Yuk, Belajar Tata Surya Sambil Berwisata di Planetarium Jakarta

Planetarium  Bosan juga bila setiap weekend harus mengajak anak ke mall untuk refreshing. Mencari tempat liburan alternatif untuk anak memang gampang-gampang susah apalagi di Ibu Kota Jakarta yang serba mahal. Seringkali masalah budget inilah yang menjadi kendala utama para orang tua dalam memilih tempat wisata yang cocok bagi anak-anak. Pingin yang murah tapi tak murahan? Anda bisa datang ke Planetarium Jakarta yang terletak di Taman Ismail Marzuki, tepatnya di Jalan Cikini Raya No. 73, Jakarta Pusat.

Di Planetarium, Anda dapat mengajak buah hati berwisata sekaligus belajar tentang tata surya. Anak-anak pasti suka menikmati taburan bintang, satelit, kilasan meteor, planet dan titik-titik rasi bintang yang selama ini mungkin telah mereka hafal namanya. Dapat menikmati suasana langit lepas di malam hari apalagi di Jakarta pastilah merupakan pengalaman yang sangat langka, tapi di Planetarium Anda dan buah hati tercinta bisa merasakannya. Dan, masih banyak berbagai hal menarik lainnya yang bisa Anda lakukan di sana. Daripada penasaran dengan tempat wisata yang satu ini, yuk simak ulasannya berikut ini… 

Sejarah

Planetarium mulai dibangun pada 1964, atas prakarsa dan gagasan Presiden Pertama Republik Indonesia, Ir. Soekarno. Sang Proklamator beranggapan bahwa dengan dibangunnya Planetarium Bangsa Indonesia akan dapat lebih memahami pengetahuan tentang benda-benda langit dan berbagai fenomena yang terjadi di luar angkasa. Proyek ini pun kemudian mendapat dukungan dana tak hanya dari pemerintah RI saja tapi juga dari Gabungan Koperasi Batik Indonesia. Empat tahun kemudian, gedung Plantarium diresmikan oleh Ali Sadikin, selaku Gubernur DKI Jakarta, yang bertepatan dengan peresmian Taman Ismail Marzuki (TIM), yaitu lokasi di mana gedung Planetarium berada.

Fasilitas

Planetarium mempunyai sebuah tempat untuk peneropongan benda langit yang disebut dengan Observatorium. Di sinilah tempat dilakukannya pengamatan benda-benda langit secara langsung dengan menggunakan teleskop. Terdapat tiga tempat peneropongan yang digunakan untuk observasi visual dan fotografi matahari, bulan, planet, komet, gugus bintang, dsb, dan juga tiga buah telekop portable yang dapat dibawa berpindah-pindah.

Baca juga: Museum Wayang, Obyek Wisata Unik di Kawasan Kota Tua Jakarta

Pengunjung bisa dengan bebas menggunakan fasilitas di Observarium ini tanpa dipungut biaya. Biasanya, kegiatan peneropongan dilakukan pada malam hari dan dijadwalkan pada bulan-bulan tertentu. Namun, tidak menutup kemungkinan untuk dilakukan pada waktu yang tak terjadwal apalagi bila terjadi peristiwa astronomi yang menarik seperti gerhana bulan ataupun matahari. 

Tata ruang

Tak hanya itu, di Planetarium juga tersedia Ruang Pameran atau museum yang berisi koleksi benda angkasa seperti pecahan batu meteor dll. Ruang pameran ini biasanya hanya dibuka untuk kunjungan rombongan, sembari menunggu waktu giliran masuk ruang pertunjukan. Terdapat pula panggung Theater Proseniuruang tempat diputarnya film-film yang berkaitan dengan ilmu pengetahuan astronomi.

Di sini, pengunjung bebas mengambil tempat duduknya masing-masing. Yang tak kalah menarik, Anda bisa menyusuri ‘Lorong Astronomi’ yang memiliki atap melengkung dan dinding yang memanjang bagaikan lorong goa. Di sini, Anda bisa melihat 12 lukisan kaca yang berupa rasi bintang yang biasanya dihubungkan dengan nasib manusia.   

Atraksi wisata

Mungkin yang paling ditunggu para pengunjung Planetarium adalah pertunjukan selama kurang lebih 60 menit yang menggambarkan langit dan bumi di waktu malam yang dipenuhi bintang. Pertunjukan ini dapat dinikmati di ruangan yang mirip bioskop namun dengan posisi layar di atas bukan di depan. Dengan langit-langit gedung Planetarium yang berbentuk menyerupai kubah dan sandaran tempat duduk yang bisa dimiringkan hingga hampir mencapai posisi tidur ini, pengunjung akan merasa nyaman saat menikmati pertunjukan.

