Tradisi Imlek yang Unik: Ada Alasan Kenapa Jeruk, Apel dan Buah Pir Harus Disajikan?

Tak terasa hari perayaan Tahun Baru Imlek telah tiba. Perayaan ini juga sebagai perayaan hari lahirnya Kong Hu Chu di tahun 551 SM.

Dari sini kita bisa menyimpulkan bahwa penanggalan Imlek dengan masehi selisihnya mencapai 551 tahun. Meskipun hari raya ini dilaksanakan oleh masyarakat Tionghoa, Non Tionghoa pun juga bisa merayakannya.

Sifat dari hari raya Imlek juga sebagai penerus tradisi, budaya, dan adat sehingga tidak perlu dikaitkan dengan agama tertentu. Jadi, Anda yang Non Tionghoa tak perlu takut untuk ikut berbahagia saat ada perayaan Imlek.

Imlek sendiri berasal dari Bahasa Hokkian yaitu Penanggalan Bulan. Di Tiongkok, tahun baru Imlek dikenal sebagai Chunjie, perayaan musim semi.

Perayaan Imlek di Indonesia disebut sebagai Kou Nian atau Konyan.  Agar lebih mengenal tentang perayaan Imlek, mari kita simak tradisi khas Imlek masyarakat Tionghoa berikut ini :

1. Tradisi Bunga Mei Hua

antarafoto.com

Tiongkok memiliki 4 musim, tahun baru imlek datang pada musim semi hingga dibuatlah sebuah Festival Musim Semi yang sangat meriah.

Festival ini juga menjadi agenda tahunan oleh Cina. Salah satu pertanda datangnya musim semi adalah Bunga Mei Hwa. Ketika imlek, bunga ini dijadikan hiasan rumah yang menyejukkan, nyaman, serta indah. Bunga Mei Hua tidak memiliki kesan spiritual di dalamnya.

2. Tradisi Saji Jeruk Kuning, Apel, serta Pear

okezone.com

Tradisi ini pasti sering Anda jumpai di kalangan masyarakat Tionghoa. Buah jeruk yang dipilih diutamakan yang sepasang atau lebih, memiliki daun dekat buahnya, lalu ditempeli kertas merah.Biasanya, buah akan diletakkan pada meja altar dekat lokasi sembahyang hingga hari Cap Go Meh. Buah jeruk memiliki makna tersendiri.

Jeruk dalam bahasa tionghoa terdengar seperti Da Ji. Da Ji berarti besar rejeki. Untuk buah apel memiliki makna Ping Ping An An atau Da Li dengan artian besar kesehatannya dan keselamatannya. Sedangkan buah pear memiliki arti Sun Sun Li Li yang melambangkan kebahagiaan.

Dengan adanya 3 buah ini dalam meja sembahyang akan memiliki makna Da Ji Da Li Sun Sun Li Li yang berarti Besar rejeki, besar kesehatan dan keselamatannya, dan besar pula kebahagiaannya.

3. Tradisi Kue Keranjang

sambalahap.id

Mengunjungi pasar ketika perayaan imlek adalah waktu yang tepat untuk mendapatkan kue keranjang. Menyajikan kue keranjang ini dipercaya sebagai hidangan yang menyenangkan Dewa Tungku yang akan pulang ke Surga.

Kue yang berbentuk bulat ini bermakna bahwa agar keluarga yang sedang merayakan imlek bisa bersatu, rukun, serta memiliki tekat yang bulat ketika menghadapi tahun yang akan datang.

Kue ini biasanya disajikan di depan altar atau dekat tempat sembahyang.

4. Tradisi Mercon, Kembang Api, dan Lampion Merah

Tribun Travel – Tribunnews.com

Ada legenda yang mengatakan bahwa binatang buas bernama Nian akan muncul saat tahun baru umlek. Nian yang berarti tahun dilambangkan dengan 12 binatang yang disebut shio.

Agar terlindungi dari Nian, maka setiap imlek semua pintu dan jendela harus tertutup hingga hari berlalu. Nian konon takut dengan benda berwarna merah serta mercon.

Sejak itu, masyarakat menggantung benda merah seperti kain, lampion, dan kertas merah yang ditulisi puisi indah Mereka juga memasang mercon agar Nian tidak datang.

Baca juga:

Yuk Liburan Tahun Baru ke Destinasi Favorit di Indonesia Ini

 

5. Tradisi Barongsai dan Naga(Liong)

Youtube

Tradisi ini sering dilakukan di Indonesia. Namun di Tiongkok, Barongsai biasa disebut dengan Lungwu untuk tarian Singa.

Untuk tarian Naga, biasanya disebut Shiwu. Kata Barong kemungkinan diambil dari Bahasa Melayu karena mirip dengan seni Barong Jawa dan kata Sai memiliki makna Singa di dialek Hokkian. Naga melambangkan kesuburan dan pembawa berkah.

Youtube

Makhluk ini dilambangkan dengan kepala singa, taring serigala, serta tanduk menjangan. Tubuhnya seperti ular dengan sisik ikan, cakarnya mirip elang.

Tarian barongsai diklaim bisa mendatangkan kebaikan, kedamaian, kebahagiaan, serta kesejahteraan. Untuk aksi topeng singa hanya butuh 2 orang pemain yang biasanya berasal dari perguruan Kungfu. Atraksi ini diiringi musik tambur, cymbal, serta gong.

6. Tradisi Angpao

www.aca.co.id

Angpao adalah hal yang ditunggu-tunggu dalam perayaan imlek. Tak hanya membawa keberuntungan, angpao juga bisa melindungi anak dari roh jahat.

Uang Qian dipercaya bisa menekan kekuatan jahat dari Sui (roh jahat) yang mengganggu anak kecil setahun sekali saat kedatangannya.

Untuk menangkal roh itu, koin yang dibungkus dengan kertas merah ditaruh di bawah bantal. Ada banyak lagi tradisi imlek yang dilakukan sesuai dengan kepercayaan dan adat masing-masing daerah. Semua ini bisa Anda percaya atau tidak. Jika tidak, pastikan untuk tetap menghargai masyarakat Tionghoa yang menjalankannya.

***

Budaya Indonesia yang kaya bukan berarti perbedaan, tetapi sebuah pelangi tradisi yang menghiasi Nusantara. Pilih Jari Adventure sebagai agen travel wisata kepercayaan Anda untuk menikmati liburan istimewa di seluruh Nusantara dan mancanegara.

Hubungi:

HP : 0812-22279979

WA : 0877-78906999

Jari Adventure

Informasi tour, travel, dan transportation.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.