Wisata Religi di Kab. Lingga Ini Wajib Dikunjungi!

Wisata Religi di Kab. Lingga – Pada 1999 silam, kota kecil Daik mendapatkan julukan Bunda Tanah Melayu dari GAPENA dan juga dari beberapa negara ASEAN.  Dan, sejak saat itu julukan tersebut pun melekat kuat pada ibukota Kabupaten Lingga ini. Pemberian julukan tersebut bukan tanpa sebab lho. Bila dilihat sejarahnya, lebih dari seabad yang lalu Daik merupakan pusat ibukota kerajaan Lingga-Riau. Kental dengan perkembangan sejarah, bahasa, pendidikan, agama dan juga budaya Melayu yang kini menjadi acuan kuat provinsi Kepulauan Riau. Banyak sekali peninggalan sejarah, budaya dan religi di Daik yang masih bisa dilihat hingga kini. Tak ada salahnya lho mengisi waktu liburan dengan mengunjungi destinasi wisata yang sarat akan nilai sejarah dan budaya agar dapat menambah pengetahuan dan pengalaman. Nah, bila Anda membutuhkan referensi tentang beberapa destinasi wisata di Daik, Lingga yang sesuai dengan kriteria di atas, Anda dapat menyimak uraian berikut ini.

Masjid Jami Sultan Lingga dan Makam Sultan Mahmud III

Tak sulit menemukan destinasi wisata yang satu ini karena lokasinya tepat berada di kota Daik. Masjid Jami’ Sultan Lingga merupakan salah satu bangunan bersejarah peninggalan Kesultanan Lingga-Riau yang masih utuh dan hingga hari ini masih dipakai sebagai tempat ibadah. Bangunan masjid Jami Sultan Lingga ini memiliki keunikan berupa tidak adanya tiang penyangga pada bangunan masjid.

Baca Juga:

Pemandian Batu Ampar, Salah Satu Obyek Wisata Andalan di Lingga, Kep. Riau

Masih berada dalam komplek masjid, Anda dapat menemukan makam Sultan Mahmud Riayat Syah (SMRS) atau Sultan Mahmud III yang merupakan tokoh besar dibalik pemindahan pusat ibukota kerajaan dari sungai Carang ke Lingga dua ratus tahun yang lalu. DI lokasi ini juga terdapat banyak makam para kerabat kesultanan Melayu lainnya.

Sebagai upaya menghormati jasa Sultan Mahmud III, provinsi Riau mengusulkan beliau sebagai salah satu pahlawan nasional pertama Indonesia.

Museum Mini Linggam Cahaya dan Makam Merah

Anda ingin melihat sejarah kejayaan Daik di masa lalu? Maka Museum Mini Linggam Cahaya patut Anda kunjungi.

Museum ini mulai dibangun pada 2002 dan menghabiskan biaya sekitar 412 milyar. Sebelum akhirnya diresmikan dan dibuka untuk umum pada 2003. Sejak saat itu, museum yang menjadi satu-satunya tapak tilas kesultanan melayu di Daik ini ramai dikunjungi wisatawan. Mulai Sumatera, Jawa, Kalimantan hingga luar negeri. Beberapa koleksi benda bersejarah yang disimpan di Museum Mini Linggam Cahaya diantaranya adalah Kain Telepok, Embat-embat, tempayan, senjong, kukur dan beberapa benda-benda antik lainnya yang meupakan milik peradaban pada masa kerajaan Riau-Lingga.

Tak begitu jauh dari museum, Anda dapat menemukan Makam Raja Muhammad Yusuf Al-Ahmadi, Yang Dipertuan Muda Riau ke X yang hidup pada masa 1858 – 1899. Lokasinya hanya sekitar 100 meter saja jauhnya dari museum. Makam ini juga dikenal dengan sebutan Makam Merah karena dahulu lantai selasar dan bangunan atap makam semuanya berwarna merah.

Situs Istana Damnah

Komplek Istana Damnah merpakan salah satu situs bekas bangunan istana kesultanan Lingga yang terakhir. Di sini, wisatawan dapat melihat puing-puing bangunan pada masa kejayaan kesultanan Lingga-Riau.

Tak hanya itu, wisatawan juga dapat melihat replika bangunan istana Damnah yang dibuat pada 2001 lalu. Ada juga gedung seni milik SUltan Lingga yang bernama Bilik 44 yang pembangunannya sendiri tidak pernah selesai hingga kesultanan melayu Johor-Pahang-Riau-Lingga ini berakhir.

Makam Bukit Cengkeh

Makam Bukit Cengkeh berada di kampung Tanda Hulu, Kelurahan Daik. Dinamakan Bukit Cengkeh karena Komplek pemakaman ini berlokasi di atas bukit. Dan dulunya di sekitar bukit tersebut banyak tumbuh pohon cengkeh.

Terdapat 3 orang makam sultan yang pernah memerintah Kerajaan Lingga-Riau ada di kompleks pemakaman ini, yaitu Sultan Abdul Rahman Syah (1812-1832), Sultan Muhammad Syah (1832-1841) dan Sultan Sulaiman Badul Alamsyah II (1857-1883).

Sebelum memasuki kompleks pemakaman, Anda akan disambut dengan pintu gerbang yang terbuat dari besi berukuran tinggi sekitar 2 meter. Ada di bagian sisi tenggara. Wisatawan bisa melihat bangunan berdenah persegi depalan (oktagonal) yang merupakan cungkup makam Sultan Muhammad Syah yang berada di bagian tengah kompleks pemakaman.    (jari adventure – det)

 

Jari Adventure

Informasi tour, travel, dan transportation.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.