Hasilkan Foto Menghentak, 6 Tips Aman Foto Prewedding di Gunung

Salah satu tradisi yang dilakukan pasangan yang akan menikah adalah melakukan rangkaian pemotretan atau prewedding.

Untuk tema dari prewedding itu sendiri biasanya terbagi menjadi 2, yaitu indoor dan outdoor dimana pasangan dapat memilih lokasi favorit mereka.

Dalam kategori outdoor, salah satu tempat favorit pasangan untuk melakukan prewedding adalah gunung.

Selain anti mainstream, prewedding di gunung juga sedang naik daun. Ada banyak keuntungan jika pasangan memilih gunung sebagai prewedding, salah satunya adalah kesan yang hening dan tenang namun masih romantic.

Tertarik untuk memilih gunung sebagai lokasi prewedding Anda? Simak dulu beberapa tips aman ini aga prewedding di gunung semakin lancar.

1.    Menentukan Konsep dan Tempat

Hal pertama yang harus Anda siapkan adalah konsep yang matang. Dengan konsep yang matang, maka pemilihan tempat akan semakin mudah.

Jika Anda ingin memberikan kesan yang penuh adrenalin serta menantang, maka Anda bisa memilik tempat yang tepat seperti spot di pinggir tebing gunung.

Untuk konsep di atas, Anda bisa memilih Tebing Keraton sebagai pilihan Anda. Spot ini tidak terlalu tinggi untuk didaki Bersama pasangan sehingga lebih aman.

Dijamin, foto prewedding yang dihasilkan akan penuh dengan kesan yang memacu adrenalin.

2.    Persiapkan Fisik sebelum Pemotretan

Memang, melakukan sesi prewedding di gunung bukan berarti harus mendaki gunung layaknya para pendaki. Namun, persiapan fisik pasangan juga harus diperhatikan karena jika tidak dipersiapkan maka hasilnya akan berakibat fatal.

Anda dan pasangan bisa kelelahan dan tidak sanggup menjalankan sesi pemotretan yang harusnya dijalankan hari itu juga. Tempat yang tidak mudah dijangkau juga memicu kelelahan meski bukan kelelahan seperti para pendaki.

Jika fisik lemah dan drop, maka Anda harus mengganti sesi pemotretan di lain hari dan mengganti destinasi lain yang biasa saja. Buang-buang waktu dan tenaga banget, bukan?

3.    Mengajak Tim Profesional

Untuk mengurus sesi prewedding, maka jangan diserahkan kepada orang yang tidak berpengalaman. Apalagi jika memilih gunung sebagai spot pemotretan prewedding Anda.

Tentu saja membutuhkan orang yang benar-benar professional sehingga hasil yang di dapat juga makin maksimal. Orang yang berpengalaman juga akan tahu apa saja bagian yang cocok untuk dijadikan spot pemotretan meskipun itu di gunung yang lebih menantang.

Daripada hasilnya jelek dan kurang memuaskan setelah jauh-jauh ke gunung, lebih baik pastikan dulu fotografer yang Anda pilih sudah professional atau belum.

Bisa juga mencari tim fotografer yang sudah biasa mengambil sesi prewedding di gunung dan perhatikan pula hasilnya.

Pertimbangkan kembali hasil yang di dapat, karena memotret di gunung membutuhkan angle yang bagus dan orang yang tepat.

4.    Pilih Kostum yang Simpel dan Tidak Ribet

Pemilihan kostum untuk kategori indoor dan outdoor ternyata juga perlu diperhatika. Untuk prewedding indoor, Anda bisa memilih kostum apa saja karena tidak ribet ketika sesi pemotretan. Namun, berbeda lagi dengan kategori outdoor.

Pilihlah kostum yang tidak terlalu ribet. Jangan lupa membawa tim khusus untuk makeup, hair do, dan lainya agar penampilan Anda dan pasangan tetap oke meskipun harus di luar ruangan.

Selain itu, di gunung tidak ada spot khusus untuk mengganti baju, jadi pilihlah kostum paling tepat namun simple dan tetap menampilkan kesan yang ingin dimasukkan ke dalam foto.

baca juga:

Stylish dan Instagrammable, Cek 4 Hotel di Hong Kong untuk Booking Liburan

 

5.    Tetap Waspada

Gunung tetaplah sebuah gunung, artinya meskipun Anda hanya melakukan sesi pemotretan, tetaplah berhati-hati.

Terkadang, ada saja kondisi yang terjadi dengan tidak terduga seperti kecelakaan saat mendaki, atau spot foto yang ternyata tidak sesuai ekspektasi atau bahkan tidak bisa dipakai lagi.

Dengan kondisi yang tidak diharapkan ini, janganlah memaksakan kehendak Anda. Di sini perhatikan juga kondisi kesehatan dan keselamatan Anda dan tim yang ikut serta.

Jika hanya ingin mengejar foto yang bagus, bisa-bisa Anda dan pasangan terpeleset jatuh ke jurang karena terlalu ekstrim dan kurang berhati-hati.

6.    Pilih Waktu yang Tepat

Selain memperhatikan tempat yang cocok untuk prewedding, pilihlah pula waktu yang tepat dalam melakukan sesi pemotretan.

Jika konsep Anda sambil bermain hujan, maka mendakilah ketika musim hujan. Jika ingin konsep hutan yang meranggas, berarti datanglah di musim kemarau. Simple, bukan?

Memilih gunung sebagai lokasi prewedding memang bukanlah hal yang mudah, namun juga tidak sulit dalam menjalankannya.

Asalkan tips-tips di atas dapat Anda ikuti dengan baik dan benar. Persiapkan segalanya dengan matang agar tidak ada hal buruk yang terjadi ketika pemotretan.

Jari Adventure

Informasi tour, travel, dan transportation.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.