Wakatobi, Pesona Island Hopping di Sultra

Taman Nasional WakatobiSebagai negara bahari yang dikelilingi oleh lautan luas, Indonesia menyimpan keindahan bawah laut yang mempesona. Salah satu surga bawah laut yang cocok dijadikan jujugan bagi pencinta olahraga bawah air adalah Taman Nasional Wakatobi, yang terletak di Kabupaten Wakatobi, Provinsi Sulawesi Tenggara. Dengan total luas area sekitar 1,39 juta hektar, secercah surga bawah laut di Kepulauan Wakatobi ini mampu memukau  siapapun yang datang untuk menjelajahi keindahan bawah lautnya.

Asal-usul Wakatobi

Kepulauan Wakatobi ini dulunya dikenal dengan nama Kepulauan Tukang Besi, yang terdiri dari empat pulau utama yaitu pulau Wangi-wangi, Kalidupa, Tomia, dan Binongko.  Nama Wakatobi sendiri akhirnya disematkan pada kepulauan cantik ini, dari singkatan singkatan nama keempat pulau tersebut. Selain pulau-pulau tersebut, masih ada pulau-pulau kecil lainnya, yang sayang jika dilewatkan.

Layaknya negara tropis lainnya, Wakatobi yang ditetapkan pada tahun 1996, ini memiliki dua musim utama yaitu musim kemarau dan musim hujan, di mana turunnya hujan dijadikan prioritas utama dalam hal konservasi laut. Memiliki total 25 gugusan terumbu karang dan 93 jenis ikan berwarna-warni, keindahan alam bawah laut Wakatobi tidak bisa dipungkiri lagi.

Rute lokasi ke Wakatobi

Untuk menuju ke Taman Nasional Wakatobi, ada 2 jalur yang bisa dipilih oleh rekan traveler, yaitu dari Makassar atau Kendari. Melalui kedua kota ini, perjalanan akan dilanjutkan melalui lewat udara menuju ke kota Bau-Bau. Di sini pengunjung akan dihadapkan pada pilihan transportasi lanjutan, baik udara maupun laut, untuk menuju ke ibukota Kabupaten Wakatobi yang berlokasi di Wangi-Wangi. Tentu saja hal ini dapat disesuaikan dengan budget dan lamanya waktu perjalanan.

Baca Juga: Menjajal Kuliner Khas Wakatobi yang Unik dan Lezat

Tips wisata ke Wakatobi

Sesampainya di kota Wangi-Wangi yang juga merupakan kota paling maju di Wakatobi, rekan traveler dapat memilih pulau mana yang akan pertama kali dikunjungi. Dari dermaga di kota tersebut, pengunjung dapat menjumpai perahu-perahu yang melayani rute ke pulau-pulau tersebut. Oh iya, jangan lupa untuk mengambil dana segar, karena dari seluruh kawasan Wakatobi, hanya di sinilah rekan traveler dapat menjumpai mesin Anjungan Tunai Mandiri (ATM).

Bila rekan traveler ingin menjelajahi Pulau Wangi-Wangi terlebih dahulu, maka bisa melangkahkan kaki menuju ke sebuah pemandian bernama Kontamale. Meskipun berjarak agak jauh dari pusat kota, namun pemandian ini cukup tenar dan banyak dikunjungi wisatawan maupun penduduk setempat.

Pemandian ini berupa kolam di dalam sebuah ceruk karang yang ditutupi oleh rindangnya pepohonan. Warna airnya yang jernih dan berwarna hijau kebiruan membuat pengunjung tidak sabar untuk langsung menceburkan badan ke dalamnya, dan konon cerita air di pemandian ini bisa membuat awet muda lho.

Snorkeling ke Wakatobi

Setelah puas mengelilingi Pulau Wanci, sebutan penduduk lokal untuk Pulau Wangi-Wangi, lanjutkan petualangan mencari spot menyelam maupun snorkeling untuk dijelajahi. Biasanya pengunjung yang datang akan disarankan memilih antara Pulau Tomia atau Pulau Hoga, yang sudah tenar dengan kekayaan dan keunikan biota lautnya.

Di Pulau Tomia, rekan traveler dapat melakukan kegiatan snorkeling atau menyelam di spot yang paling populer se-Wakatobi yaitu Mari Mabuk. Sayangnya, pengunjung diharuskan memiliki Diving License jika ingin menelusuri keindahan pemandangan bawah lautnya. Begitu juga beberapa spot diving dan snorkeling yang tidak kalah bagus dengan Mari Mabuk, yang terbatas untuk penghuni resort-resort asing.

Akomodasi di Taman Nasional Wakatobi

Sebelum melanjutkan perjalanan ke Pulau Hoga, rekan traveler disarankan terlebih dahulu singgah sebentar di Pulau Kaledupa. Di sini, biaya hidup tergolong cukup terjangkau, termasuk penginapan yang dibanderol dengan tarif di bawah seratus ribu rupiah per malam. Setelah bermalam, perjalanan dilanjutkan ke Pulau Hoga menggunakan kapal cepat. Di jalur pelayaran antara Pulau Kaledupa ke Pulau Hoga.  Rekan traveler dapat melihat kampung suku Bajo yang terletak mengapung di tengah lautan.

Pulau Hoga amatlah cocok untuk mereka yang ingin menyepi. Karena sedikitnya pengunjung yang datang, walau spot snorkling dan diving-nya tidak kalah memukau. Pengunjung disarankan membuat rencana datang ke Pulau Hoga, sekitar bulan November. Di mana perairan di sekitar Wakatobi biasanya kedatangan tamu istimewa. Tidak lain adalah kawanan Paus Sperma yang bermigrasi mencari daerah perairan yang lebih hangat.

Wakatobi merupakan salah satu spot diving dan snorkeling terbaik di Indonesia. Jadi tidak ada salahnya, jika traveler selalu memimpikan untuk suatu hari mengunjungi tempat ini. Yuk wujudkan impianmu ini dalam waktu dekat ya. (jari adventure-det)

Jari Adventure

Informasi tour, travel, dan transportation.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.