Wisata Religi ke Masjid Jami Sungai Banar di Kalimantan Selatan

Masjid Jami Sungai Banar – Berjalan-jalan di Kalimantan Selatan kurang lengkap rasanya bila tak melakukan wisata religi sebab wilayah ini memang terkenal sangat agamis. Lihat saja Kota Martapura yang karena saking banyaknya santri yang menuntut ilmu agama di sana hingga kota ini pun kemudian disebut sebagai Kota Serambi Makkah 2.

Di Kalimantan Selatan juga banyak dijumpai masjid-masjid besar dan bersejarah yang sayang sekali bila dilewatkan begitu saja. Seperti Masjid Jami Sungai Banar ini contohnya. Masjid yang terletak di tepi sungai Negara ini memang memiliki bangunan yang sangat indah hingga dapat memikat siapa saja yang melihatnya. Selain itu masjid ini juga menyimpan sisi gaib yang menjadi daya tarik tersendiri bagi masyarakat luas. Uraian lebih jauh tentang Masjid Jami Sungai Banar dapat Anda temukan di artikel berikut ini!  

Lokasi Masjid Jami Sungai Banar

Masjid Jami Sungai Bandar tepatnya berada di  desa Jarang Kuantan, kecamatan Amuntai Selatan, Kabupaten Hulu Sungai Utara, Kalimantan Selatan. Dari Kota Amuntai, masjid ini hanya berjarak 3 km saja. Mengapa bangunan dengan panjang 25 meter dan lebar 20 meter ini diberi nama Masjid Jami Sungai Banar ternyata ada kisahnya tersendiri.

Sejarah

Pada zaman dahulu, sekitar abad ke-18 hiduplah seorang tuan alim bernama Biha, yang lebih dikenal dengan sebutan Datu Biha, di desa Ujung Murung, kecamatan Amuntai Selatan. Pada masa itu, karena jumlahnya yang masih sedikit, penduduk di desa itu memiliki tempat tinggal yang cukup berjauhan antara satu dengan yang lainnya. Meski demikian, mereka dapat hidup dengan rukun penuh kekeluargaan, saling bergotong royong , tentram, dan ramah terhadap sesama. Berkat jasa Datu Biha lah  keadaan desa Ujung Murung bisa seperti itu.

Pembangunan masjid berlangsung dalam hitungan hari

Namun sangat disayangkan penduduk desa Ujung Murung belum mempunyai masjid sebagai tempat beribadah secara berjamaah. Mereka kemudian merencanakan untuk membangun sebuah masjid. Rencana baik ini terdengar oleh jin yang beragam Islam.  Pada hari Jumat, tiba-tiba muncul empat buah tiang besar terpancang kokoh di tengah lokasi pembangunan masjid. Hanya butuh beberapa hari saja masjid pun selesai dibangun oleh penduduk setempat.

Penduduk sekitar menggunakan masjid ini sebagai tempat mendalami ilmu, bermusyawarah dan lain sebagainya, selain untuk menjalankan ibadah sholat berjamaah. Pada suatu hari, seorang pedagang keliling singgah di desa Ujung Murung dan ikut bergabung melaksanakan sholat berjamaah di masjid.

Masjid orang yang dapat dipercaya – Banar

Setelah menambatkan perahunya, sang pedagang pun mengambil wudlu dan menjalankan sholat Ashar bersama penduduk setempat. Usai sholat, sang pedagang yang berasal dari Negara, Hulu Sungai Selatan, ini baru menyadari bila dompetnya tertinggal di perahu dan segera bergegas kembali untuk mencarinya.

Ternyata, dompet dan isinya masih utuh dan tak berkurang sesen pun. Karena penduduk Desa Ujung Murung ini banar-banar (baik, jujur, dan taqwa) maka sang pedagang kemudian memberi nama masjid itu Masjid Sungai Banar yang artinya masjid yang terletak di dekat sungai Negara kepunyaan orang-orang yang baik, jujur dan taqwa.

Baca juga: Melihat Koleksi Museum Lambung Mangkurat Banjarbaru, Kalsel

Wisata Religi

Dari dulu hingga sekarang, Masjid Jami Sungai Banar selalu ramai dikunjungi masyarakat dari berbagai wilayah. Seperti Banjarmasin, Tabalong, Barabai, Ampah, Bun tok, Samarinda, Kandangan, dan bahkan masyarakat dari luar Kalimantan hingga luar negeri. Rata-rata mereka yang datang ke masjid ini mempunyai hajat dan memohon kepada Allah. Agar terkabul segala hajatnya. Mereka biasanya akan kembali datang ke masjid ini untuk mengadakan selamatan bila hajat mereka telah terkabul. Selain itu, beberapa orang yang datang ke masjid memiliki tujuan untuk batapung tawar. Seperti baru membeli mobil dan ingin mobil itu mendatangkan keuntungan dan dijauhkan dari bahaya.

Tempat balampah

 Masjid Jami Sungai Banar juga dimanfaatkan oleh sebagian masyarakat sebagai tempat semedi (balampah) untuk mencari ilmu gaib atau kekayaan. Balampah ini biasanya dijalankan selama tiga hari. Menurut kepercayaan, pelampah akan didatangi sesosok makhluk besar setinggi masjid pada malam terakhir lampahan. Bila pelambah kuat ujian maka makhluk itu akan datang lagi dengan bentuk manusia untuk menanyakan maksud atau tujuan balampah di masjid ini. Bila tujuan baik maka makhluk itu siap kapanpun dipanggil untuk memberikan bantuan.     

 Tak kalah menariknya, Masjid Jami Sungai Banar ini juga dijadikan sebagai tempat tawaf, yaitu dengan cara mengelingi ke empat tiang guru yang ada di dalam masjid sebanyak tujuh kali. Hal ini dilakukan bila hajat besar peziarah terkabul dengan segera. Sebagai contoh seorang gadis yang ingin mendapatkan jodoh kaya raya, dia bernazar untuk melakukan tawaf di masjid ini bila hajatnya terkabul. Maka segera setelah terwujud apa yang diinginkannya, sang gadis pun harus melakukan tawaf di Masjid Jami Sungai Banar ini. (jari adventure-det)

Jari Adventure

Informasi tour, travel, dan transportation.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.