Terkendala Lockdown, Cari Tahu Kapan Bisa Melakukan Perjalanan Kembali dengan Aman

 

Di antara sekian banyak traveller aktif, kamu mungkin salah satu orang yang terus bertanya-tanya kapan pandemi corona berakhir dan bisa mulai bepergian lagi.

Meskipun belum ada jawaban pasti, beberapa tempat nampak bersiap untuk  membuka kembali perjalanan darat dan udara. Tinggal menunggu kepastian dari pihak medis dan juga pemerintah masing-masing daerah.

Berikut beberapa hal yang mesti kamu perhatikan sebelum memutuskan untuk kembali melakukan perjalanan setelah masa lockdown Covid-19.

 

Laporan Kasus Corona Mulai Berkurang

Dibandingkan dengan masa pandemi global terakhir yang terjadi antara 1918 hingga 1920 dimana lebih banyak menggunakan transportasi perahu atau kereta api, penyebaran penyakit saat ini lebih cepat dengan dukungan transportasi udara. Akibatnya, pemerintah lebih berhati-hati untuk membuka kembali perjalanan dengan cepat.

Laporan harian dari WHO digunakan sebagai acuan untuk memperketat atau melonggarkan perbatasan perjalanan. Semakin berkurang kasus kematian dan juga rentang hari yang panjang sejak kasus terakhir dilaporkan dapat menjadi indikasi positif bahwa kamu bisa mulai bersiap untuk melakukan perjalanan kembali.

 

Pengujian Agresif Meratakan Kurva Secara Lebih Akurat

Pengujian orang sebanyak mungkin memungkinkan untuk lebih akurat menghitung tingkat infeksi aktual dan memprediksi tingkat penyebaran di masa depan.

Keuntungan dari dilakukan pengujian sebanyak mungkin adalah diperolehnya data yang lebih akurat tentang tingkat infeksi dan prediksi tingkat penyebaran di masa depan. Meskipun jumlah kasus yang dikonfirmasi kemungkinan meningkat karena banyak orang yang mengambil tes tetapi semakin banyak pengujian, semakin besar pula kemungkinan untuk mengetahui kasus, dan bahwa kurva infeksi secara keseluruhan pada akhirnya akan menurun.

Berdasarkan laporan Universitas Johns Hopkins, jumlah kasus baru saat ini menurun di beberapa negara, termasuk Jerman dan Cina. Namun, sebagian besar tempat belum mengalami tren penurunan yang konsisten.

Meski setelah kurva mendatar, pengujian dan pelaporan gejala produktif yang konsisten dapat membantu pemerintah untuk mulai membuat kebijakan perjalanan baru dan menghindari puncak kedua corona setelah negara-negara dibuka kembali.

 

Adanya Panduan Perjalanan untuk Masa Mendatang

Secara teknis mungkin masih diperbolehkan untuk bepergian di dalam negeri, dan dalam beberapa kasus darurat secara internasional. Namun, menyesuaikan kembali ke kebiasaan perjalanan seperti sebelum pandemi membutuhkan proses bertahap.

Langkah-langkah pencegahan penyebaran virus mungkin akan tetap ada di masa mendatang, seperti menjaga jarak fisik setidaknya enam kaki, menggunkan masker di tempat umum, dan membersihkan kabin pesawat dan area umum yang luas.

 

Pemeriksaan Suhu

Jangan heran jika menemukan pemeriksaan suhu di banyak tempat, mulai bandara, toko-toko, dan tempat-tempat umum lainnya. Kamu mungkin tidak diijinkan untuk naik pesawat jika suhu di atas 38 derajat celsius atau menunjukkan gejala seperti demam, batuk kering atau kesulitan bernafas.

Pemeriksaan suhu tubuh dapat mencegah penumpang yang sakit untuk terbang tetapi tindakan pencegahan ini saja belum cukup karena mungkin penumpang belum menunjukkan gejala atau bahkan termasuk orang tanpa gejala.

baca juga:

Diet Sehat Saat Travelling? Why Not! Siapkan 5 Camilan Superfood Ini

 

Wajib Melakukan Karantina Mandiri

Negara-negara akan terus memberlakukan karantina mandiri 14 hari minimum untuk semua kedatangan. Saat bepergian ke luar negeri, kamu mungkin perlu untuk melaporkan rencana perjalanan dan di mana akan tinggal atau melakukan karantina. Aturan karantina dapat berbeda-beda di setiap negara, dan biasanya aturan berlaku untuk penduduk maupun pengunjung. Pelancong yang berasal dari zona merah mungkin tidak diijinkan untuk masuk.

 

Pelacakan Kontak

Tindakan pencegahan lainnya yang dilakukan oleh banyak negara adalah pelacakan kontak. Lewat aplikasi ponsel, seseorang akan menerima peringatan jika ia melakukan kontak dengan orang yang terinfeksi atau berisiko.

Jika tesmu positif, misalknya, maka aplikasi ponselmu akan secara otomatis memberitahu orang lain yang kamu kenal dekat selama 14 hari terakhir.

Aplikasi pelacakan kontrak memudahkan penyedia perjalanan untuk mengetahui pola sosial terbaru penumpang mereka.

 

Ide Diberlakukannya Immunity Paspor

Gagasan paspor kekebalan untuk melakukan perjalanan antar negara telah digaungkan pihak berwenang. Namun, masih belum jelas apakah mereka yang telah terinfeksi virus bisa kebal atau tidak, dan bisa bertahan berapa lama. Meskipun masih dalam tahap awal, tes antibodi juga telah disarankan sebagai metode “membuka kembali” negara.

Perjalanan pasca-COVID-19 mungkin tidak sama dengan pra-COVID-19, setidaknya untuk sementara waktu. Mungkin butuh waktu bertahun-tahun sebelum pelancong merasa aman untuk bepergian kembali.

Bagaimana dengan kamu? Memilih tetap tinggal di rumah atau langsung traveling begitu destinasi impian mulai dibuka kembali.

Jari Adventure

Informasi tour, travel, dan transportation.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.