menggunakan kata sapaan dalam bahasa Korea.

Ataupun sekedar berterima kasih dalam bahasa yang mereka miliki yakni bahasa Korea. Semakin kita terlihat sama dengan mereka maka akan semakin mereka menghargai kita.

Bersikaplah sebagai mana mereka bersikap agar kita juga dihargai sebagai mana kita minta untuk dihargai. Karena pada hakekatnya memang serta itulah yang terjadi di belahan dunia manapun. Jika ingin dihargai maka kita juga harusmenghargai mereka.

Jari Adventure

Informasi tour, travel, dan transportation.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.