Bisa Dapat Pengalaman dan Pelajaran Berharga, 6 Macam Travelling untuk Usia 20-an

Waktu yang tepat untuk menemukan jati diri adalah ketika telah menginjak umur 20-an. Biasanya, orang akan cenderung bereksplorasi, mengembangkan potensi, serta sering kali mencoba hal baru yang berbau positif.

Di usia ini pula waktu yang tepat untuk memanfaatkan waktu muda sebaik mungkin agar tidak menyesal di kemudian hari. Usia yang cukup produktif untuk melakukan segala hal dan melawan segala tantangan.

Salah satunya adalah melakukan travelling. Dengan travelling, Anda akan mendapatkan banyak sekali pelajaran dari mana saja daripada hanya mendapatkan pelajaran di kampus, rumah, atau kantor saja. Pengalaman hidup yang lebih nyata akan Anda rasakan ketika travelling.

Di umur 20-an, Anda beberapa jenis travelling yang bisa Anda jalankan. Orang-orang di usia ini tentu saja masih memiliki semangat dan tenaga yang prima sehingga mampu untuk melakukan travelling. Mari kita simak jenis travelling yang bisa Anda lakukan di umur 20-an.

1. Solo Travelling

Apakah Anda adalah seorang solo travelling? Atau lebih suka beramai-ramai? Jika Anda suka beramai-ramai, maka cobalah untuk mencoba solo travelling.

Banyak yang mendengar bahwa solo travelling sangat berbahaya, itu hanya mitos! Tak akan ada yang bisa membahayakan jiwa Anda jika Anda sudah mempersiapkan semuanya.

Dengan melakukan solo travelling, Anda bisa bertualang secara mandiri. Selain itu, Anda akan merasakan bagaimana rasanya jadi seseorang yang independent, bisa memimpin diri sendiri, serta bertanggung jawab akan keselamatan diri Anda sendiri.

Melakukan solo travelling bisa Anda lakukan dimana saja tanpa perlu ke luar negeri. Misalnya lakukan saja trip ke Bandung atau ke Bali sendirian tentunya dengan persiapan yang matang.

2. Camping

Sepertinya sebagian besar orang-orang suka dengan camping. Camping biasanya sudah diterapkan sejak anak masih berada di sekolah dasar tentunya dengan pengawasan guru dan orang tua.

Kali ini, Anda bisa menikmati camping yang berbeda di daerah pegunungan atau pantai. Ajaklah kerabat serta keluarga agar lebih ramai. Jangan lupa untuk membawa peralatan camping yang lengkap seperti selimut, tenda, makanan instan, dan yang lainnya.

Dengan camping Anda akan merasakan rasanya lebih dekat dengan alam. Sekaligus bisa meningkatkan bonding serta menambah kebersamaan Bersama keluarga meski tidak tidur di atas Kasur empuk dan makanan yang mewah.

Anda juga dapat memanfaatkan fasilitas dari pihak area camping agar Anda tak perlu membawa banyak barang. Perhatikan cuaca dan musim yang tepat agar Anda tidak kesulitan saat camping.

3. Mendaki Gunung

Jika Anda sudah terbiasa melakukan camping, maka langkah selanjutnya adalah mendaki gunung. Kegiatan ekstrem ini harus dilakukan seniat mungkin karena bukan ajang gaya-gayaan atau ikut-ikutan.

Dengan mendaki, Anda akan mengetahui apa itu filosofi kehidupan yaitu selalu bekerja keras. Di perjalanan bisa saja Anda bertemu banyak hambatan.

Mendaki tidak boleh egois, semua anggota harus mengedepankan kepentingan Bersama. Semua Lelah harus ditanggung Bersama. Ada yang bilang bahwa sikap asli seseorang akan muncul saat mendaki. Bisa dicoba?

4. Travelling ala Backpacker

Backpacker, sebutan untuk traveler yang melakukan perjalanan mandiri dengan menekan budget seminim mungkin.

Dengan melakukan travelling seperti ini, Anda harus siap mental karena akan meninggalkan segala kemewahan dan mempertimbangkan segala hal seperti transportasi, makanan murah, serta barang yang seadanya. Backpaker identik dengan tas punggung backpack yang dibawa kemana saja.

Ada hikmah yang bisa didapatkan ketika Anda mecoba travelling ala backpacker, salah satunya adalah Anda akan mengerti bahwa kehidupan bisa saja berada dalam kondisi tidak menyenangkan sehingga membutuhkan perjuangan yang lebih keras.

5. Diving

Aktivitas yang satu ini sangat digemari oleh segala kalangan. Siapa sih yang tidak suka melihat indahnya alam bawah laut?

Dengan tubuh dan usia yang masih muda, melakukan diving adalah hal yang mudah. Jika belum terbiasa, Anda akan didampingi oleh ahli.

Salah satu hal yang bisa didapatkan dengan diving ialah Anda akan sadar bahwa lautan patut untuk dijaga karena memiliki keindahan alam yang luar biasa.

Setelah itu, jangan lupa untu share aktivitas Anda di social media agar semua orang bisa menjaga indahnya alam laut.

Baca juga:

Kuil Payudara Hingga Kejantanan, Temukan 9 Kuil Terunik di Jepang yang Bikin Tercengang

 

6. Travelling untuk Berbagi

Jenis travelling yang terkahir adalah travelling dalam rangka berbagi pada sesame. Di sini Anda akan mendapatkan banyak pelajaran dari terjun ke lapangan.

Bagaimana sulitnya kehidupan masyarakat yang kurang mampu, kurangnya keadilan, hingga lingkungan yang kurang dijunjung. Aktivitas ini bisa Anda lakukan dengan mengikuti komunitas atau kegiatan social.

Di usia 20 tahun, hal baru butuh Anda dapatkan. Ada banyak manfaat yang bisa dituai agar pribadi menjadi lebih dewasa. Semakin bersyukur akan apa yang telah dimiliki adalah hal terpenting. Selamat travelling!

Jari Adventure

Informasi tour, travel, dan transportation.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.