Etika yang Harus Kamu Ingat Saat Wisata ke Jepang

Sebagai tempat wisata yang paling dituju oleh para wisatawan dari seluruh dunia, tentunya Jepang sudah sangat terbuka dengan kedatangan para wisatawan ini.

Seperti yang diketahui bahwa orang Jepang adalah orang yang sangat menjunjung tinggi nilai-nilai budaya mereka. Mereka sangat disiplin untuk segala aspek kehidupan mereka.

Namun disisi lain mereka sangat menghargai orang lain termasuk para wisatawan yang berkunjung ke Negara mereka untuk menikmati pemandangan alam Negara mereka.

Untuk itu sebagai wisatawan kitalah yang seharusnya mencari tahu apa yang boleh dan tidak boleh atau yang melanggaran baik peraturan Negara ataupun mungkin peraturan adat dan kebiasaan masyarakat Jepang.

Agar liburan kita akan kita nikmati dengan baik bukan malah menjadi masalah. Apa saja sih yang Bisa atau yang Tidak Bisa kita lakukan di Jepang, yuk simak.

 

1.    Biasakan diri untuk melepaskan sepatu atau alas kaki.

Bagi kita, atau bagi orang-orang dari berbagai Negara yang lain, hal melepaskan alas kaki tidak begitu penting. Namun di Jepang, penduduknya tidak akan membiarkan kamu mengenakan alas kaki atau sepatu saat memasuki rumah mereka.

Hal ini juga berlaku pada tempat-tempat yang lain. Seperti kuil atau tempat ibadah yang lain, bahkan di sebagian besar restoran dan Pub.

Hal ini lebih kepada tradisi orang Jepang itu sendiri. Karena mereka percaya apa yang berada di dalam Itu berkaitan dengan kebersihan dan kemurnian serta kenyamanan.

Sedangkan apa yang berasal dari luar menyiratkan apa yang tidak dikenal, kotor atau bahkan berbahaya. Untuk itu di berbagai tempat di Jepang kalian akan menemui banyak tanda yang meminta kalian untuk melepaskan alas kaki kalian.

Buat kamu yang mungkin memang merasa tidak nyaman berjalan dengan hanya memakai kaos kaki ( disarankan untuk selalu memakai kaos kaki saat kamu berada di jepang ).

Maka tenang saja, karena biasanya orang Jepang menyiapkan sandal yang memang bisa dipakai di dalam ruangan.

 

2.    Jangan menatap secara langsung kepada lawan bicara

Umumnya, saat orang berbicara dengan kita adalah sebuah ketidak sopanan jika kita sama sekali tak menatap dan memperhatikan wajah orang yang kita ajak atau diajak bicara.

Namun di Jepang sangat berbeda. Kita akan dianggap tidak sopan jika kita berbicara dan menatap langsung lawan bicara kita.

Orang Jepang akan merasa tidak nyaman jika lawan bicaranya memandangi secara langsung. Sebagai gantinya kita harus mengarahkan pandangan kita pada bagian leher mereka atau tidak menatap mata mereka secara langsung.

 

3.    Jangan menyentuh orang dengan sembarangan

Orang Jepang tidak begitu nyaman dengan orang yang asing atau orang yang baru dikenal. Maka untuk mereka hal-hal yang berkaitan dengan privasi mereka sangatlah mereka jaga.

Orang Jepang sama sekali tidak mengijinkan orang lain menyentuhnya. Pada budaya yang lain, mungkin kita bisa menyentuh dan memegang tangan teman kita apalagi jika suasana yang akrab.

Namun Jepang sedikit berbeda, mereka memiliki prinsip budaya yang sangat kuat.

 

4.    Menimbulkan bunyi saat menikmati Ramen sangat diperbolehkan

Di Indonesia, sangat tidak disarankan untuk menimbulkan suara saat kita sedang makan. Namun hal yang berbeda terjadi di Jepang.

Kalian diperbolehkan untuk menimbulkan suara saat kalian menikmati ramen, tentunya bukan suara saat mengunyah tapi suara saat kalian nikmati ramennya.

Saat menghirup kuah ramen, suara yang kita timbulkan justru bisa membuat mereka senang, karena ini berarti kita benar-benar menikmati ramen yang mereka sajikan.

baca juga:

Travelling ke Luar Negeri, Cara Cerdas Berkemas Hanya Membawa Satu Tas

 

5.  Jangan Memberikan Tip Pada siapapun

Di Indonesia, jika kita ke Salon atau pun di beberapa Resto, merupakan hal biasa jika kita memberikan Tip kepada siapapun yang telah memberikan pelayanannya kepada kita.

Turis memberikan tip (uang) sebagai bentuk terima kasih karena sudah memberikan pelayanan terbaik. Namun, di Jepang hal ini tidak berlaku sama sekali.

“ Apa yang tertulis, maka Itu yang kita bayarkan” Terkadang ada beberapa orang yang mungkin dengan sengaja memberikan uang lebih kepada sopir taxi atau juga penjaga restonya berharap itu bisa mereka ambil sebagai rasa terima kasih.

Jari Adventure

Informasi tour, travel, dan transportation.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.