Ditambah lagi dengan narator yang gaya bahasanya asyik dan bersahabat dan diselingi sedikit humor membuat anak-anak betah menyaksikan pertunjukan sampai habis. Berdasar uraian sang narator, hamburan cahaya bintang yang nampak di langit-langit Planetarium ini dapat dinikmati di langit Jakarta jika saja tidak ada polusi udara dan polusi cahaya.

Pemandangan yang mungkin tak akan ditemui lagi di Jakarta jika melihat kondisi Ibu Kota saat ini. Dalam pertunjukan ini juga diperlihatkan simulasi terbit sampai tenggelamnya matahari dan juga penjelasan mengenai komet, meteor, serta rasi bintang yang dimunculkan dalam bentuk gambar dalam layar di atas para pengunjung. Sebagai penutup, pengunjung akan diajak berpetualang mengarungi galaxi. Cukup menarik bukan?

Jam operasional

Jadwal pertunjukan di Planetarium Jakarta di hari Selasa hingga Jumat adalah pukul 16.30 WIB. Sedangkan untuk Sabtu dan Minggu, pertunjukan akan diadakan pada pukul 10:00, 11:30, 13:00, dan 14:30 WIB. Planetarium akan tutup di hari Senin dan Hari Besar Nasional untuk kepentingan pemeliharaan.

Tarif

Yang tak kalah penting, tiket masuk Planetarium terbilang murah. Rombongan pelajar/mahasiswa dikenakan Rp. 500.000,- per 100 kepala, sedangkan non pelajar / mahasiswa Rp. 1.000.000,- per 100 orang. Untuk perorangan, pengunjung dikenai tarif masuk sebesar Rp. 7000,- untuk dewasa dan Rp. 3500,- untuk anak-anak. Selamat berkunjung!

Tips untuk anda mengunjungi Planetarium Jakarta:

  1. Sebelum datang ke pertunjukan di Planetarium Jakarta, sebaiknya Anda bisa memesan tiket dengan menghubungi agen travel wisata maupun menelepon ke bagian reservasi di Planetarium Jakarta. Hal ini sekadar berjaga-jaga jika musim puncak liburan, Anda pasti tidak ingin gigit jari karena kehabisan tiket pertunjukkan, bukan?

2. Datang 30 menit lebih awal

Pertunjukan di Planetarium menjadi daya tarik pengunjung yang paling favorit. Oleh karena itu, usahakan untuk datang lebih awal setidaknya 30 menit. Agar Anda bisa membeli tiket masuk dan tidak perlu mengantri ataupun berisiko kehabisan tiket.

3. Pintu ruang pertunjukkan dibuka jam 14.00

Bagi orang awam yang sudah mengantongi tiket masuk menuju ke ruang teater pertunjukan. Sebaiknya mengetahui jika pintu ruangan akan dibuka mulai pukul 14.00. Sementara, sambil menunggu ruangan dibuka Anda bisa membeli sesuatu. Seperti minuman atau makanan ringan untuk mengganjal perut. Tidak perlu cemas dengan banyaknya rombongan atau orang yang sedang mengantri di depan pintu ruangan karena jumlah tiket dan tempat duduk sudah pasti dan jelas sesuai nomor yang tertera di dalam tiket.

4. Dilarang membawa makanan dan minuman

Planetarium sebenarnya merupakan bioskop edukasi, namun tetap saja para pengunjung dilarang untuk membawa makanan dan minuman masuk ke dalam ruangan. Jika Anda memang berencana menonton pertunjukkan pada pukul 14.00 usahakan agar datang lebih awal agar bisa mempersiapkan diri dengan makan dan minum sebelum memasuki ruangan teater.

5. Bawa baju hangat

Bagi Anda yang kurang tahan dengan suhu dingin atau alergi dengan ruangan ber-AC, disarankan untuk membawa jaket atau pakaian tebal agar saat menonton pertunjukkan kondisi tubuh tetap nyaman.

6. titip tiket

Sudah rahasia umum bila ada antrian panjang, kita bisa menitip untuk meminta seseorang yang sudah dekat dengan pintu loket agar mau dititipi membeli tiket. Perlu diketahui, setiap pengunjung memiliki hak untuk membeli 10 tiket. Jadi, jika Anda beruntung menjumpai seseorang yang sudi dititipi membeli tiket, Anda bisa menghemat waktu dan tenaga sekaligus tidak khawatir kehabisan tiket sejak awal.

Satu lagi tips tambahan, Planetarium adalah wisata edukasi bagi para pelajar usia SD, SMP dan SMA. Jika Anda membawa serta si kecil yang masih balita atau pra-sekolah sebaiknya menunda untuk menonton pertunjukkan jika kondisi si kecil kurang mood agar tidak mengganggu para penonton lain.

Selamat berlibur dan belajar di Planetarium Jakarta! (jari adventure-det)

Jari Adventure

Informasi tour, travel, dan transportation.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *