Tengkleng, Sajian Kuliner Istimewa dari Solo, Jawa Tengah

Tengkleng Solo Siapa yang tak kenal Solo. Kota yang juga dikenal dengan sebutan Surakarta ini memang populer dikalangan masyarakat sebagai kota yang masih mempertahankan budaya Jawa yang kental, selain tentu saja Yogyakarta.

Solo juga mempunyai banyak tempat wisata yang menarik, sebut saja Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat, Kebun Binatang Taru Jurug, Museum Batik Danar Hadi, Pasar Klewer, Kampung Batik Laweyan Solo, Istana/Pura Mangkunegaran, Grojogan Sewu Tawangmangu, dan lain sebagainya. Tak hanya itu, Solo juga menyimpan segudang wisata kuliner yang wajib untuk dicoba.

Terdapat banyak sekali formasi makanan di Solo yang terkadang sangat sulit sekali ditemukan di kota lain. Kalaupun ada, makanannya terasa hambar, seperti ada secuil bumbu yang hilang. Tak heran bila Solo juga disebut sebagai Kota Kuliner.

Omong-omong tentang kuliner Solo, Anda kudu coba makanan yang satu ini bila sedang berjalan-jalan ke sana. Namanya, Tengkleng Solo. Terdengar unik dan asing di telinga, namun begitu Anda mencoba kuliner istimewa ini dijamin pasti akan ketagihan. Kira-kira apa yang membuat  kuliner ini mampu membius lidah jutaaan penikmat kuliner di Indonesia? Yuk, ikuti ulasan tentang kuliner istimewa Tengkleng Solo berikut ini!

Berbahan dasar daging kambing

Tak hanya di Solo, Tengkleng Solo juga banyak disukai wisatawan dari seluruh Indonesia. Meski begitu, masih banyak juga yang belum tahu apa sebenarnya tengkleng itu. Tengkleng Solo merupakan makanan yang berbahan dasar tulang belulang dan tetelan kambing. Makanan ini tak jauh beda dengan gulai, namun kuah tengkleng lebih bening dan rasanya lebih pedas. Makanan ini termasuk dalam salah satu makanan tradisonal Solo.

Baca Juga: Ngarsopuro Night Market, Tempat Favorit Habiskan Malam Minggu di Solo

Sejarah Tengkleng Solo

Tak hanya benteng, ternyata kuliner istimewa Tengkleng Solo juga ada sejarahnya lho. Menurut Mbah Sadhi, salah satu pengusung legenda kuliner khas Solo ini, sejarah Tengkleng Solo berasal dari kebiasaan para serdadu Belanda yang sering menggelar jamuan atau pesta setiap kali ada tamu atau pembesar kerajaan Belanda yang datang.

Biasanya, mereka senang sekali menyuguhkan makanan yang berbahan dasar kambing, seperti sate dan gulai. Karena kedua makanan tersebut hanya menggunakan dagingnya saja maka tulang-tulang, kaki, kepala dan jeroan kambing dibuang begitu saja.

Merasa sayang dengan tulang, kaki, jeroan dan kepala kambing yang diterlantarkan maka timbul inisiatif di kalangan masyarakat kecil untuk mengolahnya menjadi masakan yang lezat dan tak kalah dengan sate maupun gule. Dengan dipadu beragam bumbu rempah nusantara, kemudian terciptalah makanan yang menggugah selera yang kemudian dikenal dengan sebutan Tengkleng Solo.

Keunikan Tengkleng Solo

Nama kuliner ini sendiri berasal dari bahan dasar masakan berupa tulang yang disajikan dalam piring. Saat menyantapnya akan ada benturan ringan atau gesekan antara piring dan tulang hingga timbul bunyi, teng…teng…teng… Hmmm, cukup unik bukan?

Tengkleng Solo memang memiliki keunikan tersendiri bila dibanding dengan makanan lain, yaitu terletak pada bahan dasarnya yang berupa tetelan dan tulang belulang kambing. Tak jarang, pedagang Tengkleng Solo juga menggunakan jeroan serta bagian kepala kambing sebagai bahan dasar.

Ada trik khusus untuk mengolah supaya daging yang menempel pada tulang tidak alot dan mudah lepas. Kuah Tengkleng Solo pun dibuat dengan racikan bumbu khusus hingga menghasilkan citarasa yang khas. Kuah Tengkleng Solo lebih bening dari gule karena tidak menggunakan santan.

