7 Tempat Tersembunyi di Masjidil Haram yang Bisa Dimanfaatkan Jamaah Haji/Umrah

Menyambut Lebaran Haji, kaum muslimin dari seluruh dunia berkumpul di Mekah untuk melaksanakan ibadah suci haji dan umrah di Bulan Dzulhijah.

Bisa dipastikan, Masjidil Haram akan semakin ramai dan berdesakan dengan para jamaah haji dari berbagai negara. Meski Masjidil Haram bisa menampung hingga jutaan jamaah, tetap saja pada saat – saat sholat berjamaah dan pelaksanaan ibadah haji rasanya semua tempat sudah penuh sesak dan sulit untuk bergerak apalagi untuk sekadar berkeliling dan berjalan melihat  – lihat seluruh isi bangunan kebanggaan warga tanah suci tersebut.

Padahal, sebenarnya di dalam Masjidil Haram ada beberapa fasilitas umum yang sangat memadai untuk memenuhi kebutuhan seluruh jamaah haji. Tidak hanya untuk urusan perbekalan atau oleh – oleh haji semata, namun juga untuk para jamaah haji penyandang disabilitas dan ruangan – ruangan tambahan yang bisa dimanfaatkan untuk tempat sholat.

Nah, langsung saja yuk kita menguak 7 spot terselubung di Masjidil Haram yang bisa dimanfaatkan oleh para jamaah haji dan umrah di tanah suci:

1. Bisa naik ke atap masjid dengan tangga eskalator

Semua tempat di Masjidil Haram sudah penuh sesak? Jangan khawatir, Anda masih bisa naik menuju ke atap bangunan Masjid terbaik sepanjang masa tersebut. Jamaah haji atau umrah diizinkan naik ke atap Masjidil Haram untuk sholat wajib atau melakukan ibadah sholat sunnah lainnya.

Sayangnya, karena lokasinya yang agak tersembunyi jadi tidak banyak jamaah yang tahu bagaimana cara mengakses tangga eskalatornya.

Anda bisa menuju ke dekat pintu Gate 91. Di situ sudah ada papan yang bergambar tangga eskalator. Hanya saja, biasanya jamaah lebih senang melakukan sholat Isya’ atau subuh di atap masjid bangunan ini, karena pada sholat – sholat lain, cuacanya sangat panas dan terik sehingga kurang nyaman.

2. Ada 95 pintu masuk

Tercatat total keseluruhan pintu masuk Masjidil Haram ada 95 buah. Akan tetapi, karena faktor keamanan dan agar jamaah haji atau umrah dari Indonesia lebih mudah mengingat, biasanya jamaah Indonesia diminta untuk masuk melalui pintu King Fahd Gate dan King Abdul Aziz Gate. Kedua pintu ini sengaja dipilih karena berada tidak jauh dari lokasi pemondokan atau hotel jamaah haji asal Indonesia.

Kebanyakan jamaah haji Indonesia yang sudah udzur tentu akan kesulitan untuk mencari pintu yang terlalu banyak, jadi kedua pintu tersebut yang biasanya selalu menjadi langkah awal memasuki Masjidil Haram.

3. Pusat pengambilan air Zam-zam

Tidak seperti mata air lain di seluruh dunia, mata air zam – zam mengandung kekayaan sumber mineral yang berlimpah dan mengandung barakah untuk kehidupan umat manusia. Hingga akhir zaman, mata air yang dahulu terpancar dari kaki Nabi Ismail sewaktu masih bayi ini tidak akan pernah surut.

Untuk pengelolaan mata air zam-zam di masa kini, sudah ditempatkan dalam wadah – wadah khusus seperti galon, jerigen, hingga botol. Biasanya akan diberikan kepada para jamaah haji dan umrah sebagai oleh – oleh. Selain itu, mata air zam-zam juga dipakai untuk minum dan berwudhu serta kebutuhan para jamaah lainnya dalam bersuci.

Oleh karena itu, di pintu gate 93 selau bersiap siaga para petugas pengisi galon air zam-zam untuk mengisi ulang galon – galon yang sudah kosong. Setiap hari, kesibukan di pintu gate ini tidak pernah berhenti siang dan malam untuk mengatur dan mengelola air zam – zam agar selalu dapat dimanfaatkan para jamaah haji.

4. Ruang video tutorial umrah

Bagi jamaah Indonesia yang melakukan umrah ke tanah suci, tentu sudah tidak repot dengan berbagai kegiatan yang dilakukan beserta doa – doanya. Hal ini berkat bantuan para pendamping atau ustadz yang membimbing selama pelaksanaan ibadah umrah. Namun, bagi para jamaah dari negara lain yang ingin mendapatkan “bimbingan” tidak perlu khawatir, di pintu Gate 74, sudah tersedia video tutorial di layar besar yang membimbing pelaksanaan umrah. Mulai dari Tawaf, sa’i serta doa- doa selama ibadah umrah.

5. Buku panduan umrah dan doa

Selain video tutorial umrah, di dalam Masjidil Haram juga terdapat semacam perpustakaan yang menyimpan berbagai buku panduan umrah dan doa – doanya. Hanya saja bedanya, di sini buku – buku tersebut memang dibagi – bagikan secara gratis oleh petugas khusus. Jamaah hanya tinggal mengucapkan nama negaranya atau bahasa yang dipilih. Nantinya, si petugas akan mengambilkan buku dengan bahasa yang digunakan oleh jamaah.

6. Audio terjemahan khutbah Jumat

Bisa mengikuti sholat Jumat di Masjidil Haram adalah sebuah pengalaman spiritual yang tak terlupakan. Sebagai warga negara asing di negeri orang, tentu kita juga ingin mendengarkan apa isi khutbah dari si pengkhutbah. Tak perlu khawatir, para jamaah haji dan umrah dapat mendengarkan audio streaming terjemahan khutbah Jumat dari ponsel pribadi dan earphone. Minta bantuan petguas di dekat Pintu Gate 74 untuk informasinya. Audio terjemahan disediakan dalam bahasa Urdu, Perancis dan bahasa Inggris, serta bahasa Indonesia.

7. Tempat wudhu yang berdekatan dengan Ka’bah

Hendak melaksanakan sholat tapi ternyata batal karena buang angin. Jangan khawatir, ada tempat wudhu yang lokasinya dekat Ka’bah. Yaitu, ada di bawah tangga – tangga besar yang menuju ke pelataran Ka’bah. Jadi, tak perlu jauh – jauh keluar Masjidil Haram untuk mencari tempat wudhu.

***

Jari adventure tour and travel, menyediakan berbagai kebutuhan paket liburan dan perjalanan wisata. Mulai dari outbond, gathering, study tour, exhibiton, dan lain – lain.

Jari Adventure

Informasi tour, travel, dan transportation.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.