Wisata ke Desa Adat Baduy Mau Dihapus? Simak Aturan Berkunjung!

Sebagai penduduk Indonesia, Anda pastinya sudah tak asing dengan kawasan Desa Adat Baduy. Kawasan ini sedang hangat diperbincangkan. Karena, sempat muncul berita atau wacana dihapusnya daerah ini sebagai kawasan destinasi wisata. Wacana ini berasal dari keinginan asli Masyarakat Badui yang berharap kawasannya dijadikan cagar budaya.

Wacana yang berisi permintaan Masyarakat Baduy ini tersampaikan melalui surat terbuka dan ditujukan pada Presiden Joko Widodo di tanggal 6 Juli 2020, Senin lalu.

Surat itu dibantah karena disebut belum mewakili semua tokoh dan masyarakat Baduy. Dari keterangan Jaro Saija, Kepala Desa Kanekes menyebutkan bahwa Desa Kanekes merupakan tempat tinggal daripada Masyarakat Baduy yang masih diperbolehkan untuk dikunjungi wisatawan.

Warga Baduy menginginkan dan meminta agar nama kawasan ini diganti dari Wisata Baduy menjadi Saba Budaya Baduy.

Pergantian ini berarti wisatawan yang berkunjung ialah niat bersilaturahmi, berinteraksi, serta bertemu. Berbeda dari pengertian wisata yang mengartikan bahwa orang Baduy seolah menjadi tontonan semata.

Bagi Anda yang ingin berkunjung ke Saba Budaya Baduy, simak beberapa tips, rute, serta aturan yang harus Anda pahami selama berada di sana. Check this out!

 

1.      Rute Menuju Desa Baduy

Desa Adat ini tepatnya terletak di Desa Kanekes, Kecamatan Leuwidamar, Kabupaten Lebak, Banten. Berada di sekitar 160 kilometer jauhnya dari pusat kota Jakarta.

Menempuh 160 kilometer ini membutuhkan waktu sekitar lima jam perjalanan yang dimulai dari Jakarta. Di Jakarta, Anda bisa menaiki KRL dari Stasiun Tanah Abang dengan tujuan Rangkasbitung, ibu kota Kabupaten Lebak.

Ketika turun dari kereta di Rangkasbitung, Anda bisa melanjutkan perjalanan dengan memanfaatkan kendaraan umum berupa elf menuju kawasan Ciboleger. Ciboleger sendiri merupakan pintu gerbang penunjuk arah Anda menuju Kampung Baduy.

Tantangan pun dimulai. Perjalanan dengan penuh trek akan Anda lalui. Ada dua jalur yang bisa Anda pilih, yakni Ciboleger dan Cijahe.

Jalur Ciboleger memang lebih ramah wisatawan karena dilengkapi fasilitas dengan suasana yang cukup ramai. Namun, jalur trekkingnya cukup menantang karena harus Anda lewati selama 4-5 jam hingga sampai ke Desa Baduy.

Sedangkan melewati Jalur Cijahe terdapat tantangan dengan jalan yang cukup rusak bahkan berlubang, namun durasi trekkingnya jauh lebih pendek yakni 1 jam saja.

Ketika telah melalui jalur trekking, Anda akan menjumpai beberapa kampung baduy luar serta Taman Nasional Ujung Kulon Pandeglang.

Setelah sampai di pintu gerbang Desa Kanekes, Anda bisa melanjutkan perjalanan dan mengeksplor budayanya dengan berjalan kaki.

 

2.      Patuhi Aturan

Selama berada di Desa Baduy, patuhi segala aturan yang berlaku. Masyarakat setempat terkenal selalu memegang teguh aturan dan adat istiadat mereka. Terdapat beberapa peraturan yang harus Anda patuhi selama berkunjung ke Desa Adat Baduy.

Salah satunya ialah Anda dilarang memotret atau merekam menggunakan media apapun ketika berada di Baduy Dalam. Bahkan, mandi di sungai tidak diperbolehkan menggunakan sabun, sampo, serta pasta gigi.

Tak hanya itu, masyarakat setempat juga terkenal sangat memelihara alam di sekitarnya. Karena itu, Anda dilarang keras membuang sampah tidak pada tempatnya alias sembarangan! Wisatawan yang tengah berkunjung wajib membawa pulang sampah yang mereka timbulkan.

baca juga:

Asyik, Wisata Jogja Mulai Dibuka untuk Pengunjung

 

3.      Tips Berkunjung

Setelah mengetahui jarak Desa Adat Baduy yang cukup jauh, hal yang harus Anda siapkan ialah kondisi fisik dan stamina. Mengunjungi kampung-kampung Baduy Dalam juga menempuh perjalanan yang cukup menguras tenaga karena melalui jalur setapak dengan berjalan kaki.

Siapkan peralatan yang akan Anda gunakan selama menuju Desa Adat Baduy, seperti jaket, sepatu trekking, senter, dan jas hujan.

Anda tidak akan menemukan warung makan di kawasan Baduy Dalam. Karena itu, Anda disarankan untuk membawa bekal Anda sendiri.

Jika Anda ingin menginap di rumah penduduk, mintalah bantuan tuan rumah untuk memasakkan makan malam dan sarapan untuk para rombongan. Jangan lupa untuk menyelipkan uang selembar 50 ribu rupiah saja ketika mengisi buku tamu.

 

Itulah beberapa tips dan aturan yang harus Anda ikuti selama berkunjung ke Desa Adat Baduy. Budayanya yang masih kental harus kita lestarikan. Ajak teman dan saudara bersilaturahmi dengan kerabat kita yang tinggal di sana.

Jari Adventure

Informasi tour, travel, dan transportation.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.