Namun, rasa rempahnya kuat terasa hingga memberikan citarasa yang khas pada masakan ini. Jangan coba-coba menanyakan resep pada penjual Tengkleng Solo ya sebab kebanyakan dari mereka enggan berbagi rahasia yang membuat masakan mereka begitu nikmat di lidah.

Cara penyajian

Kuliner istimewanya biasanya disajikan hangat bersama dengan nasi. Cara menyantapnya pun unik yaitu menggunakan tangan telanjang, meski ada yang lebih suka menggunakan sendok. Menyantap kuilner ini dengan tangan memang menghadirkan sensasi tersendiri walaupun daging yang menempel pada tulang mudah lepas dan tidak alot. Sensasi makan ini tak berhenti di sana, Anda juga dapat menyedot kuah yang masuk ke tulang dan bercampur dengan sumsum. Rasanya sangat nikmat dan luar biasa.

Pedagang Tengkleng Solo

Tak begitu sulit menemukannya di kota Solo dan sekitarnya. Makanan ini banyak tersedia di warung-warung dan juga rumah makan. Beberapa warung Tengkleng Solo yang terkenal adalah Warung Mbok Galak, Warung Mbak Diah, Tengkleng Mbah Sadhi dan lainnya.

Setiap warung makan tentunya mempunyai ciri khas tersendiri dalam citarasa dan penyajiannya. Bila ingin yang masih tradisional, Anda bisa mencoba  yang di jual di sekitar Pasar Klewer, Solo. Salah satu keunikannya di pasar tradisional adalah disajikan dengan cara dipincuk atau menggunakan daun pisang. Aroma daun pisang yang terkena kuah panas tentu saja menimbulkan sensasi tersendiri.  Sedaaap!

Warung Tengkleng Solo Bu Jito Dlidir

Ingin menikmati semangkok Tengkleng Solo di kota asalnya, memang tidak sulit. Hampir di setiap sudut ada penjual makanan yang berbahan dasar tulang belulang kambing ini. Seperti salah satunya adalah Warung Tengkleng Solo Bu Jito Dlidir yang cukup terkenal.

Hampir setiap hari Warung Tengkleng Solo Bu Jito Dlidir tidak pernah sepi, apalagi saat hari libur dan hari raya besar di mana banyak para wisatawan luar daerah yang datang ke kota Solo.

Keunikan Tengkleng Solo Bu Jito Dlidir

Berada pada cita rasa semangkok Tengkleng Solo yang disajikan. Bumbu-bumbu seperti bawang merah, bawang putih, lada, serai, kemiri, kunyit, dan lengkuas serta daun salam dan ketumbar membuat aroma prengus yang kerap identik dengan daging kambing seolah-olah raib.

Bumbu-bumbu khas nusantara inilah yang ‘menyihir’ Tengkleng Solo menjadi sebuah sajian istimewa kelas dunia yang menghilangkan bau prengus kambing dan menjadi lezat. Daging dan tulang belulang kambing yang sudah mendapatkan campuran belasan rempah bahkan bisa dinikmati hingga ke dalam sumsum tulang.

Konon, yang menyebabkan daging kambing berbau prengus adalah bulu-bulu yang masih menempel di permukaan daging kambing. Jadi, agar tidak berbau prengus maka sebelum diolah, daging bisa direndam di dalam air nanas ataupun dibakar dan dikelupas/dikerik hingga bulu-bulunya bersih.

Menu lain

Selain menu Tengkleng terdapat pula aneka sajian minuman pelepas dahaga seperti es degan (kelapa muda), dan teh manis. menu-menu pelengkap sajian juga aneka gorengan, tempe, tahu, sate buntel, serta telur puyuh bacem.

Jam operasional Warung Tengkleng Solo Bu Jito Dlidir buka setiap hari mulai jam 08.00 hingga jam 20.00. Melayani pemesanan tetapi ada minimal jumlah pemesanan 50 porsi.

Fasilitas yang ada di lokasi seperti lahan parkir yang luas, musholla dan toilet. Bagi yang ingin mengunjungi warung tengkleng solo bu jito dlidir ini, lokasinya tidak terlalu jauh dari kediaman presiden RI ke 7, Bapak Ir. Joko Widodo. Tepatnya, ada di Jl. Kol. Sugiyono nomor 67, Solo.

Tertarik untuk mencoba kuliner istimewa Tengkleng dari Solo ini? Semoga Anda suka!  (jari adventure-det)

Jari Adventure

Informasi tour, travel, dan transportation.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *